Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 22


__ADS_3

“Apa?”


“Kakak beneran akan menikah?” tanya Zea dan Zia hanya mengangguk.


“Papa gak setuju.” Ucap Gibran.


“Mama juga.” Ucap Alya.


“Kenapa om dan tante gak setuju?” tanya Pras.


“Karena Zia adalah putri kesayangan kami. Selain itu juga Zia,,” ucap Gibran terpotong.


“Saya tahu. Bukankah karena Zia sudah memiliki anak?” potong Pras.


“Kamu tahu?” tanya Gibran kaget.


“Tentu saja saya tahu om.” Jawab Pras.


“Apa kakak sudah menceritakan semuanya kepadanya?” tanya Zea.


Zia hanya tersenyum, “Dek, kamu jangan bertanya pada kakakmu. Biarkan saya yang akan menjawab semua pertanyaan kalian. Kalian bisa tanya apapun.” Ucap Pras yakin. Sementara Celine, Andrew dan Rasti hanya tersenyum membiarkan Pras yang bicara.


“Baiklah jika begitu katakan semuanya. Kenapa kau ingin menikah kakak walau kau tahu semuanya?” tanya Zea.


“Baiklah. Saya akan menjelaskannya tapi sebelum itu saya mohon maaf atas semua kesalahan yang telah saya lakukan dan tolong dengarkan penjelasan saya.” ucap Pras menghela nafas mencoba tenang karena sebenarnya dia juga takut jika keluarga Zia tidak merestuinya dan justru marah.


“Baiklah, cepat jelaskan!” ucap Gibran.


Pras pun menjelaskan semuanya tanpa ada yang terlewati sedikit pun. Sementara Gibran, Alya dan Zea kaget mendengar semua penjelasan Pras. Kurang lebih 20 menit Pras akhirnya selesai menceritakan semua yang terjadi.


“Jadi laki-laki yang menghamili kakak adalah kakak ini?” tanya Zea melihat Zia meminta penjelasan sementara Zia hanya mengangguk mengiyakan.


“Kau jahat kak! Kau tega menghancurkan masa depan kakakku hanya demi kepuasanmu.” Ucap Zea menangis memeluk Zia karena dia tahu bagaimana Zia berusaha terlihat kuat saat itu.


“Saya tahu saya memang telah melakukan kesalahan maka izinkan saya bertanggung jawab akan kesalahan itu.” Ucap Pras.


“Bagaimana kau nanti saat ini ingin mempertanggung jawabkan yang telah kau lakukan?” tanya Alya sedih ikutan menatap putri sulungnya yang saat ini sudah terlihat kuat.


“Ibu, aku tahu bagaimana perasaanmu. Aku mohon maafkan aku karena telah menodai putrimu tapi ibu izinkan aku membahagiakannya, izinkan aku menebus semua kesalahan yang telah aku perbuat padanya. Aku janji dengan segenap jiwaku bahwa aku tidak akan menyakitinya, aku akan berusaha membahagiakannya. Aku mohon ibu, izinkan aku menikahinya? ” mohon Pras bersimpuh di kaki Alya.


Zia yang melihat itu ikut tersentuh, “Kau yakin tidak akan menyakitinya lagi?” tanya Alya.

__ADS_1


“Aku yakin bu. Aku akan membahagiakannya. Aku janji padamu.” Ucap Pras. Alya pun hanya menatap Zia yang hanya tersenyum mengangguk.


“Ayah!” panggil Pras kepada Gibran.


“Aku harap kau menjaga permataku dengan baik-baik. Jagalah dia! Asal kau tahu saja dia adalah putriku yang paling menjaga harga diri kami, dia bahkan rela menderita hanya agar harga diri keluarga kami tidak di injak-injak. Aku bahkan tidak pernah melihat airmata dipipinya karena jika dia sedang sedih dia selalu menyembunyikannya dari kami. Dia selalu berusaha terlihat baik-baik saja didepan kami. Aku serahkan permataku itu kepadamu, jaga dia baik-baik. Jika kau sudah bosan maka kembalikan dia kepada kami dengan baik-baik, kami pasti akan menerimanya.” Ucap Gibran.


“Aku janji ayah. Aku akan membahagiakannya. Akulah yang membuatnya menangis maka aku pasti akan menebus air matanya yang jatuh. ” ucap Pras menatap Zia.


“Kakak!” panggil Zea yang saat ini tetap saja memeluk Zia.


“Iya.” Jawab Zia menatap Zea.


“Apa kau memang menginginkan pernikahan ini?” tanya Zea berbisik tapi masih bisa didengar oleh semua orang yang ada di ruangan itu.


Zia pun hanya tersenyum, “Saya janji kepadamu juga, saya akan menjaga kakakmu dengan baik. Saya juga akan menjaga kedua keponakanmu dengan baik. Jika nanti saya khilaf menyakiti kakakmu maka kamulah orang pertama yang boleh memberikan hukuman kepada saya.” ucap Pras menatap adik dari calon istrinya itu.


Zea pun menatap calon kakak iparnya itu dengan seksama dan dari semua perkataannya hanya terlihat ketulusan dan rasa bersalah saja, “Baiklah, aku restui kau menikah dengannya kak.” Ucap Zea menatap kakaknya. “Tapi untukmu kakak ipar, aku akan mengingat semua janjimu.” Ucap Zea kepada Pras.


