
“Hans, apa kau sudah menemukan bukti rekaman CCTV-nya?” tanya Pras kepada asistennya.
“Rekaman CCTV-nya sudah di hancurkan tuan tapi anda tenang saja.” Jawab Hans.
“Tenang bagaimana Hans. Aku saat ini,,” Ucap Pras menutup mata.
Hans pun mendekati tuan mudanya dan memberikannya, “I-ini silahkan anda lihat.” Ucap Hans sambil menyerahkan chip.
“I-ini?” tanya Pras.
Hans mengangguk, “Saya meletakkan kamera lain di ke empat sudut ruangan itu hanya iseng saja tapi syukurlah chip itu membantu kita saat ini. Video yang di rekam sangat baik dan jernih tapi hanya di restoran saja tuan untuk yang di hotel CCTV-nya masih coba kami pulihkan.” Jelas Hans.
Pras pun yang senang segera memeluk asistennya itu, “Terimah kasih Hans videomu ini akan sangat membantuku. Aku akan memberikan bonus yang banyak untukmu. Terima kasih!!” ucap Pras lalu segera melepas pelukannya dan melihat isi chip itu.
***
__ADS_1
Sementara di sisi Faris, kini dia juga sedang sibuk menstabilkan saham perusahaannya dan mencoba menghapus serta menghentikan foto dan artikel dari pencarian atas serta anak buahnya yang lain membantu anak buah Pras memulihkan rekaman CCTV karena Pras sudah memberitahu-nya untuk rekaman di restoran baik-baik saja.
“Tuan!” panggil Reno.
“Ada apa? Apa rekaman di hotel sudah kalian temukan atau wanita yang sudah menjebakku sudah kalian temukan?” tanya Faris.
“Bukan itu semua tuan tapi ada laporan dari anak buah kita yang selalu mengikuti dan menjaga nona Rasti--” ucap Reno.
“Ada apa dengan Rasti?”potong Faris.
“Mereka kehilangan nona Rasti tapi anda tenang saja sekarang mereka sedang melacak GPS yang ada di ponsel dan mobil nona Rasti.” Sambung Reno.
***
Sementara di sisi lain, “Bagaimana pergerakkan mereka?” tanya Kimy.
__ADS_1
“Mereka mencoba melacak CCTV tapi nona tenang saja mereka tidak akan bisa memulihkannya. Selain itu juga mereka sedang mencoba menstabilkan saham perusahaan mereka.” Jelas Bimo.
“Lalu bagaimana dengan CA Corp?” tanya Kimy.
“Untuk perusahaan itu sahamnya tidak begitu turun dan sudah di tangani oleh tuan Andrew dan asisten nona Rasti, sekarang sahamnya sudah stabil tapi kami dengar nona Rasti melarikan diri.” Jawab Bimo.
“Bagus. Aku ingin melihat bagaimana Pras sedih atas kehancuran pernikahan adiknya. Kalau begitu ayo kita lanjutkan rencana selanjutnya. Kita harus memberikan mereka hadiah selanjutnya.” Ucap Kimy tersenyum licik.
Bimo pun hanya mengangguk lalu segera menjalankan rencana mereka selanjutnya.
***
“Tuan, tuan! Lihatlah!” ucap Hans segera menyalakan TV di ruang Pras dan di sana Kimy sedang membuat klarifikasi dengan air mata palsunya sebagai korban untuk mendapatkan simpati public.
Pras pun melihatnya, “Kurang ajar sepertinya setelah dari sana dia akan segera ke sini untuk menjalankan rencananya. Hans segera sebarkan rekaman restoran itu. Kita akan membalasnya dengan rencananya, buat itu lebih populer dari klarifikasinya dan juga dari artikel sebelumnya.” Perintah Pras.
__ADS_1
“Baik tuan.” Jawab Hans mengangguk lalu segera membuat klarifikasi juga dengan menyebarkan video biarkan public yang memutuskan mereka akan memihak siapa.
Sementara Pras yang di tinggalkan oleh Hans segera keluar dari perusahaannya dengan menyamar karena tidak ingin ketemu dengan wartawan di depan kantornya. Begitu dia tiba di parkiran dia segera melajukannya menuju rumahnya karena dia harus mempersiapkan kedatangan Kimy. Hanya 30 menit dia sudah tiba di kediamannya yang di jaga ketat oleh para bodyguard. Dia mencegah agar para wartawan tidak datang ke rumahnya dan mengganggu ketenangan sang istri.