
Hans yang memang sedang ada dalam ruangan yang sama dengan Pras begitu melihat kekagetan di wajah tuannya itu segera mendekat dan melihat ke layar laptop Pras untuk mencari tahu apa yang membuat tuannya itu kaget.
Begitu Hans melihat dia pun sama kagetnya dengan Pras, “Sejak kapan dia bebas? Kenapa aku tidak mengetahuinya?” tanya Pras menatap asistennya.
Hans pun menggeleng karena dia juga memang tidak mengetahuinya, “Kurang ajar sepertinya ada seseorang yang membantunya bebas dan kini tujuannya kembali untuk balas dendam padaku. Kenapa juga aku melupakan ular licik itu.” Ucap Pras kesal.
“Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang tuan? Apa kita harus segera mencarinya atau bagaimana?” tanya Hans.
Pras pun menghela nafasnya untuk sedikit meredakan perasaan kesalnya, “Untuk saat ini kita atasi dulu masalah perusahaan tapi perintahkan anak buah kita untuk mencarinya dan pastikan menemukannya.” Ucap Pras. Hans pun mengangguk dan segera keluar untuk menyiapkan rapat bersama dewan direksi.
“Kau ingin main-main denganku. Baiklah aku layani karena kau sepertinya tidak hanya menginginkan kehancuranku tapi keluargaku juga serta perusahaanku. Aku akan pastikan kau tidak akan berhasil.” Geram Pras lalu segera menelpon orang kepercayaannya yang lain untuk bisa membantu segera menemukan orang itu.
__ADS_1
Setelah selesai menelpon dia segera menuju ruang rapat membahas penurunan sahamnya serta meyakinkan dewan direksi agar tidak menjual saham mereka lagi dan di sana dia juga melihat Bimo pria yang sudah membeli saham perusahaannya. Cukup lama rapat itu di laksanakan karena beberapa pemegang saham terhasut dengan akal licik Bimo, ingin rasanya Pras melempar Bimo dari gedung tersebut tapi tidak dia lakukan karena ini masih dalam lingkungan kantor. Tapi syukurlah setelah drama yang lumayan panjang akhirnya para dewan direksi berhasil Pras yakinkan.
***
Sementara di sisi lain, “Nona, apa rencana ini akan berhasil?” tanya Bimo yang baru saja kembali menghadiri rapat.
Wanita itu pun menatap tangan kanannya itu, “Aku sudah merencanakan ini sejak lama dan aku pastikan berhasil. Aku tidak akan pernah mengalah lagi darinya.” Jawabnya.
“Hahahh,, menyukainya. Yah aku menyukainya tapi sekarang perasaan itu sudah mati dan berganti membencinya. Aku akan menghancurkan sama seperti yang dia lakukan padaku.” Jawabnya marah.
“Tapi nona walaupun perusahaan itu bisa kita rebut tapi sepertinya dia tidak akan pernah jatuh miskin karena itu hanyalah perusahaan ayahnya sedangkan perusahaan ibunya masih berdiri.” Ucap Bimo lagi.
__ADS_1
“Aku tahu itu Bimo. Bukankah aku juga sudah menyuruh seseorang untuk menggagalkan pernikahan adiknya. Aku yakin saat pernikahan itu batal maka adiknya pasti akan stress dan tidak akan bisa lagi mengurus perusahaan itu dengan baik sementara Pras juga pasti tidak akan bisa membantunya karena dia sibuk dengan perusahaannya dan keluarganya.” Ucap wanita itu lagi tersenyum sinis.
Bimo pun hanya mengangguk, “Sepertinya rencana nona memang sangat baik.” ucap Bimo.
“Tentu saja.” Jawabnya penuh percaya diri.
“Sudah jangan memujiku lebih baik sekarang kita rayakan kemenangan kita atas saham perusahaannya yang sudah kita miliki.” Lanjutnya.
Bimo pun mengangguk, “Ohiya sudah berapa persen sahamnya yang kita miliki?” tanyanya lagi.
“Totalnya sekarang sudah 30% dan masih dalam proses 3% lagi dan aku pastikan kita pasti bisa mendapatkannya. Jadi nanti total saham nona 33%, saya jamin saham nona ini sudah lebih tinggi 1% saham dari tuan Pras yang hanya memiliki 32% saham.” Jawab Bimo, wanita itu pun tersenyum senang.
__ADS_1