Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 127


__ADS_3

“Aunty!” panggil Zayyan dan Zayyah bersamaan.


Zea yang merasa di panggil pun segera melihat keponakan kembarnya itu, “Ada apa nak?” tanya Zea lembut.


“Apa aunty sakit?” tanya Zayyan menatap Zea dalam.


Zea pun tersenyum, “Gak kok sayang aunty baik-baik aja.” Jawab Zea.


“Tapi Zayyah dengar bunda sama ayah cerita bahwa aunty sakit dan penyakit aunty itu berbahaya.” Ucap Zayyah yang di angguki oleh Zayyan.


Zea terdiam lalu menatap sang kakak, Zia yang di tatap adiknya hanya mengangkat bahunya karena dia memang tidak tahu bahwa kedua anaknya itu mendengar dia dan suaminya bicara.


“Aunty sakit kan? Iya kan?” tanya Zayyah lagi.


“Emm,, sedikit kok sayang tapi lihat aunty sehat kok sekarang dan penyakit aunty bisa di sembuhkan kok. Sudah yaa lebih baik ayo kita habiskan buah ini lagi.” Ucap Zea mengalihkan pembicaraan karena dia tidak tahu harus menjawab apalagi terhadap pertanyaan kedua keponakannya itu yang masih dalam tahap penasaran sangat tinggi.


“Aunty harus sehat karena Zayyah ingin melihat adik Zayyah dalam perut aunty. Mereka dua juga kan? Kaya Zayyah dan kakak? Iya kan aunty?” tanya Zayyah.

__ADS_1


Zea pun tersenyum, “Iya mereka ada dua sayang seperti kamu dan Zayyan.” Jawab Zea.


“Apa mereka cewe?” tanya Zayyah lagi.


“Aunty belum tahu sayang.” jawab Zea.


“Semoga mereka cewe asal Zayyah punya teman.” Ucap Zayyah. Zea dan Zia yang mendengar itu pun hanya tersenyum.


“Semoga saja cowo.” Timpal Zayyan yang sibuk dengan buah.


Zayyah yang mendengarnya segera menatap sang kakak, “Kakak! Aku ingin mereka cewe. Kak kau sudah punya Zeyyan cowo. Zayyah belum punya adik cewe sedang bunda tidak di izinkan ayah lagi untuk punya adik.” Ucap Zayyah. Zia yang mendengar perkataan putrinya itu kaget pasalnya dia tidak pernah merasa mengatakan hal itu kepada anaknya itu.


“Ihh kenapa sih kalian gemes banget.” Ucap Zea. Lalu mereka segera makan buah lagi yang baru saja di antar oleh pelayan untuk yang ketiga kalinya.


***


Seperti perkataan Rasti sebelumnya, setelah 30 menit kini Rasti dan Faris tiba di kediaman Pras dan Zia. Mereka pun segera masuk begitu pelayan Zia membukakan pintu.

__ADS_1


“Hey, aunty tiba.” Ucap Rasti berteriak lalu menuju ruang keluarga di mana Zia, Zea dan ketiga keponakannya berada.


Faris yang melihat kelakuan calon istrinya itu hanya menggelengkan kepalanya lalu dia segera masuk mengikuti Rasti dengan dua tas camilan di tangannya.


“Kau sudah tiba?” sambut Zia lalu segera membalas pelukan Rasti yang memang sudah berlari memeluknya.


“Kak!” ucap Zea. Rasti pun segera melepas pelukan dari Zia dan menuju adiknya itu lalu memeluknya erat.


“Uncle Faris juga di sini? Ayo duduk uncle. Ehh maaf uncle berantakan.” Ucap Zayyah mempersilahkan Faris.


“Terima kasih cantik!” ucap Faris


Zia yang melihat Faris pun segera mempersilahkan Faris untuk duduk, “Ehh tuan Faris juga ada di sini? Apa aku ketinggalan berita?” tanya Zea menatap Rasti dan Faris bergantian setelah melepas pelukannya dengan Rasti.


Rasti tidak menjawab pertanyaan Zea tapi segera menunduk dan mencium kening ketiga keponakannya, “Aunty rindu kalian.” Ucapnya.


“Kak, ada apa ini? Apa ada yang bisa jelaskan padaku apa sebenarnya yang terjadi?” ulang Zea penasaran karena pertanyaannya tidak mendapat jawaban.

__ADS_1


“Kakakmu dan Tuan Faris itu akan menikah 3 minggu lagi.” Jawab Zia malas.


__ADS_2