Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 19


__ADS_3

Pras yang hanya pura-pura begitu mendengar Zia berkata begitu, “Sungguh?” tanya Pras.


Zia yang mendengar Pras tiba-tiba bicara kaget.


“Sungguh kamu mau menikah denganku?” ulang Pras.


“Apa kakak mendengar semuanya? Apa kakak sudah sadar dari tadi? Ah,, sepertinya kakak hanya pura-pura gak sadar.” Ucap Zia begitu dia sadar telah dibohongi oleh Pras.


“Apa kakak menipuku?” lanjut Zia.


“Ka-kakak baru sadar dek begitu kamu mengatakan ingin menikah dengan kakak.” Elak Pras.


“Hahhh,, sepertinya kakak memang masih belum ingin jujur. Baiklah jika begitu aku percaya. Berhubung sekarang kakak sudah sadar maka aku akan menelpon Rasti dan aku akan pergi. Seperti yang telah aku katakan, kakak mungkin menunda kepergianku tapi tidak niatku ingin pulang.” Ucap Zia.


“Maaf!” ucap Pras karena dia tidak tahu harus mengatakan apa.


“Untuk apa kakak minta maaf? Apa kakak punya salah padaku? ” ucap Zia segera mengambil tasnya untuk pergi.


Pras yang melihat Zia mengambil tasnya tidak tinggal diam, dia pun segera bangkit dari ranjang, “Please, aku mohon Zia maafkan aku, maaf untuk semuanya baik kesalahan yang telah aku perbuat di masa lalu ataupun saat ini karena telah membohongimu atas sakitku. Tapi itu semua aku lakukan hanya agar kau tidak pergi. Aku tidak ingin kehilangan kalian. Aku menyayangi kalian.” Ucap Pras bersimpuh sambil menahan lengan Zia.


“Kak, lepaskan tanganku. Kak, aku akui kau memang ayah mereka. Aku sudah mengetahuinya tepat seminggu usia mereka karena wajah mereka yang semakin mirip denganmu. Tapi maaf kak, aku tidak bisa memberikan mereka padamu walaupun kau ayah mereka tapi aku adalah ibu mereka. Tapi aku akan mengizinkan kau untuk menemui mereka, aku tidak akan menghalangimu karena bagaimanapun kau adalah ayah mereka. Jadi aku pastikan padamu bahwa kau selamanya akan menjadi ayah mereka. Sekarang aku harus pergi.” ucap Zia.


“Apa maksudmu mengatakan ini? Apa kau pikir aku hanya ingin mengambil mereka? Gak, aku ingin memberikan kasih sayang orangtua yang utuh untuk mereka, aku tidak ingin anakku kekurangan kasih sayang. Aku memang bodoh karena baru menyadarinya tapi aku mohon izinkan aku menebus semua kesalahan yang telah aku perbuat. Maafkan aku yang sudah menghancurkan masa depanmu. Aku mohon Zia menikahlah denganku? Ayo kita rawat anak kita bersama-sama?” ucap Pras menatap Zia dalam.


“Kak, aku tahu kau hanya menginginkan mereka dan aku sudah mengizinkanmu untuk menemui mereka tapi aku tidak bisa jika harus kehilangan mereka. Mereka adalah hidupku dan untuk menikah denganmu? Hal itu susah untuk aku lakukan karena kita berbeda kak. Carilah wanita yang selevel denganmu karena kau adalah pewaris keluarga. Carilah gadis baik-baik yang setara denganmu, kita gak cocok kak. Selain itu juga walau kita menikahpun Zayyan dan Zayyah tetap hanya nasabku, mereka hanyalah anakku. Jadi carilah gadis lain yang memang pantas menikah denganmu.” Ucap Zia tersenyum.


“Siapa yang mengatakan bahwa kita tidak cocok? Kita berbeda? Siapa juga yang mengatakan kau gadis yang kotor? Kau gak kotor, kau sangat suci hanya saja akulah yang berengsek yang tega mengotori gadis sepertimu. Aku mohon, ayo kita menikah Zia. Please, aku mencintaimu.” Ucap Pras yakin.

__ADS_1


“Yah, aku mencintaimu bukan karena kau adalah ibu dari anak-anakku. Bukan juga karena kau adalah gadis yang telah kutiduri tapi aku memang mencintaimu karena semua kebaikanmu. Asal kau tahu saja saat pertama kali kita bertemu, aku sudah tertarik padamu. Saat aku dianggap sebagai suamimu saat aku pertama kali menemanimu USG, saat aku memberi nama kepada Zayyan dan Zayyah dan saat aku mengazani mereka. Sejak saat itu aku mencintaimu, aku sangat bahagia bisa menemanimu. Bahkan karena dirimu aku sampai melupakan gadis yang telah kutiduri. Bahkan aku berharap kau adalah gadis itu dan ternyata itu memang benar. entah kenapa aku tetap tidak menyadari walau telah semua feeling yang kudapat. Aku memang bodoh dan pengecut karena bahkan saat sudah kuketahui aku masih saja belum mengatakan apapun padaku. Itu aku lakukan karena aku takut kau akan membenciku. Tapi Zia aku mohon beri aku kesempatan untuk menebus semuanya. Izinkan aku membahagiakan kalian. Aku tahu anak yang lahir diluar nikah memang hanya memiliki nasabmu tapi bukankah mereka sudah memiliki nama keluargaku. Aku pun tidak masalah memberikan semuanya untuk mereka. ” ucap Pras.


