Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 135


__ADS_3

Hari-hari berlalu kini tidak terasa tinggal seminggu lagi pernikahan Faris dan Rasti akan di laksanakan. Semua persiapan hampir rampung tinggal menunggu hari H saja.


Zea juga sudah keluar dari rumah sakit setelah dua hari menginap di sana, Zea tidak ingin ketinggalan prosesi pernikahan Rasti. Dia ingin ikut juga membantu mempersiapkan walaupun Lian dan seluruh keluarga sudah mewanti-wanti tapi dia tetap bersikeras akhirnya walau dengan berat hati dia di biarkan untuk terlibat dalam proses persiapan pernikahan Rasti dan Faris dengan di awasi oleh Rasti langsung.


Rasti dan Faris juga sudah mulai merampungkan urusan pekerjaan mereka sebelum mereka akan cuti nanti.


“Hans, aku yakin dia akan segera bergerak kita harus bersiap. Aku tidak ingin nanti ada sesuatu yang terjadi sebelum pernikahan adikku.” Ucap Pras.


“Iya tuan kami juga sudah mengarahkan bodyguard untuk selalu mengawasi nona Rasti kemanapun dia pergi.” jawab Hans. Yah, Pras memperketat penjagaan kepada seluruh keluarganya. Saham perusahaannya pun sudah stabil kembali.


Sementara di sisi lain, “Bagaimana semuanya sudah siap kan? Aku ingin rencana kita mala mini berhasil dengan baik.” ucapnya.


“Semua sudah beres nona.” Jawab Bimo.


Wanita itu pun mengangguk, “Bagus,” balasnya.

__ADS_1


“Tunggu kehancuran kalian tiba Prasya Mahendra.” Gumamnya licik.


***


Kini para wanita berkumpul di rumah Zia karena para lelaki lebih tepatnya Lian, Pras beserta para asisten mereka akan mengadakan acara melepas bujang untuk Faris. Restoran yang akan menjadi tempatnya sudah di sewa dan sudah siap dan para lelaki itu sudah pergi.


“Boo, kok kau kembali? Ada apa? Apa ada yang ketinggalan?” tanya Zea melihat sang suami yang kembali lagi padahal mereka sudah berangkat 20 menit yang lalu.


“Aku di sini saja. Aku tidak ingin menemani Faris. Entah kenapa aku merindukanmu, jadi aku kembali.” Jawab Lian lalu langsung segera duduk di samping Zea.


“Tapi kak kasihan tuan Faris nanti dia sedih karena sahabatnya tidak ikut.” Ucap Zea.


“Biarkan saja, aku sudah bilang padanya tidak bisa ikut. Tapi jika nanti marah ada Rasti di sini yang akan memarahinya.” Ucap Lian cuek.


“Eeee,, kenapa jadi bawa bawa aku segala. Aku gak ada urusannya yaa dengan kalian.” Timpal Rasti begitu namanya di sebut.

__ADS_1


“Ahh pokonya aku mau di sini denganmu dear. Biarkan aku menemani kalian di sini lagian Alan sudah aku perintahkan untuk mewakiliku.” Ucap Lian kekeh.


“Boo apa kau pikir ini pekerjaan hingga harus di wakili segala.” Ucap Zea.


“Sudahlah dek biarkan saja dia di sini jika memang dia tidak ingin pergi. Suamimu ini ingin bermanja-manja denganmu. Jadi biarkan saja lagian di sana sudah ada yang menemani Faris.” Ucap Zia.


“Kakak ipar kau memang paling peka.” Puji Lian menatap Zia.


Seketika Zea menatap tajam suaminya itu, “Jadi maksudnya aku tidak peka begitu boo?” tanya Zea tajam.


Lian yang menyadari tatapan sang istri hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, “Bukan begitu maksudku dear hanya saja,,” ucap Lian mencoba mengelak.


“Hanya apa?” potong Zea.


Lian pun segera memeluk sang istri, “Baiklah aku mengaku. Maaf yaa sayang, maafin suami ini.” ucap Lian.

__ADS_1


Semua orang di situ pun hanya bisa tertawa dengan drama suami istri itu. Gaby yang ada di sana juga menyaksikannya hanya bisa menggeleng dan tidak percaya dengan sikap manja Lian yang berlebihan kepada sang istri.


__ADS_2