Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 37


__ADS_3

“Kak, Zea ke kamar kecil sebentar yaa..” izin Zea.


“Baiklah.” Jawab Rasti.


Lian pun hanya diam lalu memandang Zea yang keluar ke toilet. Tidak lama kemudian mereka segera membayar pesanan mereka dan tentu saja Lian yang membayarnya. Mereka pun segera keluar dari restoran tapi Lian masih pergi ke suatu tempat.


“Kak!” ucap Zea kaget begitu melihat Lian yang ada di luar toilet.


Lian mengabaikan kekagetan Zea dan langsung menarik gadis itu pergi dan keluar lewat pintu samping restoran dan sudah ada mobil yang menunggu mereka. Zea pun hanya bisa ikut saja, “Kak, apa yang kau lakukan? Dimana kak Rasti?” tanya Zea.


Lian tetap diam dan langsung mendorong Zea agar masuk ke dalam mobil lalu dia pun segera masuk dan melajukan mobil tersebut. Tapi sebelumnya dia memberi tahu itu kepada asistennya untuk mengatakan kepada Rasti bahwa dia tidak bisa mengantarnya karena ada urusan yang tidak bisa ditinggal dan dia meminta Alan untuk mengantar Rasti pulang.


Drt,, drt,, drt,,


Zea pun melihat ke arah Lian begitu melihat bahwa Rasti yang menelpon, “Angkatlah! Semua terserah padamu mau mengatakan apa.” Jawab Lian cuek.


Zea pun hanya bisa menghela nafasnya lalu segera mengangkat telepon Rasti, “Halo, Kak!” ucap Zea.


“Dek, kamu dimana? Kamu kok gak ada di toilet? Kamu baik-baik aja kan?” tanya Rasti beruntun karena khawatir.


“Kakak tenang yaa.. Zea baik-baik aja kok. Tapi maaf yaa tadi Zea mendapat telepon harus segera ke kampus untuk proposal. Jadi Zea gak sempat menelpon kakak karena terburu-buru. Maaf kak meninggalkanmu sendiri.” Ucap Zea.


“Syukurlah jika kamu memang baik-baik aja. Baiklah gak apa-apa dek jika memang kau ke kampus, itu juga sangat penting. Tapi lain kali kamu harus menghubungi kakak!” ucap Rasti.


“Baik kak!” jawab Zea. “Maaf kak, aku membohongimu! Maafkan kesalahanku ini!” lanjut batin Zea. Sambungan telepon pun segera berakhir.


Setelah sambungan telepon berakhir tiba-tiba Zea menangis karena dia sangat takut membohongi seseorang. Dia selalu di ajarkan untuk selalu jujur dan ini dikatakan dia pertama kalinya membohongi seseorang untuk kepentingan pribadinya sendiri.

__ADS_1


Lian yang melihat Zea menangis segera menghentikan mobilnya, “Dek! Kenapa menangis? Apa karena kamu merasa bersalah berbohong kepada gadis itu? Jangan menangis karena aku yang memaksamu kesini.” Ucap Lian.


“Kak, sebenarnya apa yang kamu inginkan dariku? Bukankah kamu sudah dijodohkan dengan kak Rasti. Lalu apa yang kau pikirkan sekarang?” tanya Zea sambil menangis.


Lian pun jadi ikut sedih begitu melihat bahwa gadis yang dicintainya menangis seperti itu, “Kamu gak salah apapun. Aku hanya mencintaimu dan sangat mencintaimu. Aku memang dijodohkan dengannya tapi itu karena,, Satu hal yang harus kau ingat bahwa aku hanya mencintaimu. Aku akan membatalkan perjodohan konyol itu.” Ucap Lian penuh tekad karena memang pada awalnya dia menolak perjodohan itu dia hanya menyetujui bertemu saja dan sekarang setelah dia tahu siapa gadis yang di jodohkan dengannya maka semakin yakin saja dia untuk menolak perjodohan yang dianggapnya bodoh itu.


Zea pun segera menghapus air matanya, “Jangan pernah lakukan itu kak. Jika kau melakukan itu maka jangan pernah berharap bahwa kita akan baik-baik saja. Mulai saat ini anggaplah bahwa kita hanya memiliki hubungan kerja saja dan selamanya akan seperti itu. Jika kau tetap nekad melakukan itu maka aku anggap saja kita tidak pernah bertemu kak. Anggap saja kisah singkat kita hanyalah angina lewat saja.” Ucap Zea.


“Lanjutkanlah perjodohan itu!” lanjut Zea.


