Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 130


__ADS_3

“Kalian juga gak tahu?” tanya Lian.


“Iya, mungkin jika aku gak datang ke rumah kakak hari ini maka aku juga pasti belum tahu. Kakak saja tahunya besoknya setelah pertemuan keluarga itu terjadi.” Ucap Zea.


“Memang parah yaa mereka.” Ucap Lian.


“Iya benar. Emm,, tapi boo apa kau tidak cemburu atau apalah saat kak Rasti akan menikah?” tanya Zea.


“Apa maksudnya itu sayang?” tanya Lian.

__ADS_1


“Siapa tahu kan boo merasa apa begitu secara kan kak Rasti adalah mantan calon tunanganmu.” Ucap Zea sambil memainkan kancing baju tidur sang suami.


Lian pun hanya tersenyum, “Sayang apa kau saat ini sedang cemburu?” tanya Lian.


“Gak siapa yang cemburu.” Jawab Zea cepat.


Lian pun tertawa mendengar jawaban istrinya karena dia tahu jika sang istri sudah menjawab dengan cepat hal itu menandakan bahwa dia sedang bermasalah, “Hahahh,, ingat sayang selamanya hanya kau yang kucintai. Kau itu cinta pertamaku sekaligus cinta terakhirku. Memang benar Rasti hampir saja menjadi tunanganku tapi bukankah kau tahu siapa yang paling aku cintai. Bukankah kau juga yang menyuruhku untuk menerima pertunangan itu. Jadi jangan berpikiran yang aneh-aneh, aku justru senang dia akan menikah dan calon suaminya adalah sahabatku sendiri. Aku yakin Faris akan menjaganya dengan baik. Jadi jangan pernah cemburu pada suamimu ini karena satu-satunya wanita yang ada di hatiku hanya dirimu.” Ucap Lian lalu mengecup kening sang istri.


Lian pun hanya tersenyum membalas pelukan istrinya itu, “Kenapa minta maaf sayang, kamu gak salah. Aku juga mengerti kamu sekarang sedang hamil jadi moodmu pasti berubah-ubah. Okay, jadi jangan minta maaf aku selalu menyayangimu karena walau kau membuat kesalahan aku pasti sudah memaafkanmu tanpa perlu kau minta maaf. Jadi lebih baik ayo kita tidur kasihan anak kita. Kau juga pasti lelah kan.” Ucap Lian mengusap kepala istrinya itu yang memang tidak memakai hijab.

__ADS_1


“Tapi aku tidak merasa lelah boo.” Ucap Zea menatap mata suaminya.


Lian pun menatap balik istrinya itu, “Kenapa?” tanya Lian tapi Zea hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan suaminya itu.


Lian pun mengerti apa yang di inginkan oleh istrinya itu, “Kau yakin dear? Kau yakin akan melakukannya? Kau benar tidak lelah? Aku tidak ingin kau lelah.” Ucap Lian memeluk istrinya itu.


“Tapi aku pengen boo.” Jawab Zea malu lalu menyembunyikan wajahnya di dada sang suami.


Lian pun hanya tersenyum karena Zea memang akan malu jika meminta hal seperti itu lebih dulu. Zea memang jarang meminta lebih dulu hal itu dan saat dia memintanya pun hanya melalui tatapan mata seperti yang dia lakukan atau hanya dari kode-kode untunglah Lian orangnya peka dan langsung paham dengan kode dari istri kesayangannya itu.

__ADS_1


“Kau yakin?” tanya Lian lagi. Lian bukan tidak ingin karena jujur saja dia adalah pria dewasa yang membutuhkan hal itu di tambah lagi mereka memang sudah lumayan lama belum melakukannya tapi dia juga mengkhawatirkan istrinya itu apalagi sang istri di diagnosa penyakit berbahaya jadi dia sebagai suami harus mengerti.


Zea hanya mengangguk, Lian pun tersenyum hingga terjadilah malam yang panjang untuk sepasang suami istri itu. Lian melakukannya dengan lembut karena dia harus menjaga kedua anaknya dan juga istrinya tapi tetap saja dia selalu merasa puas dengan hal itu.


__ADS_2