Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 65


__ADS_3

Rasti begitu mendengar pernikahan Zea dan Lian akan di laksanakan dua minggu lagi pun sangat bahagia dan segera menemui Zea yang ada di rumah Zia dan Pras.


“Dek, selamat untukmu. Cie,, sebentar lagi adik kecilku ini akan menjadi seorang istri.” Ucap Rasti memeluk Zea.


Zea pun membalas pelukan dari kakaknya itu, “Terima kasih kak.” Ucap Zea.


“Kakak ikut berbahagia untukmu.” Ucap Rasti.


“Aku juga mendoakan semoga kakak juga segera menikah.” Ucap Zea.


“Aamiin. Terima kasih dek. Doakan yaa kakak segera menemukan pangeran kuda putihku.” Ucap Rasti tersenyum.


“Aamiin.” Jawab Zea.


“Ohiya, siapa yang mengatur persiapan pernikahan kalian?” tanya Rasti.


“Emm,, itu mama sama papa dan juga kakek. Ah kak Lian juga.” Jawab Zea.


“Baiklah jika begitu. Ingat jika kamu butuh sesuatu katakan kepada kakak, kakak siap membantumu.” Ucap Rasti.


Zea pun mengangguk. Zia yang melihat kedua adiknya ikut akur hanya bisa tersenyum karena hubungan antara Rasti dan Zea tidak terputus justru semakin erat.


***

__ADS_1


Dua hari berlalu, Rasti sibuk dengan perusahaannya.


“Gaby, apa jadwalku hari ini?” tanya Rasti begitu tiba di ruangannya.


“Nona hari ini ada pertemuan dengan perwakilan perusahaan Gifari Corp. di restoran C saat makan siang.” Ucap Gaby.


“Yang lain gak ada? Apa hanya itu jadwalku hari ini?” tanya Rasti.


“Hmm,, nona harus memeriksa dokumen ini.” ucap Gaby.


Rasti pun mengangguk mengerti.


Lima menit sebelum jam makan siang Rasti sudah tiba di restoran C karena dia tidak suka keterlambatan dan juga menunggu. Rasti pun segera masuk ke ruangan VIP karena ini adalah kerja sama dan dia segera memesan minuman karena klien yang ingin dia temui belum tiba.


“Maaf tuan.” Jawab Reno merasa bersalah.


“Ah sudahlah lebih baik kita segera menuju kesana.” Ucap Faris.


Kembali lagi ke Rasti yang sudah menunggu sekitar 15 menit dan kliennya belum juga tiba, “Huh, dimana dia? Aku benci hal ini.” ucap Rasti.


“Baiklah aku akan menunggu 5 menit lagi jika dia juga belum tiba maka aku akan segera pergi. Percuma menjalin kerja sama dengan perusahaan yang tidak tepat waktu. ” gumam Rasti.


“Sepuluh, Sembilan, delapan, tujuh, enam,,” ucap Rasti menghitung mundur.

__ADS_1


“Maaf saya terlambat.” Ucap Faris terengah-engah.


Rasti pun menoleh, “Anda terlambat 15 menit dan itu adalah waktu yang sangat berharga bagi saya.” ucap Rasti dingin.


“Maaf!” ucap Faris lagi.


“Nona? Bukankah anda mantan calon tunangan Lian?” tanya Faris begitu menyadari siapa wanita di depannya.


“Apa anda mengenal saya?” tanya Rasti.


Faris pun mengangguk, “Kita bertemu saat pertunangan Lian.” Ucap Faris.


Rasti pun mengingat-ngingat, “Ouh saya ingat, apa anda yang mendampingi tuan Lian saat itu?” tanya Rasti.


Faris pun lagi-lagi mengangguk, “Ouh, kalau begitu salam kenal.” Ucap Rasti cuek.


“Kita mulai saja kerja sama dan sudahi basa basi ini karena anda sudah membuang-buang waktu saya.” ucap Rasti.


Faris pun mengangguk lalu mereka segera membahas kerja sama antara mereka dan akhirnya di sepakati, “Semoga kerja sama kita berjalan dengan baik nanti.” Ucap Faris mengulurkan tangannya.


Rasti hanya menatap tangan Faris tanpa menerimanya, “Ah saya tahu. Apa kita tidak makan siang dulu?” tanya Faris mengalihkan pembicaraan.


“Jika tuan ingin makan siang makan saja namun saya tidak bisa menemani karena masih punya urusan yang lain. Ohiya untuk pertemuan kerja selanjutnya saya harap anda tidak terlambat karena saya tidak suka orang yang tidak tepat waktu. Saya permisi!!” ucap Rasti berlalu.

__ADS_1


Faris pun hanya tersenyum, “Gadis yang menarik.”


__ADS_2