
Hans, Reno, Alan, Gaby serta Shani yang datang pun hanya diam saja karena mereka memang tidak mengerti apa yang sedang terjadi dalam ruangan itu.
“Apa yang kalian bawa?” tanya Pras mengalihkan pembahasan.
“Kami hanya ingin menjenguk nyonya Zea serta membelikan beberapa hadiah saja. Semoga bisa di terima.” Ucap Hans mewakili.
“Letakkan saja di sana.” Ucap Zia.
“Baik nyonya.” Balas mereka dan segera meletakkan ke tempat yang di tunjuk Zia.
“Terima kasih kalian sudah datang menjengukku bahkan repot harus membawa hadiah segala padahal kedatangan kalian saja sudah lebih dari cukup.” Ucap Zea.
“Ahh gak apa-apa nyonya.” Ucap mereka bersamaan.
“Gaby, Shani kok kalian bisa barengan sama mereka?” tanya Rasti kepada kedua orang kepercayaannya itu.
“Kami bertemu di depan kok nona.” Jawab Gaby cepat.
__ADS_1
Rasti pun mengangguk, “Sudahlah dek, kalian datang kesini pasti ingin melihat putra kembar Zea dan Lian kan?” tanya Zia.
“Apa bisa nyonya?” tanya Gaby balik.
“Tentu saja bisa, iya kan Zea?” ucap Zia dan Zea pun hanya mengangguk.
“Ayo sini jika kalian ingin melihat mereka.” Ajak Zia dan kelima orang itupun segera mendekat ke kedua ranjang bayi yang berada di samping kiri ranjang Zea.
“Wahh tampannya.” Puji Shani lalu diangguki oleh keempat orang lainnya.
“Tentu saja tampan, mereka itu putraku.” Timpal Lian narsis.
“Apa kalian ingin menggendong mereka?” tanya Zia yang langsung mendapat tatapan berbinar dari Gaby dan Shani.
“Baiklah sini aku ajari kalian menggendong seolah-olah latihan nanti jika kalian punya anak.” Ucap Zia lalu segera menggendong bayi itu dari boxnya dan memberikannya kepada Shani dan Gaby, untung saja kedua bayi itu juga sudah bangun mungkin memang mereka sudah haus dan waktunya menyusu.
Zia pun memberikan dua dot bayi kepada kedua gadis itu yang langsung di bantu oleh Alan dan Reno memegang dot bayi itu hingga membuat semua orang dalam ruangan itu bertanya-tanya.
__ADS_1
“Suamiku, kenapa aku merasa ada sesuatu yang aneh yang telah terjadi di antara mereka?” tanya Rasti kepada Faris dan Faris pun hanya mengangguk karena dia juga merasakan ada sesuatu yang salah.
“Apa ada sesuatu yang terjadi pada kalian?” tanya Pras menatap dua pasangan itu. Kedua pasangan yang di tatap pun pun segera berpindah.
“Emm gak ada kok tuan.” Jawab Reno.
“Yakin?” tanya Zia penuh selidik menatap ke empat orang di hadapannya hingga membuat mereka menelan ludah kasar.
“Hans, apa kau tahu yang terjadi pada mereka?” tanya Zia beralih kepada asisten sang suami.
“I-itu saya kurang tahu juga nyonya tapi sepertinya memang ada yang terjadi pada mereka karena sebenarnya tadi saat di luar mereka berempat datang bersama dan sayalah yang hanya bertemu mereka di depan tadi.” Jawab Hans.
Zia pun mengangguk, “Cepat katakan, ada hubungan apa kalian?” tanya Rasti yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping Zia dan menatap ke empat tersangka itu. Lian, Faris, Pras dan Hans pun hanya menatap mereka dari sofa tanpa berniat ikut campur sementara Zea sibuk dengan coklatnya sekarang.
“I-itu sebenarnya ka-kami--” ucap Alan lalu menatap ketiga orang di sampingnya hanya diam saja.
“Kalian menjalin hubungan?” tebak Zia dan ke empat orang itu pun hanya mengangguk pasrah.
__ADS_1
“Maaf nyonya jika kalian tidak setuju maka kami akan berpisah.” Ucap Shani.