Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 175


__ADS_3

Seperti yang di katakan dokter bahwa kondisi Zea akan cepat stabil dan akan segera di pindahkan dari ICU maka saat setelah isya Zea sudah berada di ruang perawatan VIP bersama kedua buah hatinya yang masih berada di incubator.


Lian melakukan itu karena dia tidak ingin saat menjaga sang istri dia akan mengkhawatirkan kedua buah hatinya jadi dia mengatur agar istri dan kedua anaknya berada di ruangan yang sama untung saja kedua buah hatinya itu sudah normal dan tidak ada kelainan yang harus di khawatirkan tapi tetap saja kedua buah hatinya masih harus berada di incubator sampai berat badan mereka mencapai normal.


Zea sudah berada di ruang perawatan masih dengan beberapa alat kehidupan terpasang di tubuhnya. Semua keluarga sudah bergantian melihatnya tapi dia masih belum sadar karena dia melakukan operasi yang membahayakan.


“Dear, kapan kau akan membuka matamu? Lihatlah kedua putra kita mereka sudah lahir dan sepertinya mereka merindukanmu? Tidakkah kau ingin melihat mereka? Asal kau tahu dear mereka sangat tampan sepertiku.” Ucap Lian mengajak bicara sang istri karena dia percaya walau Zea tidak sadar tapi bisa mendengar semua yang dia bicarakan di alam bawah sadarnya.

__ADS_1


“Baiklah, aku mengizinkanmu untuk menutup mata seperti ini tapi aku mohon jangan lama yaa dear. Aku merindukanmu!” lanjut Lian menggenggam tangan sang istri.


“Lian, bisakah aku bicara dengan adikku?” izin Zia yang memang masuk bersama Rasti.


Lian pun memandang kedua wanita itu lalu kemudian mengangguk dan segera berpindah agar Zia dan Rasti bisa bicara dengan Zea, “Hai sayang ini kakak! Ayo kamu bangunlah, bukankah kamu selalu menuruti permintaan kakakmu ini. Kau selalu mengatakan bahwa kakak adalah idolamu maka hari ini idolamu ini meminta kepadamu untuk segera sadar sayang. Ayo bangun lihatlah kedua putramu!” ucap Zia menggenggam tangan adiknya itu yang saat ini sedang damai dalam tidurnya.


“Huh, sepertinya kau masih ingin tidur yaa sudah kami izinkan tapi jangan lama yaa sayang. jika tidak kakak dan Rasti akan membawa kedua putramu pergi.” ancam Zia meneteskan air matanya juga.

__ADS_1


“Cepatlah bangun dek!” ucap Rasti.


Lalu setelah itu Rasti dan Zia pun segera pergi dari sana karena mereka tidak sanggup melihat Zea dalam keadaan seperti itu walau dokter sudah mengatakan bahwa semuanya sudah normal dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan beberapa alat kehidupan yang terpasang dalam tubuhnya sudah dilepas tinggal infus, oksigen dan EKG yang masih terpasang tapi tetap saja seluruh keluarga khawatir karena Zea belum membuka matanya.


***


Dua hari berlalu dengan sangat cepat dan hingga kini Zea masih saja setia menutup matanya seolah-olah dia belum ingin mengakhiri tidurnya. Lian yang selalu menunggu Zea sadar pun semakin khawatir dan selalu menanyakan kondisi sang istri itu kepada dokter bahkan dia memanggil beberapa dokter lagi untuk memeriksa istrinya tapi tetap saja jawaban yang sama yang dia dapat bahwa sang istri akan sadar jika memang dia ingin.

__ADS_1


“Kapan kau akan sadar sayang? Tidakkah waktu dua hari yang sudah kuberikan kepadamu belum cukup?” ucap Lian sambil menghapus air mata di pipinya.


__ADS_2