“Bisakah kau meminta hal lain? Jangan hal ini! Aku mohon! Jangan memintaku menikahi gadis yang tidak aku cintai. Apa kau ingin menghukumku?” tanya Lian ikut menangis karena dia tidak mengharapkan ini yang akan keluar dari bibir gadis yang dia cintai. Tujuannya membawa Zea pergi karena ingin mendengar jawaban gadis itu, dan bukan jawaban seperti ini yang dia harapkan.


“Maaf kak! Jika memang kau benar mencintaiku maka lakukan hal ini. Menikahlah dengan kak Rasti.” Ucap Zea lalu segera keluar dari mobil Lian.


Lian pun ikut turun karena dia tidak ingin gadis yang dia cintai kenapa-kenapa, “Zea! Kenapa keluar, ayo masuk! Aku akan mengantarmu dan soal ini kita bicarakan lain kali saja.” Ucap Lian.


“Kak, keputusanku sudah bulat. Aku tidak ingin menjadi orang ketika diantara kalian. Kak Rasti adalah gadis baik. Dia adalah kakak keduaku setelah kakakku sendiri, jangan pernah sakiti dia. Aku akan sangat berterimah kasih jika kau menikahinya. Kita juga harus menyelesaikan ini sebelum menjadi masalah besar, kita hanya memiliki hubungan kerja tidak ada selain itu.” Ucap Zea.


“Tidak ada lain kali kak.” Ucap Zea.


Saat mereka dalam mobil untuk mengantar Zea pulang hanya keheningan yang ada. Mereka larut dalam pikiran mereka masing-masing. Lian pun mengantar Zea segera ke rumahnya, jangan tanya darimana Lian tahu karena dia sudah menyelidikinya saat dia menyadari perasaannya kepada gadis itu.


***


Dua hari berlalu setelah kejadian itu, Zea dan Lian pun tidak lagi bertemu. Lian bukan tidak ingin menemui gadis itu karena sejujurnya dia sangat merindukan Zea hanya saja dia tidak sanggup menemui gadis itu jika nanti gadis itu hanya akan menyuruhnya menikahi Rasti. Rasti memang cantik, pintar, baik bahkan seperti tidak celah untuknya tidak dicintai, sangat mudah untuk mencintai gadis seperti Rasti tapi sayang hati Lian sudah tertambat pada gadis yang bernama Zeandra Putry Malik seorang.


“Tuan, ini proposal yang harus anda setujui. Kita juga ada rapat dengan perusahaan nona Rasti siang ini.” ucap Alan menyampaikan jadwal Lian hari ini.

__ADS_1


“Baiklah, kau atur saja. Ohiya bagaimana dengannya?” tanya Lian.


Alan pun langsung mengerti siapa yang ditanyakan oleh tuannya itu, “Nona Zea sibuk dengan seminar proposalnya tuan.” Jawab Alan.


Lian pun hanya mengangguk.


***


Hari ini Pras dengan di temani Hans segera melihat lokasi yang akan di bangun klinik oleh Zia. Beberapa hari yang lalu mereka sudah menemukan tempat yang cocok dan hari ini Pras meninjau secara langsung lokasinya. Kurang lebih satu jam mereka disana akhirnya disetujui semua penjualannya. Pras sangat menyukai lokasi itu karena dekat dengan pusat kota dan juga perusahaan miliknya.


“Baby, ini milikmu!” ucap Pras segera menyerahkan berkas pembelian itu kepada Zia begitu dia tiba dari kantor.


Zia yang sedang sibuk mengurus si kembar yang sedang aktif-aktifnya hanya bingung menerima hal itu, “Apa ini honey?” tanya Zia.


“Ini adalah tanah untuk kau bangun klinik. Aku sudah membelikannya.” Ucap Pras lalu mencium bibir istrinya itu sekilas.


“Honey!” ucap Zia kesal.


Pras hanya tertawa lalu segera menuju ke kamar mereka untuk membersihkan diri. Zia pun segera membaca berkas itu lalu menggeleng-gelengkan kepalanya karena dia tidak menyangka secepat itu suaminya mendapatkan lokasi.


*


*


Happy reading guys !!😊


Jangan lupa like, komen, vote, dan favoritin.🙏🏻😊

__ADS_1


Mohon maaf jika ada typo guys !!🙏🏻😉


Maaf yaa baru sempat up, author masih punya kesibukan lain di dunia nyata. Author juga mau mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa bagi yang menjalankan. Mohon maaf jika author punya salah.🙏🏻🙏🏻😊


__ADS_2