
Faris yang di tatap dalam oleh Rasti serta kaget dengan perkataan Rasti pun hanya bisa bengong hingga membuat Zia dan Zea tersenyum.
“Emm,, itu tentu saja!” jawab Faris sedikit gugup.
Ketiga wanita itu pun tertawa melihat kegugupan di wajah Faris, “Ternyata anda bisa gugup juga yaa.” Ucap Zea masih tertawa.
“Ya harusnya dek kau mengabadikan wajah gugupnya itu.” Timpal Zia.
“Kakak benar!” balas Rasti.
Faris yang di tertawakan oleh ketiga wanita itu pun hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal kerena ternyata dia sudah di kerjai oleh ketiganya.
Zayyah yang melihat keadaan itu pun segera mendekati Faris seolah dia mengerti bahwa saat ini Faris sedang tertekan, “Uncle Faris kenapa?” tanya Zayyah dengan gayanya yang imut.
Faris yang melihat gadis kecil itu pun langsung tersenyum, “Uncle gak kenapa-kenapa kok sayang hanya saja Uncle lagi di kerjai oleh auntymu.” Ucap Faris mengadu.
“Yang sabar yaa uncle.” Ucap Zayyah serasa mengusap bahu Faris walau dengan susah payah karena tingginya yang belum cukup.
__ADS_1
“Terima kasih cantik.” Jawab Faris.
“Sudah Zayyah lebih baik sama aunty.” Ucap Rasti.
“Gak mau Zayyah sama uncle Faris aja.” Tolak Zayyah.
Zia dan Zea pun lagi-lagi hanya tertawa melihat itu, “Dek, ayo sini lihat apa yang kakak buat.” Panggil Zayyan kepada adik perempuannya itu.
“Apa itu kak?” tanyanya.
“Sini ayo lihat dulu.” Balas Zayyan.
Zayyah pun segera turun dari pangkuan Faris lalu segera berlari menuju kakaknya.
“Semoga semuanya lancar untuk pernikahan kalian nanti.” Ucap Zia. Faris dan Rasti pun hanya mengaminkannya. Setelah itu mereka segera makan bersama.
Lalu Faris dan Rasti segera pamit pergi sementara Zea masih di sana menunggu sang suami menjemputnya karena memang Lian sudah mengetahui bahwa sang istri ada di rumah Zia dan Pras.
__ADS_1
***
Malamnya di mansion keluarga Lian, “Dear, apa kamu lelah?” tanya Lian kepada Zea.
“Hmm gak kok, Zea hari sangat senang bisa bermain dengan kak Zia dan kak Rasti serta Zayyan, Zayyah dan Zeyyan.” Jawab Zea menatap sang suami yang juga tengah menatapnya.
“Boo kau sudah tahu gak bahwa tuan Faris dan kak Rasti akan menikah?” tanya Zea.
“Sungguh? Kau dengar dari mana sayang?” tanya Lian kaget pasalnya sahabatnya itu gak bilang apa-apa padanya.
“Hahahh,, aku pikir hanya kami yang gak tahu ternyata kamu juga boo yang notabene nya sahabat tuan Faris gak tahu hal ini.” ucap Zea tertawa.
“Tapi emang beneran mereka mau nikah?” ulang Lian.
Zea pun hanya mengangguk, “Yah mereka akan menikah dan pernikahannya tiga minggu lagi. Mami dan Papi sibuk mempersiapkan pernikahan ini bersama dengan keluarganya tuan Faris.” Jawab Zea.
“Wah parah yaa Faris kenapa dia tidak bilang padaku bahwa akan menikah padahal aku sahabatnya. Apa dia sudah tidak menganggap aku sahabatnya lagi.” Ucap Lian.
__ADS_1
“Hmm,, kamu sih masih lebih baik boo mana kami yang notabene-nya keluarga kak Rasti pun gak tahu bahwa mereka sudah melakukan lamaran. Yah lamaran mereka sih hanya mempertemukan dua keluarga saja tanpa ritual adat tapi kan setidaknya keluarga ada tapi malah gak ada.” Ucap Zea.