
Zea pun segera mengambil ponselnya sementara Lian mengotak-atik ponselnya hingga membuat Zea penasaran karena suaminya itu tersenyum memandang ponselnya.
“Lagi liatin apa sih?” tanya Zea penasaran.
“Ih dasar kepo.” Balas Lian.
Zea pun cemberut mendengar ucapan suaminya itu. Lian yang melihatnya menjadi gemas dia pun segera mengecup pipi istrinya itu lalu memberikan ponselnya kepada Zea.
“Lihatlah!” ucap Lian.
Zea pun segera melihatnya dan seketika dia menjadi malu karena Lian menjadikan foto tadi sebagai wallpaper ponselnya.
“Kakak, i-ini,,” ucap Zea menatap suaminya.
Cup
__ADS_1
“Jangan protes sayang. Itu sangat lucu.” Ucap Lian tanpa merasa bersalah karena mengecup bibir istrinya itu.
“Tapi kan ada foto yang lain.” Ucap Zea membiarkan suaminya itu mencuri kecupan darinya.
“Tapi aku hanya maunya itu sayang. jangan di ganti.” Ucap Lian manja.
Zea pun membiarkannya, “Suami siapa sih ini? Kenapa jadi manja begini?” tanya Zea.
“Suaminya Zeandra Putry Malik.” Balas Lian tersenyum.
Zea pun membalasnya tersenyum lalu tiba-tiba dia mengecup pipi suaminya sekilas dan segera berlari keluar kamar hotel.
Zea pun segera menghentikan jalannya dan menunggu sang suami lalu mereka segera menuju restoran di bawa untuk makan.
Singkat cerita, kini Lian dan Zea baru saja selesai melaksanakan sholat isya bersama-sama. Zea pun segera mengatur perlengkapan sholat mereka tiba-tiba Lian mendekati istrinya dan memeluknya, “Ada apa?” tanya Zea lembut lalu menatap suaminya itu.
__ADS_1
Lian hanya diam saja tapi mengeratkan pelukannya kepada Zea, “Kak, lepas dulu pelukannya.” Ucap Zea karena suaminya itu mungkin sudah sekitar 5 menit memeluknya.
Lian pun melepas pelukannya lalu segera duduk di ranjang. Zea tersenyum lalu mendekati suaminya lalu duduk di pangkuan suaminya itu, “Ada apa?” tanya Zea lembut lalu mengecup bibir suaminya sekilas. Dia bukan wanita bodoh yang tidak mengerti apa yang di inginkan suaminya itu.
Lian mendapat kecupan dari istrinya pun segera menahan tengkuk istrinya lalu memperdalam ciuman mereka, “Apa boleh?” izin Lian begitu melepas ciuman mereka.
Zea pun mengangguk, Lian pun tersenyum lalu segera mendekatkan wajahnya untuk kembali mencium bibir istrinya itu tapi di tahan oleh Zea, “Nanti dulu, kita sholat dulu.” Ucap Zea.
Lian pun menghentikan tindakannya itu dan segera menggendong sang istri ke kamar mandi untuk wudhu. Kurang lebih 30 menit mereka akhirnya selesai melakukan sholat dan Lian segera menggendong sang istri menuju ranjang begitu Zea selesai mengembalikan alat sholat mereka. Zea pun segera mengalungkan tangannya kepada di leher sang suami.
Lian pun melepas hijab istrinya itu dengan lembut lalu mengecup rambut istrinya, “Sangat cantik!” puji Lian.
Lian menyentuh Zea dengan sangat lembut karena dia ingin memberikan pengalaman yang indah untuk istrinya itu karena dia tahu ini adalah pengalaman pertama untuk mereka. Setelah melewati berbagai tahap kini akhirnya Lian dan Zea telah melebur menjadi satu dalam nama cinta. Akhirnya setelah drama yang lumayan panjang kini Lian dan Zea sudah saling memiliki satu sama lain.
Keesokan subuh, Lian sudah terbangun lebih dulu dan menatap wajah istrinya dengan senyuman, “Sangat cantik!” puji Lian mengecup kening istrinya itu hingga mengganggu tidur Zea.
__ADS_1
Zea pun membuka matanya perlahan dan membalas senyuman suaminya. Tiba-tiba dia merasa malu mengingat apa yang sudah mereka lakukan semalam. Lian yang menyadarinya pun tersenyum, “Apa istriku ini sedang malu?” tanya Lian.
Zea hanya menutup wajahnya, Lian yang gemas dengan istrinya dan mengingat waktu sholat sementara mereka belum menyucikan diri mereka segera menggendong sang istri ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena dia tahu bahwa istrinya itu pasti masih kesakitan. Zea pun hanya menurut dan mereka pun membersihkan diri bersama walau Zea masih malu. Tapi untuk menghemat waktu kenapa tidak dilakukan lagian juga itu suaminya sendiri.