
Faris yang melihat itu pun ikut terharu dan tersenyum, “Wow, nona Rasti ternyata bunga ini milikmu yaa. Apa aku bisa meminta sedikit?” goda Faris.
“Tuan Faris jika memang menginginkan bunga seperti ini maka belilah sendiri karena bunga ini sudah menjadi milikku.” Ucap Rasti.
“Hahah,, setidaknya nona Rasti berbagi sedikit denganku agar aku juga segera menemukan jodohku juga.” Ucap Faris.
“Bukankah tuan Faris tidak mempercayai hal seperti ini? kenapa sekarang jadi menginginkan bunga ini?” tanya Rasti.
“Hmm,, apa salahnya mencobanya?” ucap Faris.
“Hey, kenapa kalian bertengkar karena bunga itu. Bukankah kalian bisa membaginya atau juga bisa kalian menjadi pasangan. Bukankah kalian menjalani kerja sama akhir-akhir ini. Selain itu juga kalian sama-sama jomblo.” Ucap Zia.
“Kakak ipar jangan menggodaku.” Ucap Rasti.
“Hmm,, nyonya Zia ada benarnya juga. Jadi nona Rasti apa kau bersedia menjadi calon istriku?” goda Faris.
“Tuan Faris jangan membual di sini.” Ucap Rasti segera berlalu menuju Lian dan Zea untuk mengucapkan doanya.
“Hahahahh” Faris pun tertawa.
__ADS_1
Zia yang melihat itu hanya tersenyum, “Tuan Faris hati-hati dengan candaan anda. Kita tidak tahu saat tuan Faris tadi bercanda di dengar oleh Allah dan di kabulkan.” Ucap Zia lalu segera berlalu.
Faris pun terdiam mendengar ucapan Zia lalu dia menatap tiga orang yang sedang tertawa di pelaminan.
***
Akhirnya acara Resepsi pernikahan Zea dan Lian selesai, kini tinggallah Zea dan Lian yang di tinggalkan di hotel.
Zea tiba-tiba canggung saat mereka hanya berdua di kamar, “Kak!!” panggil Zea.
“Ada apa?” tanya Lian segera mendekati Zea yang masih memakai gaunnya.
“I-itu,,” ucap Zea gugup.
“Kakak! Sejak kapan kau jadi mesum begitu?” ucap Zea dengan wajah yang sudah memerah malu.
“Hahahhh,, ini adalah aku yang sebenarnya sayang. Kau harus terbiasa.” Ucap Lian.
“Sudahlah ayo sana kau ganti gaunmu. Kakak tahu kau gerah.” Lanjut Lian.
__ADS_1
“Ah iya.” Jawab Zea berlalu ke kamar mandi.
“Sayang, kau bisa menggantinya di sini, kenapa ke kamar mandi. Bagaimana jika kau butuh bantuan nanti.” Goda Lian.
Zea pun hanya menatap suaminya itu yang entah sejak kapan suka sekali menggodanya, “Kakak jangan menggodaku.” Ucap Zea mengambil pakaian gantinya lalu segera menuju kamar mandi.
Lian pun hanya bisa tertawa melihat tingkah istrinya itu. Dia tidak menyangka bahwa gadis yang di tabraknya beberapa bulan lalu kini sudah sah sebagai istrinya walau harus melewati drama.
***
Malam harinya, Zea semakin merasa gugup karena ini malam pertamanya bersama sang suami. Banyak pikiran yang mengganggunya.
“Ada apa?” tanya Lian lembut karena istrinya itu tidak fokus dengan makanannya.
“Ah gak apa-apa.” Jawab Zea.
Lian pun tersenyum, dia tahu bahwa istrinya itu tengah gugup karena malam pertama mereka, “Kau jangan pikirkan apapun. Ayo lebih baik fokus pada makananmu.” Ucap Lian.
Zea pun mengangguk dan fokus pada makanannya. Setelah itu mereka segera kembali ke kamar mereka, kegugupan Zea semakin bertambah. Saat sampai pintu kamar mereka Zea pun diam tidak ingin masuk kamar.
__ADS_1
Lian yang melihatnya segera menggenggam tangan Zea, “Kenapa diam saja? Kau takut karena ini malam pertama kita? Jangan pikirkan apapun, aku tidak akan meminta hakku jika kau belum siap. Ayo masuk!” ucap Lian.
Zea pun hanya mengikutinya, “Sungguh?” tanya Zea menatap sang suami.