Pras pun hanya mengangguk dan tersenyum karena adik dari calon istrinya akhirnya merestuinya dan bahkan memanggilnya dengan kakak ipar.


“Baiklah, karena semua sudah setuju dan semuanya sudah siap maka mari kita mulai saja akadnya.” Ucap Andrew.


Semua pun segera berdiri dari tempat mereka masing-masing. Alya, Gibran dan Zea dibawa ke sebuah kamar untuk mengganti pakaian agar sama dengan pakaian yang digunakan oleh Celine, Andrew dan Rasti.


“Iya itu benar, mereka adalah keponakan kita.” Jawab Rasti ceria.


“Mereka sangat cantik.” Ucap Alya.


“Tampan dan cantik Ma. Mereka kembar pengantin.” Ucap Zea sambil memandang kedua keponakannya itu. Begitu juga dengan Alya dia menatap kedua cucunya itu dengan tatapan haru. Karena selama ini mereka hanya melihat kedua baby itu dari foto dan video yang Zia kirim tapi saat ini mereka bisa melihat secara langsung kedua baby itu.


“Dek, Ma, kenalkan ini Rasti adiknya kak Pras.” Ucap Zia memperkenalkan Rasti dan Alya hanya mengangguk.


“Rasti!” ucap Rasti.


“Zea!” balas Zea.


“Saya tahu kok namamu, kakakmu selalu cerita tentangmu.” Ucap Rasti.


“Benarkah?” tanya Zea menatap Zia.


“Iya benar.” balas Rasti.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya berbagi cerita sambil menunggu akad Zia dan Pras dilaksanakan.


Sementara diluar, “Nak, kau sudah siap kan?” tanya Andrew.


“Sudah pih.” Jawab Pras.


“Tuan Gibran maafkan kesalahan putra kami terhadap putri kalian.” Ucap Andrew kepada Gibran.


Gibran pun hanya mengangguk, “Saya juga berterima kasih karena kalian sudah menjaga putri kami.” Ucap Gibran.


“Jika soal itu, tuan Gibran gak bisa berterima kasih kepada kami karena anak kedua kamilah yang membawa putri anda kepada kami seolah-olah putri kedua kami adalah jalan bagi putra pertama kami menebus kesalahannya.” Balas Celine.


“Ayah, aku sekali lagi mohon maaf padamu. Aku janji ayah malam ini memang hanya akad saja tapi aku janji aku pasti akan membuatkan pesta mewah untuk mempublikasikan istriku kepada khalayak ramai. Aku janji padamu bahwa putrimu akan mendapatkan kembali kehormatannya. Aku juga janji tidak akan mengekang cita-citanya dan masa depannya.” Ucap Pras tegas.


“Aku percaya padamu nak. Ohiya, panggil saja papa seperti Zia memanggil karena itu lebih nyaman.” Ucap Gibran.


“Baik pa.” jawab Pras. Gibran pun hanya tersenyum.


Dia memang kecewa terhadap laki-laki itu tapi semuanya sudah terjadi bahkan Zia pun sudah berdamai dengan takdirnya. Lalu alasan apa dia tidak merestui pernikahan ini. Dia hanya ingin putrinya Zia bahagia dan dia melihat itu dimata putrinya begitupun dimata Pras disana hanya terpancar ketulusan untuk membahagiakan putrinya. Tidak ada salahnya dia merestui pernikahan ini.


Tepat pukul 20.00 akad pun dimulai. Zia keluar dari kamar nanti setelah Pras mengucap ijab qabul. Gibran sendiri yang menjadi wali nikah putri sulungnya itu.


Zia keluar dengan digandeng oleh Zea dan Rasti menuju meja akad yang telah disediakan di ruang tamu tersebut.


Zia dan Pras pun segera bertukar cincin nikah. Zia tidak tahu dari mana cincin itu berasal tapi yang pasti ukuran cincin itu sangat pas dengan ukuran jari manisnya. Zia pun hanya mencium tangan Pras yang saat ini sudah sah sebagai suaminya dan Pras pun mencium kening Zia yang kini sudah sah sebagai istrinya. Setelah itu dilanjutkan dengan acara foto.


Pernikahan itu pun diakhiri dengan bacaan doa selamat lalu dilanjutkan dengan makan malam bersama. Pernikahan itu hanya dihadiri oleh keluarga inti kedua keluarga, kepala pemerintah setempat, kepala KUA, pengacara keluarga Pras yang mengurus buku nikah mereka sebelumnya, serta para asisten rumah tangga dan para pengawal.


*


*


Wah, selamat untuk Zia dan Pras untuk pernikahannya. Happy wedding !!🥳😘


*


*


Happy reading guys !!😊


Jangan lupa like, komen, vote, dan favoritin,,🙏🏻😊

__ADS_1


Mohon maaf jika ada typo guys,,🙏🏻


Mohon maaf juga baru sempat up dan juga hanya satu part karena author akhir-akhir ini sedang sakit. Selain itu juga author sibuk dengan tugas askep-nya author yang sangat banyak. Maklum author lagi kuliah,, hehehheh.😁


__ADS_2