Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 187


__ADS_3

Faris pun menatap Rasti sekilas lalu dia pergi memanggil sang asisten, Reno yang di panggil pun segera mendekat dan Faris segera membisikkan sesuatu lalu kembali lagi menemani sang istri, “Apa yang kakak katakan kepada Reno?” tanya Rasti berbisik.


“Nanti kau juga akan tahu. Sekarang lebih baik kamu duduk dulu biar aku yang akan menyalami mereka sendiri.” Ucap Faris.


“Gak, aku akan tetap menemanimu di sini. Aku tidak ingin mempermalukan suamiku dengan membiarkannya menyalami para tamu sendirian. Tenang saja aku ini wanita kuat.” Balas Rasti.


Faris pun hanya bisa menghela nafasnya, “Baiklah jika memang begitu tapi ingat jika memang sudah tidak bisa di tahan sakitnya langsung duduk saja karena kakak gak apa-apa sendiri di sini sayang.” ucap Faris.


Rasti pun tersenyum lalu mengangguk dan mereka mulai menyalami tamu undangan yang ingin memberi mereka selamat, “Kak, emang berapa sih tamu undangan yang di undang? Kenapa dari tadi gak habis-habis?” tanya Rasti berbisik begitu dia menyalami tamu undangan satu persatu.


“Aku juga gak tahu sayang, kamu kan tahu yang mengurus undangan adalah orang tua kita.” Jawab Faris berbisik pula.

__ADS_1


“Iya juga yaa, sepertinya orang tua kita mengundang semua relasi bisnis mereka mana tambah pula dengan relasi bisnis kakak dan Lian.” Gumam Rasti mengerti dan kembali tersenyum menyalami para tamu undangan yang belum habis-habis itu.


Sekitar 30 menit kemudian akhirnya Faris melihat Reno dan Shani yang baru saja kembali dengan satu tas di tangan mereka. Faris pun segera memberi kode kepada keduanya untuk mendekat ke pelaminan. Reno dan Shani pun segera masuk antrian menyalami tamu yang sepertinya tinggal sedikit itu.


“Selamat bu bos dan pak bos.” Ucap Reno dan Shani bersamaan begitu di hadapan Rasti dan Faris.


Faris hanya mengangguk lalu langsung mengambil yang di tangan Reno sementara Shani dan Rasti saling berpelukan.


Rasti pun segera duduk di pelaminan sambil menatap sang suami yang mengganti higheels-nya itu dengan sepatu yang baru saja di beli oleh kedua asisten mereka, “Jadi kakak nyuruh mereka untuk membeli ini?” tanya Rasti.


“Benar bu bos kami pergi membelinya tapi tenang saja kami tetap menggunakan uangnya pak bos untuk membelinya.” Jawab Reno.

__ADS_1


“Hehhehh terima kasih yaa sudah mau di repotkan. Ohiya apa ini pilihanmu Sha?” tanya Rasti menatap asisten keduanya itu.


“Pilihan kami berdua kok nona. Semoga saja nona menyukainya.” Balas Shani.


“Tentu saja aku menyukainya karena walaupun ini sepatu tapi dia memiliki sol yang lumayan tinggi sehingga aku tidak akan terlalu kelihatan pendek nanti. Terima kasih yaa.” Ucap Rasti lalu kedua asisten mereka itu hanya mengangguk.


Faris pun segera bangkit kembali setelah selesai memasang sepatu kepada istrinya lalu membantu Rasti berdiri kembali, “Bagaimana? Sudah nyaman kan?” tanya Faris.


Rasti pun mengangguk, “Kalau tahu begini aku memakai sepatu saja dari tadi. Ahh kenapa juga aku gak belajar dari pengalaman melihat pesta pernikahan kak Zia dan Zea yaa.” Ucap Rasti.


“Sudahlah yang penting sudah nyaman. Ayo kita salami tamu lagi.” Ucap Faris kembali menggandeng sang istri berdiri. Reno dan Shani juga segera turun dari pelaminan dan apa yang di lakukan oleh Faris dan Rasti di pelaminan itu tidak luput dari mata para tamu undangan dan kedua orang tua yang mendampingi mereka serta keluarga yang melihat dari bawah. Untung saja saat Faris memakaikan sepatu kepada Rasti belum ada para tamu yang menyalami mereka.

__ADS_1


__ADS_2