
Sementara di salah satu ruang perawatan VIP terjadi percakapan yang sama, “Boo, aku penasaran sejak kapan asistenmu itu dekat dengan asisten kak Rasti?” tanya Zea menatap sang suami yang menyuapinya putih telur.
“Aku juga kurang tahu tapi sepertinya mereka dekat saat aku dan Rasti melakukan kerja sama dan mereka yang mewakili kami. Jadi mereka berdua saling berkomunikasi, mungkin dari situ mereka mulai dekat.” Jawab Lian.
“Tapi kok kita gak menyadarinya yaa? Apa mereka sangat pintar menyembunyikan hubungan mereka?” tanya Zea lagi.
“Mungkin juga tapi bisa jadi karena kita yang tidak terlalu memperhatikan mereka.” Jawab Lian menyuapi Zea putih telur lagi.
“Masa sih ada orang yang sepintar mereka menyembunyikan hubungan.” Ucap Zea sambil mengunyah.
“Tentu saja ada. Bukankah kau juga seperti mereka, kau bahkan bisa menyembunyikan perasaanmu dari seluruh keluarga terlebih kakakmu padahal kalian sangat dekat.” Ucap Lian.
__ADS_1
Zea pun terkekeh, “Iya juga yaa tapi jika soal kak Zia yang gak tahu sama sekali dan tidak menyadari perasaanku sepertinya aku ragu. Kak Zia itu seperti memiliki kemampuan membaca pikiran orang lain jadi aku yakin dia sebenarnya tahu tapi berpura-pura tidak tahu saja karena itu akan menyakiti kedua adiknya.” Ucap Zea.
Cup
“Boo, apa sih yang kau lakukan?” tanya Zea menatap sang suami sambil menutup mulutnya yang baru saja di kecup sang suami.
“Itu balasan untukmu karena membuatku sedih saat itu.” ucap Lian.
Lian pun tertawa, “Sepertinya bukan hanya kakak ipar yang bisa membaca pikiran tapi kau juga bisa sayang.” ucap Lian lalu kembali mencium bibir sang istri dengan lembut. Zea pun hanya menerima ciuman itu dengan pasrah.
Tapi baru saja Lian ingin memperdalam ciumannya, si kembar langsung menangis. Lian dan Zea pun menyudahi ciuman mereka lalu Lian segera mendekati kedua putranya itu dan menenangkan mereka, “Kalian ini, apa kalian iri pada daddy? Padahal daddy yang iri loh pada kalian. Tidak bisakah memberi waktu kepada daddy sedikit saja untuk bermesraan dengan mommy kalian.” Curhat Lian kepada kedua putranya itu yang sudah membuka mata mereka.
__ADS_1
“Gak usah curhat deh boo kepada mereka karena mereka gak mengerti apapun. Sudahlah ayo berikan Varo dulu padaku, aku ingin menyusuinya.” Pinta Zea. Lian pun menggendong putra sulungnya itu lalu segera memberikan kepada Zea dengan hati-hati agar tidak melukai bekas operasinya. Lalu dia segera menimang-nimang putra bungsunya sebelum bergantian dengan putra sulungnya untuk di susui.
Yah, walaupun Lian cemburu dengan perhatian sang istri yang hanya tertuju pada kedua putra kembarnya tapi dia tetaplah hot daddy yang selalu siap siaga menjaga kedua putra mereka itu bersama. Lian dan Zea sangat menikmati masa-masa menjaga kedua buah hati mereka itu dengan bahagia.
***
Seminggu kemudian, kini Zea sudah berada di Mansion, dia kembali kemarin dari rumah sakit karena lukanya sudah benar-benar pulih walaupun belum bisa mengangkat barang-barang yang berat dan Lian tentu saja tidak akan mengizinkan hal itu di kerjakan oleh sang istri.
Seluruh keluarga hadir menyambut kepulangan Zea itu di mansion bahkan orang tua Rasti dan Faris yang sibuk dengan urusan pesta pernikahan pun tetap hadir menyambut kepulangan Zea ke Mansion.
“Nyonya, sini biar saja nyonya.” Ucap pelayan yang melihat Zea di dapur sambil membawa dot bayi untuk di cuci karena memang selain dia menyusuinya secara langsung. Zea pun tetap menggunakan dot karena berhubung yang dia rawat ada dua bayi sekaligus.
__ADS_1
Zea pun segera memberikannya lalu duduk menunggu pelayan itu selesai mencucinya.