Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 31


__ADS_3

Seminggu berlalu, Kini Zea sedang ada di vila mengurus pendistribusian keripik.


“Nak, semuanya sudah selesai.” Ucap Ammar


“Terima kasih paman.” Jawab Zea.


“Nak, beberapa hari yang lalu ada seseorang yang datang kesini dan menanyakanmu? Apa kamu punya janji dengan seseorang?” tanya Ammar


“Janji? Gak ada paman. Siapa yang datang kesini? Apa paman mengenalnya?” tanya Zea balik.


“Gak nak, paman gak mengenalnya. Ohiya dia meninggalkan berkas untukmu. ” Ucap Ammar.


“Berkas apa’an paman?” tanya Zea.


“Kami juga tidak membukanya nak karena dia berpesan kepada kami biar kamu yang membukanya.” Jawab Ammar.


“Kok Zea makin penasaran yaa pada orang itu? Dimana berkas itu paman? Zea ingin melihatnya.” Ucap Zea.


“Ada di vila nak sama bibi.” Jawab Ammar.


Mereka pun segera masuk ke vila, “Nak, minum dulu. Alhamdulillah semuanya lancar yaa nak!” ucap Hanifa begitu mereka masuk.


“Iya Alhamdulillah bi.” Jawab Zea.


“Bu, dia ingin melihat berkas yang ditingkalkan pria itu.” Ucap Ammar.


“Ohiya, astaga bibi melupakannya. Sebentar yaa bibi ambil dulu.” Ucap Hanifa segera berlalu mengambil berkas itu.


Tidak lama kemudian Hanifa kembali dengan berkas di tangannya lalu segera dia berikan kepada Zea. Zea pun segera membukanya lalu kemudian membacanya.


“Bagaimana nak? Apa itu?” tanya Ammar.


“Berkasnya aneh paman, di sini dia hanya menuliskan bahwa jika Zea penasaran siapa dia maka di suru datang ke perusahaan A Corp.” jawab Zea.


“Sungguh hanya itu berkasnya?” tanya Hanifa. Zea pun hanya mengangguk dan memperlihatkan berkas itu yang hanya terdiri dari satu halaman kertas yang berisikan alamat, nama perusahaan, dan nomor yang bisa dihubungi.


“Sepertinya memang hanya orang iseng nak. Kamu jangan kesana.” Ucap Ammar.


Zea pun hanya mengangguk.


***


Sementara di sisi lain, “Apa kamu sudah memberikan berkas itu dengan baik?” tanya Lian.


“Sudah tuan, saya sudah memberikan berkas itu dengan baik bahkan saya berpesan agar nanti hanya nona Zea yang membukanya.” Jawab Alex.


“Bagus, sekarang tinggal kita menunggu dia datang.” Ucap Lian tersenyum.


Sore harinya seperti biasa dia selalu datang ke tempat dimana dia melihat Zea seminggu yang lalu tapi sayang sudah seminggu ini dia tidak bertemu dengan Zea karena Zea selalu datang di waktu yang random bahkan kadang tidak datang. Walaupun penjual itu menelponnya saat Zea datang tapi saat dia tiba Zea sudah gak ada karena Zea hanya memesan minuman saja disana. Zea sedang disibukkan dengan penyusunan proposalnya.

__ADS_1


“Nak, kau datang lagi?” tanya penjual itu.


“Iya paman. Apa dia sudah datang hari ini?” tanya Lian.


“Belum nak.” jawab penjual itu.


“Baiklah, saya akan menunggu disini.” Ucap Lian.


Penjual itu pun hanya mengangguk dan segera pergi. Lian menunggu Zea disana hingga selesai isya, “Nak, sepertinya dia tidak datang hari ini.” ucap penjual itu setelah melihat Lian yang masih menunggu.


“Sepertinya begitu paman. Baiklah saya akan kembali. Terima kasih paman.” Ucap Lian segera pergi tapi sebelumnya membayar minumannya terlebih dulu.


Tapi sekitar lima belas menit kemudian tiba-tiba, “Paman! Apa aku terlambat?” tanya Zea tersenyum.


“Nak, kau datang? Paman pikir kau tidak akan datang karena ini sudah bukan waktumu datang.” Ucap penjual itu yang bernama Arman.


“Paman aku sangat sibuk hari ini makanya baru bisa datang. Paman aku haus!” ucap Zea tersenyum.


“Ah, iya sebentar paman buatkan minumanmu dulu.” Ucap Arman segera berlalu sambil berpikir apa dia harus menghubungi Liana tau tidak.


Tidak lama kemudian Arman pun kembali dengan segelas milkshake oreo di tangannya. Zea memang sangat menyukai milkshake oreo, dia tidak sama dengan Zia yang sangat menyukai teh hijau, “Apa kamu tidak ingin pesan makanan nak?” tanya Arman.


“Makanan? Hmm,, pesan deh. Seperti biasa yaa paman.” Pesan Zea dan Arman pun hanya mengangguk dan segera berlalu sambil tersenyum karena dia bisa menahan Zea sedikit lebih lama.


Zea pun menunggu makanannya siap sambil memeriksa penghasilan ZP keripik. Saking seriusnya dengan hal itu dia tidak menyadari bahwa ada seseorang sudah duduk dihadapannya sambil mengatur nafasnya karena berlari.


