
Kehidupan Zia pun kembali baik, dia sibuk dengan usaha kecilnya dan juga menjaga kandungannya. Sementara Pras tetap dipusingkan dengan pencarian gadis yang ditidurinya itu. Sudah hampir dua minggu dia mencari tapi tetap belum ada hasil apapun.
“Ah, aku harus mencarinya kemana. Kenapa CCTV tidak merekam apapun tentangnya.” Ucap Pras frustasi karena waktu untuk mencari gadis itu tinggal tersisa enam minggu sedikit.
“Tuan kita ada pertemuan di kafe B.” ucap Hans mengingatkan tuannya.
“Kau atur saja Hans.” Ucap Pras.
“Baik tuan.” Ucap Hans. Dia tahu tuan mudanya itu dalam keadaan kurang baik.
Selama ini tuan mudanya itu sangat sensitif jika ada karyawan yang melakukan kesalahan maka akan mendapatkan peringatan keras. Dia menjadi sangat dingin dan menjadi gila kerja. Tidak boleh ada kesalahan apapun.
***
Sebulan berlalu dengan cepat, usaha Zia pun semakin berkembang berkat promosi Rasti di sosmednya dan teman-teman kampusnya. Karena itulah dia jadi banyak pesanan. Dia pun akhirnya sudah menambah orang yang membantunya bekerja. Karena selama ini hanya Zia dan bibi Hanifa yang bekerja dengannya sementara Ammar yang menyediakan singkong. Tapi karena banyaknya pesanan akhirnya dia menambah orang.
Rasti yang selalu mengunjungi akhir pekan bahkan kadang dia hampir tiap hari di vila pun ikut membantu bahkan dia juga memberi Zia modal. Zia yang sebenarnya ingin menolak tapi Rasti yang juga keras kepala akhirnya Zia pun menerima modal dari Rasti dengan syarat Rasti juga akan mendapatkan keuntungannya.
“Nak, ini harus kami letakkan dimana?” tanya seorang pekerja teh yang membawa pisang. Yah Zia pun mulai mengembangkan camilan dari pisang.
“Paman letakkan saja disana. Terima kasih paman.” Ucap Zia.
“Sama-sama nak Zia. Kami senang nak Zia ada disini dan membuat usaha begini. Akhirnya kami juga jadi punya penghasilan tambahan dan hasil kebun kami tidak harus jauh-jauh menjualnya ke kota.” Ucap pekerja itu. Zia pun hanya tersenyum karena semua orang menganggapnya keluarga. Mereka juga yang sudah tahu Zia sedang hamil tidak pernah menjelekkanya.
“Nanti jika usaha nak Zia berkembang lagi, buat saja tempat lain disini. Bukan begitu kak Ammar?” tanya pekerja itu.
“Hahahh,, ah paman bisa aja. Tapi doakan saja semoga usaha ini bisa berjalan lancar.” Ucap Zia.
“Hmm,, sepertinya ide paman itu tidak salah. Bagaimana kak? Kita buat tempatnya sendiri agar tidak bercampur dengan vila.” Ucap Rasti tiba-tiba datang.
“Ah, kamu bisa aja dek. Usaha kakak juga baru saja dimulai. Bahkan kamu belum mendapatkan pembagian hasilnya karena kakak harus membeli ini dan itu.” Ucap Zia.
“Kakak tenang saja, jika soal uang maka itu biar jadi urusan Rasti. Pokoknya biar Rasti yang urus. Kita akan membuatnya sendiri dan membuat merek sendiri juga. Kakak gak boleh menolak, anggap saja Rasti berinvestasi.” Ucap Rasti.
“Tapi,,” ucap Zia terpotong.
“Kan sudah aku katakan bahwa kakak gak boleh menolak. Pokoknya biar aku yang urus. Paman aku serahkan ini pada kalian, pokoknya biar aku yang membiayainya.” Ucap Rasti berlalu kedapur
“Baiklah non.”
“Maaf paman jadi merepotkan kalian.” Ucap Zia.
“Gak apa-apa nak.”
__ADS_1
***
Seminggu berlalu, akhirnya tempat untuk usaha Zia selesai dibangun tepatnya disebelah vila. Pesanan Zia pun semakin hari semakin banyak akhirnya dia pun menambah karyawan. Dan sesuai perkataan Rasti mereka membuat merek sendiri dengan nama “ZP Keripik” hasil desain dari Rasti yaitu singkatan namanya dan juga Zia. Pembukaannya pun sudah dilakukan kemarin.
“Kakak sangat berterima kasih padamu dek.” Ucap Zia memeluk Rasti.
“Ah, kakak aku sangat bahagia. Akhirnya bisa memiliki usaha sendiri walau itu idemu sih. Aku hanya membiayainya.” Ucap Rasti cengesan sambil memeluk Zia.
“Hahhah,, tapi jika tidak ada kamu ini tidak terealisasikan. Kakak gak tahu harus bagaimana berterima kasih padamu dek.” Ucap Zia.
“Itu mudah kak. Cukup angkat saja aku jadi adikmu. Aku tahu kau memiliki adik yang begitu kau sayangi tapi aku hanya ingin memiliki kakak perempuan. Apa bisa kau menganggapku sebagai adik selama kau disini sampai kau pulang menemui adik kandungmu. Aku tidak ingin menggantikan posisinya hanya saja aku ingin meminta sedikit posisinya.” Ucap Rasti memeluk erat Zia
“Baiklah, kau adikku. Sekarang aku memiliki dua adik.” Ucap Zia memeluk Rasti erat.
