Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 167


__ADS_3

Kini mereka sedang makan siang bersama di meja makan yang memang sudah di sediakan. Pengantin baru itu pun ikut duduk bersama keluarga dan mereka kini menjadi pusat perhatian karena saling suap-suapan.


Zia dan Pras yang melihat itu tersenyum dan keduanya saling memandang teringat akad nikah mereka dulu yang juga dilaksanakan di kediaman ini tapi suasananya saat itu canggung. Keduanya tidak melakukan suap-suapan seperti itu karena keduanya canggung dan tahu apa arti pernikahan mereka walau di hati keduanya saling mencintai.


Pras segera menggenggam tangan sang istri, “Apa kau teringat dengan akad nikah kita dulu?” tebak Pras yang tepat sasaran.


Zia mengangguk tersenyum, “Kita dulu berbeda dengan mereka. Saat itu kita canggung satu sama lain dan akad nikah itu terjadi dengan sangat cepat.” Balas Zia.


“Yah kau benar padahal kita sudah saling mencintai saat itu.” ucap Pras.


“Aku masih tidak menyangka bahwa gadis yang menolongku dan membawaku ke vila serta membantuku membangun usaha kini sudah menikah dan sah menyandang sebagai nyonya Faris dan pernikahannya pun mengikuti kita.” Ucap Zia memandang Faris dan Rasti yang saling tertawa bersama Lian dan Zea.

__ADS_1


Pras segera memeluk Zia dari samping, “Maafkan aku!” ucap Pras.


Zia pun kembali memandang sang suami, “Sstt,, kita sudah berdamai dengan masa itu jadi jangan pikirkan. Aku hanya teringat saja yang dulu kupikir apa yang kualami itu sangatlah sulit dan menyesakkan tapi ternyata jika di ingat sekarang menjadi sesuatu yang indah untuk di kenang. Aku bahagia mengalami kejadian itu dan aku bersyukur Kimy melakukan jebakan itu padamu karena jika tidak aku tidak akan menemukan keluarga seperti ini.” ucap Zia mengecup pipi sang suami sekilas.


Pras pun tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya kepada sang istri. Jika di tanya bahwa dia bahagia dengan jebakan Kimy dia akan mengatakan bahwa dia sangat bahagia lebih dari siapapun karena dengan begitu dia bisa menikahi gadis dan mendapatkan istri sebaik Zia yang sudah memberikannya ketiga anak yang lucu dan pintar. Yah, Pras sudah menemui guru si kembar kemarin dan dia sudah memberikan izin untuk kedua anaknya itu menjadi muridnya.


“Kakak apa kalian gak tahu di sini kami loh yang pengantinnya tapi kenapa kalian yang berpelukan begitu.” Ucap Rasti menggoda Pras dan Zia.


Pras hanya membalas menatap adiknya itu dengan sinis, “Jika kau iri maka peluklah suamimu itu.” balas Pras.


“Hahahhh,, gak usah malu begitu dek!” ucap Zia menggoda Rasti.

__ADS_1


“Iss kakak ipar sekarang nyebelin kayak kakak yaa.” Ucap Rasti cemberut.


“Iya dong kan dia istriku jadi kami itu berbagi sifat.” Balas Pras.


“Tau ahh malas debat sama kakak.” Ucap Rasti.


“Kak, kau memang tidak akan menang berdebat dengan kak Pras apalagi jika kak Zia sudah memihaknya begitu.” Timpal Zea.


“Huh kau benar.” ucap Rasti.


“Sudah-sudah lebih baik ayo kita rayakan pernikahan kalian.” Ucap Lian lalu mereka mengangkat jus mereka bersama dan meminumnya dan kembali lanjut makan.

__ADS_1


Tiba-tiba si kembar segera berlari ke meja mereka, “Aunty Zea dan Uncle Lian kami punya hadiah untuk kalian.” Ucap Zayyan.


Lian dan Zea pun memandang keduanya, “Hadiah? Hadiah apa sayang?” tanya Zea.


__ADS_2