
“Kakak kau yang jelaskan!” ucap Zayyah menatap sang kakak.
“Baby, biar nanti kita tanyakan ini nanti saat hanya bersama mereka.” Ucap Pras yang sepertinya mencurigai sesuatu.
“Baiklah jika begitu.” Lalu Zia dan Pras segera meminta izin pergi dari sana untuk ke kamar mendengar penjelasan kedua anak mereka.
“Ayo jelaskan!” ucap Zia menatap kedua anaknya.
Zayyan pun segera menggenggam tangan Zia, “I-itu..” Zayyan pun menjelaskan semuanya yang ternyata saat mereka hanya berdua di kamar mereka mereka bermain dengan teknolongi dan dalam usia mereka yang baru dua tahun lebih mereka sudah bergabung dengan organinasi para hacker dan saat mereka dua minggu lalu pergi bersama para bodyguard ternyata mereka menemui salah satu anggota hacker itu dan menjadikan keduanya sebagai muridnya.
Selain sebagai hacker terkuat guru mereka itu juga peneliti dan memiliki lab sendiri hingga bisa membuat apapun dan saat keduanya pergi beberapa jam itu mereka membuat hadiah untuk keluarganya. Hadiah yang mereka berikan bukanlah hadiah biasa karena ada pelacak di sana agar nanti bisa di lacak jika menghilang.
__ADS_1
Zia yang mendengarnya sangat kaget akan hal itu sementara Pras yang sudah sedikit menduga hanya menghela nafasnya, “Jadi kalian pergi untuk itu?” tanya Zia dan keduanya hanya mengangguk.
“By kau dengar kan penjelasan mereka. Aku gak mau by anak-anakku kenapa-kenapa karena hal ini. Kalian harus segera keluar dari organisasi itu dan jangan temui lagi guru kalian itu.” ucap Zia.
“Tapi bun—identitas kami terlindungi kok.” ucap Zayyah menunduk.
“Gak ada tapi-tapian.” Ucap Zia lalu segera meninggalkan si kembar dan Pras pergi keluar menenangkan pikirannya karena dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran si kembar yang membuatnya kaget setengah mati. Dia tidak menyangka di umur mereka yang masih segitu mereka sudah memiliki hubungan dengan dunia orang dewasa.
Si kembar pun mengangkat kepalanya dan segera berlari memeluk Pras, “Kalian tenang saja, ayah akan membujuk bunda kalian. Ayah mendukung keinginan kalian ini tapi ayah harus bertemu dulu dengan guru kalian itu. Apa bisa?” tanya Pras.
Si kembar pun melepaskan pelukan mereka lalu langsung tersenyum mendengar ucapan Pras, “Tentu bisa ayah! Guru kami memang ingin ketemu ayah dan bunda.” Ucap Zayyah berbinar.
__ADS_1
“Baiklah nanti kita temui dia. Untuk sekarang kita bujuk bunda dulu yaa! Kalian tahu kan bunda bukan tidak suka dengan ini tapi dia hanya khawatir dengan keamanan kalian. Jadi kita bujuk bunda sama-sama yaa!” ucap Pras.
“Baik ayah! Kami juga minta maaf sudah menyembunyikan ini dari ayah dan bunda.” Ucap si kembar menyesal.
“Iya ayah maafin tapi jangan lakukan lagi lain kali. Jika ada apa-apa kalian harus bicara sama ayah atau bunda. Jika kalian takut bunda marahi maka bicara sama ayah. Bagaimana setuju kan?” tanya Pras.
Zayyan dan Zayyah pun mengangguk tersenyum, “Setuju ayah! Terima kasih ayah!” ucap keduanya lalu memeluk Pras erat.
Setelah itu Pras segera menyuruh keduanya bermain sementara dirinya menelpon Hans untuk meminta bodyguard yang bertugas menjaga kedua anaknya itu menemuinya saat mereka tiba di rumah nanti.
Setelah menelpon Hans dia segera keluar dan bergabung dengan keluarga yang lain yang saat ini sedang makan di meja makan. Setelah makan Faris dan Rasti segera menuju rumah sakit karena Rasti ingin segera menemui adiknya itu. Pras dan Zia pun segera kembali ke kediaman mereka setelah itu.
__ADS_1