Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 137


__ADS_3

Kembali lagi di restoran, “Faris sebentar lagi kau akan menjadi adik iparku. Aku harap kau bisa menjaga adikku dengan baik. Jangan sakiti dia.” Ucap Pras.


“Tentu saja kakak ipar tanpa kau minta aku akan selalu menjaganya dan membahagiakannya.” Balas Faris.


“Aku dan adikku itu tidak pernah dekat karena sifat kami bertolak belakang tapi perlu kau tahu aku menyayanginya.” Ucap Pras lagi.


Tiba-tiba ada seseorang yang mengantar makanan dan minuman lagi kepada mereka, “Terima kasih!” ucap Pras tanpa curiga sedikit pun dan tetap bicara dengan Faris.


***


Kembali ke kediaman Zia dan Pras entah kenapa perasaan Zia mulai tidak tenang, “Kenapa mereka belum kembali?” tanya Zia khawatir sambil menatap jam yang sudah menunjukkan pukul 23:17.


“Kak, ada apa denganmu? Mereka pasti lagi berpesta.” Ucap Rasti karena Zea sudah istirahat lebih dulu.

__ADS_1


“Iya kakak tahu Ra tapi entah kenapa perasaan kakak mengatakan bahwa ada sesuatu yang terjadi.” Ucap Zia.


“Kak tenanglah sekarang kau duduk dan minum airnya.” Ucap Rasti menenangkan Zia walaupun di sisi lain perasaannya juga sama khawatirnya dengan Zia karena entah kenapa hatinya juga merasa ada sesuatu yang terjadi. Walau itu memang belum terlalu malam tapi mereka sudah janji hanya akan makan malam saja sambil merayakan


“Gaby, aku mohon bantuanmu. Tolong cari tahu kenapa kakak dan yang lainnya belum pulang.” perintah Rasti kepada Gaby.


“Baik nona, anda jangan khawatir saya akan segera mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.” Jawab Gaby yang memang belum tidur dan sedang menonton tv.


“Maaf sudah merepotkanmu Gaby.” Ucap Rasti.


Dia pun segera mendekati Rasti, “Bagaimana?” tanya Rasti segera mendekati Gaby sementara Zia menelpon berulang kali nomor ponsel sang suami dan sama seperti Gaby nomor Pras tidak aktif.


Gaby menggeleng, “Gak bisa nona, saya sudah menelpon Alan, Reno, tuan Hans, bahkan tuan Pras dan tuan Faris tapi tidak ada yang tersambung.” Jawab Gaby.

__ADS_1


Rasti pun hanya menghela nafasnya karena sepertinya firasat Zia benar ada sesuatu yang terjadi. Dia juga sudah mencoba menelpon Faris dan Reno dan sama saja tidak tersambung. Rasti segera kembali mendekati Zia, “Kak, tenanglah mereka pasti baik-baik saja.” Ucap Rasti menenangkan Zia serta mencoba meyakinkan hatinya bahwa memang tidak ada yang terjadi.


Tiba-tiba Lian turun untuk minum air karena dia haus, dia kaget melihat Zia dan Rasti yang masih terjaga, “Kakak ipar kalian belum tidur?” tanya Lian.


Zia pun menengahkan wajahnya, “Ada apa kakak ipar?” tanya Lian lagi.


“Kakak dan yang lain belum pulang. Kak Zia menjadi khawatir karena perasaannya tidak tenang.” Jawab Rasti.


Lian pun segera melihat jam di tangannya dan sudah menunjukkan setengah 12 malam, “Hmm,, iya juga yaa itu sudah larut tapi kenapa mereka belum pulang. Tunggu sebentar aku akan menelpon Alan untuk mencari tahu.” Ucap Lian mengambil ponsel di sakunya.


“Kami sudah mencobanya tuan. Nomor mereka gak ada yang bisa tersambung.” Ucap Gaby.


“Sungguh?” ucap Lian mulai menelpon Alan dan sama saja tidak di jawab.

__ADS_1


“Kalian tenang dulu, kakak ipar kau tenanglah. Aku akan menyuruh anak buahku mencari tahu.” Ucap Lian segera menelpon anak buahnya. Lalu setelah itu dia segera mengambil air karena dia sudah kehausan. Zia hanya bisa mengangguk sambil terus mencoba menelpon sang suami.


__ADS_2