Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 63


__ADS_3

Kurang lebih 30 menit kini Lian sudah tiba di Mansion utama, “Tuan muda!” sapa para pelayan.


Lian pun hanya mengangguk, “Ohiya apa nona muda ada di sini?” tanya Lian pada pelayan.


“Iya tuan, nona muda ada di taman belakang bersama tuan besar.” Jawab pelayan.


Lian pun segera menuju taman belakang di mana kakeknya dan tunangannya berada. Dia melihat Zea sedang bicara dengan kakeknya itu bahkan mereka tidak menyadari kedatangannya.


Tiba-tiba Zea menoleh lalu tersenyum begitu melihat Lian, “Kakak, kau di sini?” tanya Zea.


Lian pun segera mendekati Zea dan kakeknya, “Tentu saja aku di sini karena tunanganku ini tidak mengunjungiku dan justru ada di sini.” Ucap Lian.


“Hey, apa kau sedang cemburu pada kakekmu?” tanya George.


“Tentu saja aku cemburu karena dia hanyalah wanitaku. Dia tidak boleh dekat dengan pria manapun termasuk kakek.” Jawab Lian enteng.


“Kau?” ucap George kesal.


Zea pun hanya tersenyum melihatnya, “Kakak jika aku memang tidak bisa dekat dengan pria manapun kecuali kau lalu bagaimana dengan papa?” tanya Zea menatap tunangannya itu.


“Ah itu urusan lain. Kalau papa bisa.” Ucap Lian.


Zea dan George pun tertawa melihat kegugupan Lian, “Hahah,, ternyata kau takut juga.” Ledek George.

__ADS_1


“Tentu saja aku takut kek. Bagaimana nanti jika papa tidak merestuiku menikah putrinya.” Ucap Lian.


“Huh, dasar posesif. Belum juga suami udah posesif aja.” Ledek George.


“Aku akan segera menikahinya.” Jawab Lian yang langsung mendapat cubitan dari Zea karena malu.


“Aw, sakit sayang.” ucap Lian mengeluh.


“Rasa-in bagaimana bicaranya tidak bisa di atur.” Ucap Zea malu langsung berlari masuk ke dalam Mansion meninggalkan Lian dan kakeknya di sana.


Lian dan George pun tertawa, “Malu dia nak.” ucap George.


“Hmm,, dia sangat lucu jika begitu.” Jawab Lian membenarkan.


“Doa-in yaa kek semoga lamaranku malam ini berjalan lancar.” Ucap Lian.


George yang mendengar itu pun tersenyum, “Gercep juga kau. Baiklah doa kakek menyertaimu.” Ucap George.


Akhirnya dua pria berbeda generasi itu pun masuk ke Mansion.


***


Singkat cerita, kini malamnya Lian segera menjemput Zea di rumah Pras dan Zia. Lian pun masuk ke rumah calon kakak iparnya itu.

__ADS_1


“Selamat malam tuan, nyonya!!” sapa Lian kepada Zia dan Pras yang sedang ada di ruang tamu.


“Duduklah!” ucap Pras.


Lian pun ikut duduk di hadapan calon kakak iparnya itu dengan sedikit gugup, “Apa kau akan menjemput Zea?” tanya Zia menatap calon adik iparnya itu.


“Iya nyonya.” Jawab Lian.


“Hahah,, kamu lucu jangan panggil saya nyonya panggil kakak. Bukankah sebentar lagi kau akan menjadi adik iparku.” Ucap Zia tersenyum.


“Aaa i-itu. Baiklah kak.” Ucap Lian.


“Apa kau tidak berniat menikah adikku?” tanya Zia menyelidik.


Lian yang mendengar itu pun segera menatap Zia, “Bukan begitu kak. Jika bisa saya ingin secepatnya menikahinya.” Ucap Lian tegas dan Zia hanya tersenyum melihatnya.


“Baby, jangan mengujinya seperti itu.” Ucap Pras.


“Jika kau memang ingin menikahinya maka segera temui papa dan mama.” Lanjut Pras.


“Tentu tuan.” Jawab Lian.


“Baiklah kalau begitu kami tunggu kedatanganmu.” Ucap Pras.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Zea keluar dengan gamis panjangnya dan juga hijabnya. Setelah itu mereka segera berpamitan kepada Pras dan Zia.


__ADS_2