
Zia sedang menonton berita di tv di dalam kamarnya karena dia tidak ingin si kembar yang sudah sedikit mengerti itu melihat permasalahan sang suami. Dia melihat dan membaca klarifikasi yang di buat oleh wanita yang sama dengan wanita yang ada di video yang suami, “Sepertinya memang di jebak.” Gumam Zia ingin mematikan tv tersebut tapi tiba-tiba.
“Maaf, kenapa melihatnya baby?” tanya Pras segera memeluk sang istri.
Zia pun membiarkan suaminya itu memeluknya karena dia sudah tidak begitu marah kepada sang suami, “Kenapa sudah pulang? Apa urusannya sudah selesai? Bukankah saham perusahaan sedang turun karena berita ini?” tanya Zia beruntun.
Pras yang mendengar ucapan sang istri pun melepaskan pelukannya lalu memutar tubuh sang istri agar bisa dia lihat, “Kau sudah tidak marah?” bukan menjawab Pras justru bertanya.
“Sedikit!” jawab Zia.
Pras pun tersenyum lalu segera memeluk istrinya, “Terima kasih baby. Aku akan segera menyelesaikan masalah ini.” ucap Pras menciumi wajah istrinya itu.
Zia pun hanya mengangguk, “Jangan terlalu lama menyelesaikannya. Kau harus segera mencari Rasti karena saat ini dia menghilang. Aku tidak ingin pernikahan adikku itu terpengaruh karena berita ini.” ucap Zia.
__ADS_1
Pras yang memang sudah mendapat laporan dari bodyguardnya akan kepergian adiknya itu segera mendapat sang istri, “Kamu tahu dari mana?” tanya Pras.
“Aku bukanlah wanita bodoh yang tidak ingin tahu masalah yang menimpa suamiku walau aku marah karena kau sudah memperlihatkan tubuhmu ini kepada wanita lain selain aku tapi aku akan mencoba memakluminya karena kau sedang tidak sadar tapi awas saja jika terjadi lagi maka kau tidak akan melihatku dan anak-anak ada di sini. Aku akan pergi jauh sampai kau sendiri tidak akan bisa menemukan kami lagi.” Ucap Zia membuat Pras bergidik ngeri dengan ancaman istrinya itu.
“Aku janji ini terakhir kalinya dan tidak akan mengulangi ketelodoranku ini. Aku pastikan akan menghancurkan wanita itu. Maaf yaa sayang dulu aku menghukumnya tidak terlalu berat hingga harus menimbulkan masalah lagi untuk kita. Jadi jangan pergi dan bawa anak-anak pergi dariku.” Ucap Pras.
“Aku tidak akan melakukannya jika kau bisa menepati semua janjimu.” Jawab Zia.
“Hmm, aku percaya. Sekarang apa yang harus kamu lakukan?” tanya Zia menatap sang suami yang terlihat lelah.
“Aku akan menstabilkan saham perusahaanku dan untuk Rasti aku sudah mengirim bodyguard untuk mencarinya.” Jawab Pras.
Zia pun hanya mengangguk, “Lalu ada apa hubby kesini jika memang saham perusahaan belum stabil?” tanya Zia.
__ADS_1
Pras pun seketika sadar akan tujuan kedatangannya dia pun segera mengambil dokumen yang dia simpan di lemarinya dan segera kembali dengan dokumen di tangannya, “Aku butuh bantuanmu sayang.” ucap Pras. Zia yang mendengarnya hanya mengangkat alisnya tidak mengerti.
***
Sementara di sisi Faris, “Tuan, saham kita sudah mulai stabil berkat video dari tuan Pras. Tapi kita masih harus tetap melakukan rapat.” Ucap Reno yang baru saja melihat saham perusahaan mereka.
Faris hanya mengangguk, “Kalau begitu ayo kita segera kesana.” Ucap Faris.
“Tuan besar juga ada di sana tuan.” Ucap Reno hingga menghentikan langkah Faris.
“Tuan besar datang mewakili sahamnya dan juga saham milik nyonya.” Lanjut Reno begitu Faris menatapnya.
Faris pun hanya bisa menghela nafasnya, “Ya sudah biarkan saja. Aku hanya ingin tahu bagaimana kabar calon istriku. Apa kalian sudah menemukannya?” tanya Faris. Reno pun hanya menggeleng.
__ADS_1