Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 7


__ADS_3

Sementara Zia, kini dia sudah ada dikota lain.


“Aku harus mencari sarapan!” pikir Zia.


“Tenang sayang, bunda pasti akan menjagamu! Bunda akan mencari sarapan dulu agar kau tidak kelaparan.” Ucap Zia sambil bicara pada janinnya.


Zia pun sarapan disebuah warteg yang baru saja buka.


Setelah sarapan Zia jalan-jalan menyusuri jalan hingga siang hari. Saat siang dia sholat zuhur dulu dimasjid lalu kembali jalan dan beristirahat sebentar dengan duduk dibangku yang ada ditrotoar jalan sambil mencari tempat kos-kosan terdekat untuk dia tinggali melalui online. Yah, dia sudah membeli ponsel bekas untuk dia gunakan dengan harga murah. Dia mencari kos-kosan di dekat sini dengan harga murah karena uang yang dia bawa tinggal tersisa sedikit tapi sayang semuanya mahal disini.


Tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti didepannya, “Ah, ternyata benar. ini kau kak! Hampir saja aku melewatimu karena tidak mengenalimu tapi untunglah aku mundur kembali” ucap seorang gadis sambil turun dari mobilnya.


Zia yang mendengar seseorang bicara pun segera melihatnya dan memandang sekeliling untuk memastikan bahwa gadis itu memang bicara dengannya. Setelah memastikan bahwa tidak ada orang lain disekelilingnya, “Kamu bicara denganku?” tanya Zia.


“Iya tentu saja kak. Kau tidak mengingatku?” tanya gadis itu.


“Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Zia bingung karena gadis itu mengenalinya.


“Ouh, sepertinya kau melupakan aku kak. Aku gadis itu, gadis yang terluka kakinya.” Ucap gadis itu.


Flashback on


Sebulan yang lalu, tepatnya dikota Zia ada seorang gadis yang baru saja menabrak pembatas jalan tapi untuknya dia tidak kenapa-kenapa hanya kakinya sedikit terluka. Zia yang lewat ditempat itu yang melihat ada keramaian pun menghampirinya.


“Ada apa pak?” tanya Zia pada seseorang disana.


“Ada kecelakaan neng tapi untunglah dia tidak kenapa-kenapa hanya kakinya saja sedikit terluka.”


Zia yang berprofesi sebagai perawat begitu mendengar ada yang terluka segera bangkitlah jiwa keperawatannya. Dia pun mendekati gadis itu dan segera membalut luka gadis itu. Setelah itu dia menelpon ambulans untuk gadis itu.


Gadis itupun hanya diam saat Zia membalut lukanya sambil menatap Zia dengan dalam. Tidak lama kemudian ambulans datang.


“Kak, boleh aku tahu namamu?” tanya gadis itu sebelum dia masuk mobil ambulans.


“Kamu gadis yang sangat cantik, lebih baik kau segera mengobati lukamu. Jika memang kita ditakdirkan bertemu lagi maka kita akan bertemu lagi dan saat itu aku pasti akan memberitahu namaku padamu gadis manis.” Ucap Zia.


Gadis itu pun hanya diam memandang wajah Zia dalam. Dia pun segera dibawa ke rumah sakit.


Flashback off


“Jadi kau gadis itu?” tanya Zia sambil mengingat.


“Iya, aku gadis itu. Gadis yang ditolong olehmu kak. Terimah kasih sudah menolongku saat itu.” Ucap gadis itu tersenyum.


“Lalu, sekarang kenapa kau ada disini? Apa lukamu sudah sembuh?” tanya Zia khawatir.

__ADS_1


“Sudah sembuh dengan baik. Kata dokter yang menanganiku itu berkat pertolonganmu kak hingga lukaku cepat sembuh dan bekasnya pun sudah hilang.” Ucap gadis itu ceria sambil memperlihatkan kakinya yang saat itu terluka.


“Syukurlah jika begitu.” Ucap Zia.


“Ohiya, nama kakak siapa? Kakak sudah janji kan akan memberitahu namamu jika kita bertemu lagi. Ohiya, aku Prasti Permata Mahendra panggil aja Pras atau Rasti. Oh tidak panggil aja aku Rasti karena jika Pras maka itu adalah nama kakakku.” Ucap Gadis itu bercerita sambil tersenyum.


“Hahahh, sepertinya kau mengingat itu yaa. Baiklah namaku Ziandra panggil saja Zia.” Ucap Zia.


“Ziandra doang? Gak ada sambungannya gitu?” tanya Rasti dan hanya diangguki oleh Zia. Dia bukan tidak ingin mengakui kedua orangnya hanya saja dia tidak ingin ada lagi yang mengenalinya.


“Ohiya, baiklah kak. Sekarang kau mau kemana biar kuantar. Kau tenang saja kali ini aku tidak akan celaka karena aku mengenali semua tempat dikota ini. Jadi kau mau kuantar dimana? Katakan saja!” ucap Rasti.


