
Setelah sekitar 30 menit berlalu, Zia segera keluar dari kantor kepolisian itu dan selama dia di dalam sana dia menelpon bodyguard sang suami secara langsung tanpa memberitahu bahwa dia diikuti hanya saja dia mengatakan bahwa hari ini dia hanya ingin di kawal. Hal itu dia lakukan agar Pras tidak terlalu khawatir, dia pun menunggu bodyguard suaminya di sana. Dan setelah beberapa dari mereka tiba dia pun segera keluar dan melanjutkan perjalanannya menuju Celine Foundation.
Saat Zia keluar dia memastikan bahwa mobil yang dari tadi mengikutinya dan menunggunya tidak jauh dari luar kantor kepolisian masih ada atau tidak, “Ahh syukurlah, dia sudah pergi!” ucap Zia lega karena melihat mobil itu sudah tidak ada lagi. Dia pun akhirnya segera menuju Celine Foundation dengan bodyguard di belakangnya mengikutinya.
Kurang lebih 30 menit akhirnya Zia sampai dengan selamat di Celine Foundation. Dia pun segera masuk dan memulai pekerjaannya yang sudah sempat tertunda karena drama sebelumnya. Bodyguard yang mengikutinya pun tetap ada tapi mereka tidak ikut masuk dan hanya mengikutinya dari jauh.
Sementara di sisi lain ada seorang yang kesal dan marah karena rencananya berantakan, “Kurang ajar sepertinya aku terlalu meremehkan lawan. Baiklah jika rencana ini tidak berhasil maka kita ubah rencana kita.” Ucapnya tersenyum sinis.
“Kau terlalu mempercayai suamimu itu kan? Maka aku akan lihat apa kau akan terus mempercayainya jika sesuatu terjadi. Tunggu saja pembalasanku!” lanjutnya.
__ADS_1
***
Malam harinya, “Baby, kenapa tadi kau meminta bodyguard mengawalmu? Bukankah selama ini kau tidak suka di ikuti oleh mereka?” tanya Pras menatap sang istri yang sibuk dengan ritual malamnya. Yah Pras memang sudah mendapat laporan dari bodyguardnya itu bahwa sang istri meminta di kawal dan Pras tentu saja menyukai itu karena dia tidak ingin ada sesuatu yang terjadi pada istrinya tapi hal ini sudah di tolak oleh sang istri setelah dia mengetahui bahwa sang suami memerintahkan bodyguard menjaganya secara diam-diam. Untuk itulah Pras bertanya dia hanya takut jika apa yang dia khawatirkan akan terjadi.
Zia pun menatap sang suami kemudian dia segera mendekat ke suaminya berhubung juga dia sudah selesai dengan ritual malamnya, “Aku baik-baik saja kok hanya saja hari ini aku ingin mereka kawal saja.” Jawab Zia tersenyum.
“Bukan tidak percaya sayang hanya saja aku merasa kau menyembunyikan sesuatu dariku. Ayo katakan sebenarnya ada apa? Bukankah kita sudah berjanji untuk selalu terbuka satu sama lain?” ucap Pras dengan tatapan serius.
“Hmm,, baiklah aku akan mengatakan yang sebenarnya tapi hubby janji jangan marah.” Ucap Zia yang langsung di angguki oleh Pras.
__ADS_1
“Sebenarnya tadi saat aku pergi menuju Celine Foundation aku merasa bahwa aku sedang di ikuti oleh seseorang.” Ucap Zia.
“Apa? Kau di ikuti? Kau gak kenapa-kenapa kan baby?” tanya Pras khawatir.
“Iss hubby jangan potong dulu aku kan belum selesai bicara dan hubby jangan khawatir aku baik-baik saja.” Balas Zia.
“Baiklah maaf! Lanjutkanlah!” ucap Pras.
“Okay!! Tapi jangan potong lagi!” ucap Zia dan Pras pun mengangguk. Dia pun segera menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewati. Seketika wajah Pras kesal tapi segera di tenangkan oleh sang istri.
__ADS_1