Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 82


__ADS_3

Tidak lama kemudian Zea segera kembali dari kamar mandi dengan wajah yang sedih. Zia dan Rasti yang melihatnya segera mendekat,


“Sudahlah gak apa-apa.” Bujuk Zia.


“Iya dek. Mungkin belum rezekinya. Itu berarti kau masih di suru main dengan ketiga keponakan kita.” Timpal Rasti yang masih menggendong Zeyyan.


Tiba-tiba Zea tertawa, “Garis dua kak.” Ucapnya girang.


“Sungguh?” tanya Zia dan Rasti bersamaan. Zea hanya mengangguk lalu memperlihatkan testpeck itu pada Zia dan Rasti.


“Hmm,, kau membohongi kami?” tanya Rasti.


“Hehehhh, maaf kak.” Ucap Zea.


“Sudahlah, selamat untukmu dek. Akhirnya kau hamil juga.” Ucap Zia.


“Siapa yang hamil?” tanya Pras yang baru saja mandi.


“Tentu saja Zea, siapa lagi?” tanya Rasti.


“Sungguh? Aku akan menelpon Lian kalau begitu.” Ucap Pras segera mengambil ponselnya.


“Kakak ipar jangan menelpon suamiku. Aku ingin memberikannya kejutan nanti. Lagian juga aku belum yakin jika aku beneran hamil.” Ucap Zea.

__ADS_1


“Kok gitu sih?” tanya Rasti.


“Aku hanya takut berharap kak.” Ucap Zea.


“Ah sudahlah agar kamu yakin ayo kita ke rumah sakit untuk memastikannya.” Ucap Rasti.


“Hmm,, benar dek kakak setuju dengan Rasti.” Timpal Zia.


Zea pun mengangguk, “Baiklah.” Jawabnya.


Zea pun segera ke rumah sakit dengan di temani oleh Rasti, “Aku harap dia benar hamil.” Ucap Zia.


“Dan untukmu suamiku jangan katakan apapun kepada Lian, biar Zea sendiri yang akan memberitahu kepada suaminya. Awas saja jika kau keceplosan.” Ancam Zia menatap suaminya.


“Hmm,, sayang lihatlah bunda kalian mengancam ayah.” Ucap Pras mengadu kepada ketiga anaknya yang sedang bermain. Lebih tepatnya si kembar menemani bermain Zeyyan bermain.


“Jangan mengadu kepada mereka by. Jangan mencari sekutu.” Ucap Zia.


“Hmm,, iya.” Jawab Pras. Zia pun hanya tersenyum melihat suaminya itu yang penurut. Dia pun segera bergabung dengan suami dan anak-anaknya itu.


Cup


“Jangan cemberut by.” Ucap Zia setelah mengecup pipi sang suami sekilas. Pras pun tersenyum kembali karena mendapat ciuman dari sang istri.

__ADS_1


“Ouh ayolah kakak ipar, apa kalian tidak malu bermesraan di depan anak-anak.” Ucap Lian tiba-tiba datang bersama Faris di belakangnya.


“Kapan kalian datang? Kok gak ada suara mobil?” tanya Pras berdiri.


“Karena kami turun di depan gerbang.” Jawab Lian lalu segera mendekati Zayyah dan menggendongnya.


“Hmm,, kau semakin cantik sayang.” puji Lian. Zayyah yang di puji hanya tersenyum.


“Faris ayo duduk. Kalian mau minum apa?” tanya Zia.


“Hmm gak usah kakak ipar. Biar kami akan ambil sendiri.” Balas Lian.


“Aku gak bertanya padamu Lian, aku bertanya pada calon adik ipar baruku ini?” goda Zia.


Faris yang dari tadi gugup bertambah gugup pasalnya ini kali pertama dia masuk ke kediaman kakak Rasti itu. Jika saja Lian tidak memaksanya maka dia tidak akan ikut ke sini. Pras yang menyadari kegugupan di wajah Faris pun tersenyum, “Faris jawablah pertanyaan kakak iparmu?” goda Pras tertawa.


“Hahahhh,, kakak ipar jangan menggodanya. Lihatlah wajahnya sudah memerah saja.” Ucap Lian ikutan menggoda sahabatnya itu.


“Ah sudahlah. Faris, Lian kalian mau minum apa?” tanya Zia.


“Terserah kakak saja.” Jawab Faris canggung karena dia sudah mendengar bagaimana posesifnya Pras kepada istrinya itu.


“Hmm, baiklah.” Ucap Zia lalu berlalu menuju dapur.

__ADS_1


Tiba-tiba Lian menyadari sesuatu, “Kakak ipar, di mana istriku?” tanya Lian.


__ADS_2