Zia pun merasa terharu atas semua pengakuan Pras tapi tetap saja dia belum bisa jika harus menerima lamaran Pras karena disini bukan hanya Pras tapi ada juga keluarganya. Dia memang dekat dengan kedua orang tua Pras tapi tetap saja dia merasa tidak pantas untuk bersanding dengan Pras.


“Kak, lebih baik kau tidur sekarang, sepertinya kau memang belum pulih.” Ucap Zia menyuruh Pras istirahat.


“Aku baik-baik saja Zia. Aku tidak kenapa-kenapa. Aku hanya berpura-pura gak sadar. Aku memang terluka tapi semuanya baik-baik saja dan aku juga yang menyuruh dokter mengatakan semua itu kepadamu kemarin hanya karena ingin menghalangi kepergianmu.” Ucap Pras.


“Kak, lebih baik kau istirahat. Aku akan keluar dulu.” Ucap Zia.


“Gak, kamu gak boleh keluar, siapa yang akan menjamin kau tidak akan menghilang lagi.” Ucap Pras.


Zia tersenyum, “Kak, aku tidak akan pergi karena Zayyan dan Zayyah pun bersama Rasti.” Ucap Zia.


“Janji? Kau tidak akan pergi lagi?” ucap Pras.


Pras pun akhirnya menuruti perkataan Zia. Dia pun segera berbaring di ranjang. Sementara Zia keluar dari ruangan Pras menuju mushola di rumah sakit itu untuk meminta petunjuk kepada Allah.


***


“Eeh,, Rasti kau ada disini? Dimana Zayyan dan Zayyah?” tanya Zia begitu dia masuk sudah ada Rasti di dalam ruangan Pras.


“Iya, aku baru saja datang kak. Zayyan dan Zayyah baik-baik aja kok, kakak gak perlu mengkhawatirkan mereka.” Ucap Rasti.


“Kakak ingin menemui mereka. Mereka ada di vila kan?” tanya Zia.


Pras yang mendengar itu langsung menggelengkan kepalanya untuk memberi isyarat kepada Rasti agar menghalangi Zia karena dia tidak ingin Zia pergi lagi. Rasti yang mengerti isyarat dari kakaknya, “Kak, mereka baik-baik aja kok.” ucap Rasti.

__ADS_1


Zia yang mendengar Rasti mengatakan itu langsung melihat kepada Pras dan Rasti secara bergantian, “Ra, jika kamu ingin membantu kakakmu maka lupakan aku. Aku hanya ingin menemui anakku. Aku tahu mereka pasti telah kalian sembunyikan. Jadi Rasti jika memang kau menyayangiku katakan dimana kedua anakku berada? Ingat Ra, mereka hanya anakku walaupun mereka memakai nama keluarga kalian tapi nasab mereka tetap aku.” Ucap Zia.


“Kak, a-aku ha-hanya ingin,,” ucap Rasti.


“Aku tahu kamu gak perlu menjelaskannya. Kamu adalah satu-satunya orang yang paling aku percayai disini. Kau adalah penyelamatku dan aku harap selamanya kau tetap menjadi penyelamatku.” Potong Zia.


Rasti terdiam mendengar perkataan Zia, “Kak!” panggil Rasti.


“Jangan sedih, tenang saja kau selamanya akan menjadi penyelamatku. Aku mohon padamu untuk pertama dan terakhir kalinya tolong bantu aku, dimana kedua anakku berada sekarang?” tanya Zia menatap dalam Rasti.


Rasti pun yang memang sangat menyayangi Zia menjadi tidak tega, “Mereka ada di rumah mami dan papi kak.” Ucap Rasti akhirnya.


“Aku menyayangimu kak.” Ucap Rasti memeluk Zia.


“Terimah kasih, aku juga menyayangimu. Baiklah aku akan menjemput anakku. Dimana alamat rumahmu?” tanya Zia.


“Gak usah”


*


*


Happy reading guys !!😊


Jangan lupa like, komen, vote, dan favoritin.🙏🏻🙏🏻


Mohon maaf jika ada typo guys,,🙏🏻😉

__ADS_1


__ADS_2