
Sebulan berlalu dengan sangat cepat tapi terasa lama bagi seorang pria yang kini sedang melakukan rapat dengan kliennya dengan tatapan datarnya tanpa senyum sama sekali dan jika dia tersenyum itu pun hanya sekedar formalitas saja.
Baginya hari-hari yang dia lewati selama sebulan ini terasa sangat lama dan menyedihkan bagaimana tidak menyedihkan jika sampai saat ini kekasih hatinya belum juga kembali dari liburannya, “Bagaimana keadaannya?” tanya Faris pada Reno setelah mereka selesai melakukan rapat dengan klien dan sudah menuju perusahaan kembali.
“Anda tidak perlu mengkhawatirkan nona tuan karena dia baik-baik saja yang perlu di khawatirkan itu anda.” Jawab Reno karena Faris sudah berubah sekali. Dia sangat jarang pulang ke rumah dan melampiaskan kerinduannya kepada sang kekasih dengan bekerja dan bekerja bahkan dia selalu melakukan lembur hingga harus tidur di kantor. Dia pulang ke rumahnya bisa di hitung itupun jika nanti Alice menelpon untuk menyuruhnya datang.
__ADS_1
“Aku baik-baik saja.” Jawab Faris dingin. Yah, pria itu Faris dia sudah berubah karena sekarang dirinya seperti tidak terurus dengan rambut yang sudah panjang dan terlihat sangat kurus karena memang makannya yang tidak teratur akhir-akhir ini. Dia hanya bekerja dan bekerja hingga melupakan makannya dan dia hanya akan makan jika nanti di paksa oleh Reno.
Reno pun hanya bisa menghela nafasnya karena dia tidak tahu lagi harus bagaimana membuat tuannya itu kembali tapi hanya satu yang pasti yang membuatnya tuannya kembali yaitu kepulangan nona Rasti, “Kapan kau pulang sayang! apa kau belum puas berlibur!” gumam Faris menatap wallpaper ponselnya yang masih bisa di dengar oleh Reno.
Bukan Faris tidak bisa menemukan di mana Rasti tapi dia hanya ingin memberikan kebebasan kepada calon istrinya itu, dia ingin memenuhi permintaannya walau dia harus menahan rindu yang dalam. Dia sudah tahu di mana tempat kekasihnya berlibur sejak tiga hari sang kekasih pergi. Dia hanya menyuruh beberapa bodyguard untuk mengawasi sekaligus menjaga calon istrinya itu dan melaporkan semua yang di lakukan oleh calon istrinya itu lewat foto atau video yang di kirimkan oleh bodyguardnya. Pernah sekali dia mendatangi Rasti karena kerinduannya yang mendalam tapi hanya dia awasi dari jauh saja tanpa mendekatinya.
__ADS_1
Sementara di Negara yang di juluki dengan Negara gingseng, Negara para idol dan sebutan lainnya ada seorang gadis yang tersenyum di balik kerinduannya, “Nona jika anda merindukannya kenapa gak pulang saja.” Ucap pelayan yang menjaganya di apartemen.
“Aku memang merindukannya hanya saja aku belum puas berkeliling di sini.” Jawab Rasti.
Pelayan itu pun hanya menghela nafasnya karena memang dia sudah sangat hafal dengan jawaban nonanya itu. Setiap kali dia mengatakan itu selalu saja jawaban itu yang di perolehnya padahal dia tahu nonanya itu tidak menikmati liburannya ini. Setiap waktu dia hanya menatap ponselnya di mana ada foto prianya di sana.
__ADS_1
Keaadaan Rasti juga tidak jauh berbeda dengan Faris karena berat badannya juga turun drastis karena makannya yang tidak teratur bahkan kadang pelayannya itu bingung kenapa Rasti melakukan ini melakukan sesuatu yang hanya menyiksa batinnya dan batin sang calon suami karena memang pelayan dan bodyguardnya tahu bahwa Faris mengirimkan bodyguard bayangan untuk mengawasi kegiatan nona mereka itu.
“Sha, apa dia tidak merindukanku? Kenapa sampai saat ini dia tidak menyusulku? Apa dia sudah melupakanku? Apa waktu sebulan yang kuberikan agar dia merindukanku tidak cukup?” tanya Rasti kepada pelayannya itu.