“Sungguh? Apa itu benar? Jadi sekarang aku adikmu dan kau kakakku?” tanya Rasti dan hanya dibalas anggukan oleh Zia.
“Ah,, makasih kak. Aku menyayangimu. Apa itu berarti sekarang aku juga aunty dari mereka?” tanya Rasti sambil menyentuh perut Zia.
“Tentu saja! Kau aunty mereka.” Jawab Zia.
“Ah, senangnya. Akhirnya aku akan memiliki keponakan sekaligus dua lagi. Jadi kak mulai hari ini kau harus lebih rajin lagi meminum susu hamilmu. Kau harus menjaga keponakanku dengan baik.” ucap Rasti.
“Bukankah kakak selalu meminumnya, bahkan bibi juga ikut-ikutan posesif sepertimu.” Ucap Zia.
***
Seminggu berlalu, kini Zia sedang termenung dikamarnya setelah melihat bahwa besok adalah jadwal wisudanya.
“Ada apa dengan kakakku ini? Kok mukanya gitu?” tanya Rasti tiba-tiba masuk
“Gak ada apa-apa kok.” ucap Zia sambil menarik Rasti keluar agar dia tidak mengetahui apa yang disembunyikannya.
Sementara disisi lain,
“Kak, besok adalah jadwal wisudamu? Apa kau akan datang? Undangannya sudah tiba kak.” Gumam Zea sambil memegang undangan ditangannya.
“Apa kau tahu aku berhasil membujuk mama dan papa kak, sekarang mereka selalu mendengarkan perkataanku. Mereka bahkan mungkin sudah melupakanmu, apa kau tidak takut jika nanti kau kembali mama dan papa tidak lagi menyayangimu?” ucap Zea.
“Hiks,, hikss, hiks,, aku bohong kak. Mereka sangat merindukanmu apalagi mama dia sekarang sering sakit karena memikirkanmu. Dia sangat khawatir dengan bagaimana kau hidup diluar sana tanpa uang sepeserpun. Sementara papa, dia memang tidak menunjukkan kesedihannya tapi aku tahu dia juga sangat merindukanmu. Pernah dia kupergoki sedang memeluk fotomu dan mencium semua barang-barangmu. Mama juga tidak bisa tidur sebelum pergi kekamarmu kak. Kau kemana kak? Kami sangat merindukanmu kak. Aku mohon pulanglah kak.” Ucap Zea menangis sambil memeluk foto kakaknya.
Keesokkan paginya.
“Kak, bangun kak.” Ucap Rasti membangunkan Zia karena kakaknya itu ketiduran setelah melaksanan subuh tidak seperti biasanya.
__ADS_1
“Zea,, Zea,,” panggil Zia dalam mimpinya.
“Kak, kau kenapa?” ucap Rasti sambil menggoyangkan tubuh Zia
Akhirnya Zia pun terbangun dengan linangan airmata dipipinya. Dia terbangun dan langsung memeluk Rasti, “Kakak sangat merindukannya dek!” ucap Zia sambil menangis dipelukan Rasti.
Rasti pun membalas pelukan Zia sambil menepuk-nepuk bahunya karena dia mengerti kakaknya itu pasti sangat merindukan adiknya, “Kak, bagaimana jika kita pergi menemuinya?” usul Rasti setelah Zia tenang.
“Gak, kakak gak akan melakukan itu karena kakak pasti tidak bisa mengendalikan perasaan kakak jika bertemu dengannya.” Ucap Zia menghapus airmatanya dan segera menuju kamar mandi dan meninggalkan Rasti sendiri dikamarnya.
Setelah Zia dari kamar mandi dia tidak melihat lagi Rasti dikamarnya begitu dia keluar juga semua sunyi. Dia pun segera menuju tempat jualan keripiknya dan disana hanya ada para pekerja.
“Bibi, kemana paman Ammar dan Bibi Hanifa juga Rasti pergi? Kok mereka gak ada?” tanya Zia pada pekerja disana.
“Kami juga gak tahu non.”
Zia pun hanya mengecek beberapa pesanan setelah itu dia kembali ke vila.
Tidak lama kemudian tiba-tiba ada yang masuk ke kamarnya, “Kakak, ayo pakai ini?” ucap Rasti.
“Ini? Buat apa dek?” tanya Zia heran karena Rasti menyuruhnya memakai sebuah gamis brokat.
“Ayolah kak, pakailah aku mohon!” mohon Rasti.
“Baiklah.”
Zia pun segera memakainya, sementara Rasti juga sibuk dengan pakaiannya. Setelah itu dia segera mendandani Zia. Walau Zia bingung tapi tetap saja dia diam saja.
“Kita mau kemana dek.” Tanya Zia begitu mereka keluar vila dan menuju mobil yang ternyata disana sudah ada Hanifa dan Ammar yang juga memakai pakaian bagus seperti akan ke acara kondangan.
“Kakak ikut saja nanti juga akan tahu.” Ucap Rasti sambil membukakan pintu mobil untuk Zia. Zia pun hanya mengikutinya.
Saat mereka dijalan, tiba-tiba Zia mulai merasa mengenali jalan yang mereka lewati, “Apa kita,,?” tanya Zia.
*
*
Happy reading guys !!😊
Jangan lupa like, komen, vote dan favoritin.🙏🏻
Mohon maaf jika ada typo guys,,🙏🏻
__ADS_1