“Ah gak usah. Aku bisa sendiri kok dan kamu panggil saja Zia jangan panggil kakak.” Ucap Zia.


“Kenapa? Aku yakin kau lebih tua dariku. Tahun ini aku genap berusia 23 tahun. Jadi aku yakin aku pasti lebih adik darimu dan jika dugaanku salah maka aku tetap akan menganggapmu kakakku dan memanggilnya seperti itu.” Ucap Rasti.


“Sepertinya kau memang memiliki pengamatan yang baik. Baiklah kau boleh memanggil seperti itu.” Ucap Zia.


“Yes, makasih kak. Ah akhirnya aku memiliki kakak perempuan. Baiklah kakak kau mau kemana ?” tanya Rasti.


“Gak usah, kakak bisa sendiri kok.” ucap Zia sambil berdiri tapi sayang saat dia berdiri dia tiba-tiba pingsan. Yah,, mungkin kelelahan berjalan ditambah dengan dia belum makan siang. Rasti pun segera meminta orang disekitar untuk membawa Zia ke mobil dan Rasti segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat karena tidak ingin terjadi apa-apa pada Zia.


***


Singkat cerita, kini Zia sudah dirawat dirumah sakit dan terpasang infus ditangannya sambil ada seorang gadis yang menatapnya dengan sendu. Tiba-tiba Zia segera tersadar dari pingsannya.


Rasti pun segera membantu Zia duduk, “Kita sedang dirumah sakit kak. Kakak istirahat dulu. Jangan berpikiran apapun.” Ucap Rasti.


“Gak, kakak harus pulang sekarang.” Ucap Zia karena dia tidak memiliki uang untuk membayar biaya rumah sakit.


“Kakak masih harus butuh istirahat. Kakak istirahat disini dulu disini. Okay?” ucap Rasti.


“Gak, kakak harus pulang.” Ucap Zia bersikeras.


“Baiklah kita akan pulang tapi kakak akan pulang kemana? Biar Rasti antar.” Ucap Rasti akhirnya.


Rasti pun segera mengurus administrasi dan membayarnya, kini mereka sudah ada diluar rumah sakit, “Ayo masuk kak!” ajak Rasti.


“Gak usah dek! Kakak akan mencari penginapan di sekitar sini. Terimah kasih kamu sudah membayar biaya rumah sakit kakak, kakak pasti akan membayarnya nanti. Bisa kakak minta nomor rekeningmu?” tanya Zia.


“Rasti akan memberikan nomor rekening tapi dengan satu syarat yaitu segera katakan kakak mau kemana?” tanya Rasti.


“Ka-kakak,,” ucap Zia.


“Kakak gak punya tujuan kan? Aku juga yakin kakak bukan berasal dari kota ini karena saat itu kita bertemu bukan dikota ini. ” ucap Rasti.

__ADS_1


“Iya benar kakak memang bukan berasal dari kota ini.” Ucap Zia.


“Ya sudah jika begitu aku akan mengantar kakak ke kota kakak. Katakan saja alamat rumah kakak.” Ucap Rasti.


“Kakak gak mau pulang, kakak kesini untuk mencari pekerjaan.” Ucap Zia berbohong.


“Kakak yakin hanya untuk sebuah pekerjaan? Bukan hal lain? ” tanya Rasti.


“Maksud kamu?” tanya Zia.


“Kakak gak perlu berbohong padaku. Kakak melarikan diri kan?” tanya Rasti.


“Gak kok” sangkal Zia.


“Kakak sangat keras kepala yaa. Kakak gak usah bohong, aku sudah tahu semuanya bahwa kakak,,” ucap Rasti terpotong.


“Kamu sudah tahu? Lalu kenapa kamu tidak pergi? Apa kamu tidak malu berteman dengan gadis yang hamil diluar nikah?” tanya Zia sendu.


“Kak! Aku tahu kau orang baik. Aku yakin semua ini punya alasannya. Aku tidak akan bertanya apapun. Maafkan aku sudah mengingatkanmu akan hal itu? Aku hanya tidak ingin kedua bayimu kenapa-kenapa kak. Aku juga mengkhawatirkanmu.” Ucap Rasti memeluk Zia.


“Dua? Apa maksudmu?” tanya Zia melepas pelukannya.


“Iya, kakak hamil kembar. Maafkan aku yang meminta dokter untuk USG kakak. Ini foto USG-nya.” Ucap Rasti menyerahkan foto itu kepada Zia.


Zia yang melihat itu langsung menangis karena dia tidak menyangka bahwa ada dua nyawa yang hidup dirahimnya.


“Kakak ikut aku yaa!” ucap Rasti.


“Aku mohon!” sambung Rasti.


“Tapi,,”


*


*


Hmm,, apa Rasti adiknya Pras? Apa Zia akan ikut Rasti?


*


*


Happy reading guys !!😊


Jangan lupa like, komen, vote, dan favoritin,,🙏🏻

__ADS_1


Mohon maaf jika ada typo guys🙏🏻


__ADS_2