Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 52


__ADS_3

“Dia bukan gadis seperti itu yang mau di bawa kawin lari seperti itu.” Ucap Lian terkenang wajah Zea.


“Apa dia gadis yang unik?” tanya Faris terkenang wajah Zea gadis yang ditolongnya beberapa hari yang lalu. Yah dia adalah Faris yang sama yang menolong Zea.


Lian pun mengangguk, “Yah, dia sangat unik dan sempurna hingga memilikinya sepertinya suatu keberuntungan.” Ucap Lian memikirkan Zea.


Faris pun tersenyum, “Kau benar sepertinya aku juga sudah menemukan gadis seperti itu.” Ucap Faris, tanpa mereka sadari bahwa mereka sedang membicarakan gadis yang sama.


“Ah, sudahlah lupakan itu kembali ke topic. Sebenarnya apa masalahnya? Apa gadis itu tidak mencintaimu atau kau belum mengungkapkan perasaanmu?” tanya Faris.


“Hey, aku sudah mengungkapkan perasaanku bahkan sudah mengajaknya menikah hanya saja saat dia akan menjawab perasaannya masalahnya datang. Perjodohan konyol itu datang menghancurkan semuanya. Lebih sialnya lagi dia adalah adik ipar dari gadis yang di jodohkan denganku dan hari dimana dia akan menjawab perasaanku adalah hari dimana aku menemui gadis yang dijodohkan denganku yang ternyata gadis yang kucintai juga datang menemaninya saat menemuiku.” Jelas Lian lemah.


Faris pun yang mendengarkan perjelasan temannya itu ikut menghela nafas, “Lalu apa yang terjadi? Apa dia marah?” tanya Faris.

__ADS_1


“Dia gadis yang unik. Kau tahu apa reaksinya, dia memintaku menikahi kakak iparnya itu karena hubungan mereka seperti kakak adik kandung. Dia tidak menjawab perasaanku tapi memintaku menikahi gadis yang di jodohkan denganku. Dan beberapa hari yang lalu kakek menyuruh orangnya menculiknya untuk mengancamku agar menyetujui perjodohan ini.” ucap Lian lagi.


“Sepertinya kisah cintamu ini rumit boy.” Ucap Faris akhirnya.


“Yah begitulah.” Ucap Lian.


“Lalu apa kau akan menikahi gadis itu dan melupakan gadis yang kau cintai?” tanya Faris.


“I-itu mudah aku pasti akan memilih gadis yang kucintai karena aku memang tidak dijodohkan. Hahah!” ucap Faris tertawa.


“Dasar kau, aku serius.” Ucap Lian.


“Kau tahu boy aku paling susah di mintai saran. Lebih baik untuk menghilangkan stressmu ini lebih baik kita keluar. Aku baru saja kembali lima hari yang lalu ke sini dan sudah di sibukkan dengan perusahaan papi jadi ajaklah aku jalan-jalan karena kau yang sudah lumayan lama di sini.” Ucap Faris

__ADS_1


“Hmm, baiklah.” Ucap Lian segera menyetujui ajakan temannya itu karena sejujurnya dia juga tidak bisa fokus.


***


Dua hari berlalu, Zea yang masih belum bisa melupakan Lian pun memutuskan jalan-jalan dan tanpa terasa kini dia sudah tiba di taman yang beberapa hari dia kunjungi dan terjadi penculikan padanya.


Tapi entah kenapa dia tetap masuk ke taman itu karena di dalam taman itu dia merasakan kedamaian dan kebahagiaan dan hal itu bisa mengalihkannya dari masalah hati yang sedang melandanya dengan melihat anak-anak yang bermain di sana.


Dia pun segera duduk di bangku di taman itu sambil menghirup dalam udara segar yang ada di sana. Zea mengamati anak-anak yang berlarian kesana kemari dengan tersenyum.


Sementara di sisi lain, “Ren, aku ingin kita singgah sebentar di taman kemarin.” Ucap Faris pada asistennya.


Asistennya itu hanya mengangguk patuh karena dia sudah tidak heran akan hal itu karena beberapa hari ini tuan mudanya itu sering datang ke taman itu hanya sekedar melihat atau singgah sebentar di sana.

__ADS_1


__ADS_2