Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 189


__ADS_3

Rasti dan Faris yang melihat itu pun tersenyum, “Kalungnya kok sama dengan yang punya aunty.” Ucap Rasti.


“Tentu saja sama aunty karena memang di buat sama persis. Ingat aunty-uncle kalung itu untuk adik kami nanti.” Ucap Zayyah.


“Adik?” tanya Faris.


Zayyah pun mengangguk, “Iya adik dari aunty dan uncle.” Jawab Zayyah lancar.


“Emang kalian juga ada kak?” tanya Zea.


“Iya.” Jawab Rasti lalu mengeluarkan kalung dari lehernya.


“Aunty, uncle semua punya. Jika para grandma punya gelang, kalau grandpa punya kacamata kalau punya bunda, ayah, aunty dan uncle itu cincin sedang punya kami kalung.” Jelas Zayyan lalu memperlihat kalung yang dia pakai.


Zea pun mengangguk, “Aunty, uncle walau menurut kalian kalung itu mirip tapi ada perbedaannya jika di lihat dengan seksama.” Ucap Zayyah.


“Masa sih?” ucap Rasti lalu melihat kalung itu dengan seksama begitupun dengan Faris mengeluarkan kalung di lehernya.

__ADS_1


“Gak ada.” Ucap Rasti berikutnya.


“Ada aunty, lihat dengan benar.” ucap Zayyan lalu mengambil kalung dari Rasti.


“Di sini ada namanya.” Ucap Zayyah berikutnya.


“Nama?” tanya Rasti dan Zea bersamaan lalu secara bersamaan mereka melihat kalung itu.


“Yah benar ini ada nama Alvero.” Ucap Zea.


Lian juga mengangguk, “Kau benar, ini juga Alvaro.” Lanjut Lian.


Zayyan dan Zayyah pun tersenyum, “Karena kami belum tahu nama anak aunty dan uncle, dia juga belum lahir maka kami menulisnya begitu. Kami juga berharap aunty dan uncle akan memberi mereka nama itu.” ucap Zayyah.


Zia dan Pras yang dari tadi hanya mendengar tersenyum karena mereka juga gak tahu bahwa ternyata di kalung ada namanya, “Kenapa nanti Queen dan King?” tanya Zia.


“Gak tahu kami hanya suka saja.” jawab Zayyan.

__ADS_1


“Baiklah aunty janji kami akan memberikan mereka nama itu. Emm tapi bagaimana jika aunty hanya punya anak satu atau mungkin dua tapi perempuan dua-duanya atau bisa juga dua tapi laki-laki keduanya?” tanya Rasti.


“Gak kami yakin aunty akan punya anak laki-laki dan perempuan nanti.” Ucap Zayyan.


“Kami sudah berdoa kepada Allah agar memberi adik satu laki-laki dan satu perempuan lagi.” Lanjut Zayyah.


“Terus kalian yakin Allah mengabulkan doa kalian?” tanya Rasti lagi.


Zayyan dan Zayyah mengangguk, “Kami yakin Allah akan mengabulkannya karena kami memintanya dengan baik.” jawab Zayyah.


Mereka pun tertawa mendengarnya, “Aamiin, semoga saja begitu yaa boy, girl.” Ucap Faris sembari mengusap kepala keduanya dengan lembut.


Setelah itu mereka melanjutkan acara makan mereka.


***


Sebulan berlalu, kondisi tiga keluarga kecil itu hidup dengan bahagia sambil berdampingan. Yah, Zea dan Lian seminggu setelah pesta pernikahan Rasti dan Faris sudah pindah ke kediaman mereka yang di samping kiri kediaman Pras dan Zia hingga ketiga keluarga itu kadang berkumpul bersama.

__ADS_1


Zea dan Lian mengajak George tinggal di sana bersama karena mereka tidak ingin meninggalkan kakek mereka hidup sendiri walau ada pelayan dan bodyguard tapi tetap saja tidak mungkin bagi George tinggal sendiri di Mansion sebesar itu hanya sendiri. George pun ikut saja dengan keputusan Lian dan Zea karena dia hanya ingin menghabiskan hidupnya dengan baik bersama cucu dan cicitnya.


Rasti dan Faris juga menikmati kehidupan rumah tangga mereka itu dengan baik walau Rasti belum hamil tapi keduanya sedang menjalani program kehamilan. Semuanya berjalan dengan sangat baik.


__ADS_2