Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 174


__ADS_3

“Bagaimana dia?” tanya George kepada semua orang di sana.


Zia yang mendengar itu segera menjawab, “Dokter masih menanganinya kek. Kau tenang saja adikku itu pasti kuat melewati ini. Ohiya kedua cicitmu sudah lahir. Mereka ada di NICU sekarang, jika kau ingin melihat mereka di sana ada mama dan mami yang menjaga.” Balas Zia lembut.


“Terima kasih nak. Aku juga tahu adikmu itu wanita kuat dan aku yakin dia pasti akan melewati ini.” ucap George sambil melihat sekeliling.


Rasti yang mengerti siapa yang di cari oleh orang itu pun segera bersuara, “Kak Lian sedang makan kek. Kami memaksanya makan!” ucap Rasti.


George pun mengangguk, “Terima kasih nak. Aku juga mengkhawatirkan anak itu.” ucap George.


“Ohiya, apa anda tidak ingin pergi melihat cicit anda?” tanya Andrew.


“Kita akan kesana melihat mereka, berhubung kami juga belum melihatnya.” Sambung Gibran.

__ADS_1


George pun hanya mengangguk lalu dia di dorong oleh asistennya dengan Andrew dan Gibran di sampingnya.


***


Sudah setengah jam yang lalu Lian dan Faris kembali dari makan dan melihat kedua putranya hanya untuk mengazani mereka dan sampai saat ini operasi tetap masih saja belum selesai.


10 menit kemudian akhirnya lampu operasi itu padam menandakan bahwa operasi sudah selesai dan tidak lama dokter dan beberapa perawat keluar dengan mendorong bed yang di atasnya terbaring seorang wanita dengan beberapa alat kehidupan di tubuhnya. Lian yang melihat itu segera mendekat, “Dokter dia baik-baik saja kan?” tanya Lian.


“Tenang saja operasinya berjalan lancar tapi dia tetap harus di bawa ke ICU sampai kondisinya stabil tapi--” ucap dokter itu.


“Seperti perkiraan kita sebelumnya dia akan mengalami koma maka seperti itu dia mengalami koma tapi perkiraan kami tidak lama karena operasi untuk jantungnya berhasil dengan sangat baik dan juga dilakukan saat penyakit itu belum membesar tapi tetap saja dia akan mengalami koma beberapa hari.” Jelas dokter itu.


“Terima kasih dokter!” ucap Zia karena Lian sudah berlari menyusul Zea yang di bawa ke ICU.

__ADS_1


“Ini sudah pekerjaan kami suster Zia dan anda pasti paham akan hal itu karena kita sama.” Jawab dokter itu.


Zia pun tersenyum, “Anda benar dokter dan saya sangat berterima kasih kepada kalian semua yang sudah berusaha menyelamatkan adik saya.” ucap Zia lagi.


“Suster Zia terlalu sungkan. Yaa sudah kami pergi dulu. Kami jamin dalam beberapa waktu kedepan kondisinya akan stabil dan akan di pindahkan ke ruang perawatan.” Ucap dokter.


“Sekali terima kasih!” ucap Zia dan para dokter itu hanya mengangguk.


Sepeninggal dokter para keluarga bernafas lega seolah-olah beban mereka berkurang walaupun Zea masih belum sadar setidaknya operasinya berjalan lancar.


“Ayo kita lihat Zea!” ajak Pras segera merangkul sang istri karena dia tahu istrinya itu adalah salah satu orang yang sangat khawatir akan adiknya.


Zia pun mengangguk lalu mereka segera menuju ruang ICU dan di sana Lian sudah masuk ke dalam menemui Zea.

__ADS_1


Alya dan Celine yang mendengar Zea sudah selesai di operasi pun segera menuju ruang ICU serta Faris dan Rasti segera menuju NICU untuk menjaga keponakan mereka walaupun tanpa di jaga pasti tetap akan baik-baik saja tapi seluruh keluarga tidak ingin sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Jadi mereka bergantian menjaga kedua buah hati Zea dan Lian itu.


__ADS_2