Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 93


__ADS_3

Setelah cukup lama acara jamuan makan malam itu selesai, saat ini Pras, Zia, Zea, Lian, Faris dan Rasti sudah di parkiran.


“Kami pulang yaa!!” ucap Zia.


“Jaga adikku dengan baik. Pastikan dia pulang dengan selamat.” Ucap Pras.


“Tentu tuan.” Jawab Faris.


“Kami berangkat duluan yaa!!” ucap Zea dan Lian yang sudah ada di dalam mobil mereka.


Akhirnya mereka mereka pun berpisah di sana dan berangkat ke rumah masing-masing.


“Apa kamu masih ada tempat yang ingin kamu lihat?” tanya Faris begitu mereka sudah di perjalanan.


Rasti pun melihat jam tangannya, “Hmm,, sebenarnya masih ada tapi ini sudah larut, lebih baik saya pulang.” Ucap Rasti.


“Kemana kau ingin pergi?” Tanya Faris.


“Hmm,, apa bisa makan dulu di tempat dekat taman hiburan?” tanya Rasti balik.

__ADS_1


“Apa kamu masih lapar?” tanya Faris lagi.


Rasti pun mengangguk, “Hmm,, baiklah kita kesana dulu.” Ucap Faris segera melajukan mobilnya menuju taman hiburan.


Tidak lama mereka tiba di taman hiburan itu, Rasti pun segera duduk dan memesan makanan yang ingin dia makan karena dia memang masih lapar.


“Apa kau tidak takut berat badanmu naik jika makan pada jam segini?” tanya Faris saat mereka masih menunggu pesanan mereka.


“Hmm,, lalu haruskah aku kelaparan hanya karena takut gendut?” tanya Rasti balik. Faris pun hanya tersenyum.


“Gak, hanya saja setiap gadis takut jika badan mereka bertambah.” Ucap Faris.


Faris pun hanya mengangguk tanpa menjawab karena pesanan mereka sudah tiba dan Rasti langsung saja makan.


Faris hanya tersenyum melihat Rasti, “Kamu sangat unik. Apa setiap gadis di rumah kalian unik?” batin Faris.


***


Kini Rasti sudah ada di kamarnya dan baru saja selesai membersihkan dirinya dan hendak tidur tiba-tiba ponselnya berdering tanda ada panggilan masuk. Rasti pun segera meraih ponselnya dan melihat siapa yang menelpon yang ternyata Faris, dia pun segera menggeser tombol hijau.

__ADS_1


“Halo, Assalamu’alaikum” salam Rasti.


“Wa’alaikumsalam, apa benar ini nona Rasti?” tanya suara seseorang.


“Siapa ini? Kenapa ponsel ini bisa pada anda?” tanya Rasti begitu mengenali bahwa suara itu bukan Faris.


“Maaf nona, pemilik ponsel ini menabrak pembatas jalan dan dia sudah di bawa ke rumah sakit dan karena nomor nona terakhir dalam riwayat ponselnya maka kami menghubungi anda.” Jelas orang dari seberang.


Rasti pun segera bangkit dan mengambil jaketnya serta tas dan kunci mobilnya, “Lalu dia di bawa ke rumah sakit mana?” tanya Rasti.


“Kalau tidak salah ke rumah sakit C.” jawab orang dari seberang.


“Ohiya, tunggu saya di sana. Saya akan segera kesana.” Ucap Rasti sudah sampai pintu.


Celine yang keluar mengambil sesuatu di dapur melihat putrinya itu keluar, “Ra, kamu mau kemana sayang malam begini?” tanya Celine menyusul sang putri yang sudah di mobilnya.


“Mih, aku harus segera pergi tuan Faris mengalami kecelakaan. Aku harus kesana. Aku pamit ya Mih.” Ucap Rasti menyalami tangan Celine lalu segera melajukan mobilnya menuju alamat yang sudah di sampaikan penelpon.


“Hati-hati!” teriak Celine lalu dia segera masuk ke dalam rumah dan mengatakan kepada suaminya untuk menelpon beberapa pengawal untuk memastikan Rasti aman.

__ADS_1


Celine tidak ingin putrinya itu kenapa-kenapa maka dari itu dia segera menelpon beberapa pengawal untuk menjaga sang putri.


__ADS_2