“Hai! Kita bertemu lagi.” Ucap Lian setelah dia selesai mengatur nafasnya.


Lian pun mengangguk, “Kita pernah ketemu disini seminggu yang lalu. Apa kamu melupakan saya lagi?” tanya Lian.


Zea pun berusaha mengingat-ngingat, “Ouh apa anda pria aneh yang menghalangi saya sore itu. Siapa yaa namanya Liam apa lian sih?” ucap Zea setelah mengingat.


Lian pun tersenyum setidaknya gadis di hadapannya ini mendengar saat dia mengatakan namanya, “Iya itu benar. Aku Lian, apa boleh saya tahu namamu?” tanya Lian penuh harap.


Tiba-tiba Arman datang mengantarkan makanan untuk Zea, “Ini makanannya nak.” ucap Arman. Zia pun mengucapkan terima kasih, “Nak, siapa ini? Apa dia kekasihmu?” tanya Arman berakting.


“Ah,, paman salah. Saya juga gak kenal. Gak tahu kenapa dia di sini.” Jawab Zea cuek.


“Kamu! Bukan sudah saya katakan saya Lian.” Ucap Lian kesal karena merasa tidak dianggap oleh gadis di hadapannya. Sementara Zea sudah fokus dengan makanannya tidak mempedulikan Lian yang sedang kesal.


“Paman, aku juga ingin memesan makanan samakan saja dengan punya dia.” Ucap Lian.


Arman pun hanya mengangguk dan segera pergi untuk mengambilkan pesanan Lian.


***


“Baby, dua bulan lagi adalah ulang tahun pernikahan kita? Kau ingin merayakannya dimana?” tanya Pras kepada istrinya.


“Ulang tahun pernikahan kita?” tanya Zia menatap suaminya.

__ADS_1


Pras pun mengangguk, “Kamu tahu kan tanggal yang tertulis di buku nikah kita. Itu akan kita jadikan anniversary pernikahan kita. Aku tahu kita menikah baru sekitar 6 bulan yang lalu.” Ucap Pras.


“Emang tanggal berapa yang tertulis di buku nikah kita?” tanya Zia.


“Kamu gak tahu?” tanya Pras balik, Zia pun hanya mengangguk. Pras pun segera berdiri dan mengambil buku nikah mereka.


“Lihat! Si kembar sebentar lagi akan berusia 9 bulan sementara papi membuat buku nikah kita 4 bulan sebelum si kembar ada. Maksudnya sebelum kejadian malam itu menimpamu.” Ucap Pras dengan tatapan sedih.


Zia pun segera memeluk suaminya itu karena dia tahu suaminya itu pasti sangat merasa bersalah, “Sudahlah ingat lagi kejadian itu. Aku sudah memaafkanmu dan sekarang kau ada suamiku. Mana aku ingin melihat buku nikah kita.” Ucap Zia segera mengambil buku nikah di tangan suaminya.


“Jadi anniversary kita tanggal 10 Agustus?” tanya Zia.


Pras pun mengangguk, “Hmm,, kita rayakan saja dengan ulang tahun si kembar saja biar sekalian.” Ucap Zia karena dia mengingat karena ulang tahun si kembar 4 September.


“Baiklah jika begitu.” Ucap Pras tersenyum lalu memeluk Zia erat.


“Honey, aku sudah tidak bisa bernafas.” Ucap Zia.


“Maaf baby! Terima kasih atas semua kemurahan hatimu.” Ucap Pras lalu segera mengecup bibir istrinya itu.


***


“Paman aku kembali dulu. Makasih atas makanannya.” Ucap Zea begitu dia selesai makan.


“Saya ikut. Saya ingin bicara kepadamu.” Ucap Lian segera minum minumannya.


Zea pun melihat ke arah Lian dan dia melihat makanan Lian belum habis, “Dasar orang kaya suka-suka membuang makanan.” ucap Zea.


“Sebenarnya saya tidak ingin membuang-buang makanan itu hanya saja kamu akan pergi. Jika saja kamu memberi saya kesempatan untuk bicara denganmu maka saya akan menghabiskan makanan itu.” Ucap Lian.


“Kok anda jadi menyalahkan saya.” ucap Zea.


“Please saya mohon saya hanya ingin bicara denganmu. Beri saya kesempatan.” Pinta Lian.


“Emang apa yang ingin anda bicarakan dengan saya? Kita juga tidak saling kenal. Apa itu penting?” tanya Zea.


“Sangat penting!” jawab Lian tegas.


Akhirnya Zea pun menunggu Lian selesai makan dan memberi kesempatan kepada pria itu menjelaskan apa yang ingin dia bicarakan karena sejujurnya dia juga penasaran apa yang ingin pria itu bicarakan. Zea juga sudah mengingat bahwa pria di hadapannya ini adalah orang yang sama yang dia tabrak di mall sebulan yang lalu.


*


*


Happy reading guys !!😊


Jangan lupa like, komen, vote, dan favoritin.🙏🏻😊


Mohon maaf jika ada typo guys !!🙏🏻😉

__ADS_1


Mohon mampir di novel author yang berjudul “Di Kala Cinta Menyapa”. Tinggalkan jejak ya, author tunggu. Heheheheh


🙏🏻🥺😁


__ADS_2