Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 151


__ADS_3

“Sha, apa dia tidak merindukanku? Kenapa sampai saat ini dia tidak menyusulku? Apa dia sudah melupakanku? Apa waktu sebulan yang kuberikan agar dia merindukanku tidak cukup?” tanya Rasti kepada pelayannya itu.


Pelayannya pun menatap Rasti bingung karena dia tahu ini adalah permintaan Rasti sendiri yang tidak ingin di susul. Ingin rasanya dia mengatakan bahwa Faris juga sangat merindukan Rasti tapi dia dan bodyguard Rasti sudah terikat janji untuk menutupi kedatangan Faris dan bodyguardnya. Dia hanya tidak menyangka bahwa ternyata mereka berdua sama-sama bodoh.


“Nona bukankah anda yang meminta untuk tidak di susul kesini?” tanya Shani pelayannya itu.


Rasti pun menatap pelayannya itu, “Kau benar aku memang memintanya tapi aku melakukan itu ahh tapi seharusnya dia peka padaku. Apa aku harus mengatakan bahwa aku merindukannya dan ingin dia menyusul kesini.” Ucap Rasti frustasi.


Shani pun hanya bisa menggelengkan kepalanya karena ternyata memang benar dugaannya bahwa Faris dan Rasti itu sama-sama bodoh. Satunya tidak ingin harga dirinya jatuh dan satunya lagi menghormati permintaan kekasihnya padahal hal yang mereka lakukan hanya menyiksa diri masing-masing.


***

__ADS_1


Sementara di sisi Pras dan Zia selama sebulan ini mereka menyelesaikan masalah dengan Kimy yang seminggu lalu melakukan bunuh diri di penjara setelah di nyatakan oleh hakim bahwa dia akan mendapatkan hukuman seumur hidup karena kejahatan yang dia lakukan selama ini. Yah Pras dan Zia tidak melepaskan begitu saja kasus ini terutama Pras karena dia tidak ingin Kimy memiliki kesempatan lagi untuk menyentuh atau melukai keluarga kecilnya. Jadi dia memutuskan untuk mengawasi persidangan yang berjalan dan memastikan bahwa Kimy mendapat hukuman yang setimpal.


“By, akhirnya kita selama seminggu ini bisa bernafas lega walau aku sedih kenapa dia harus melakukan bunuh diri.” Ucap Zia yang kini sedang bermanja-manja di lengan sang suami padahal Pras itu hanya datang untuk makan siang tapi entah kenapa Zia memintanya untuk tidak pulang lagi ke kantor.


Pras pun menuruti keinginan istrinya itu mungkin istrinya itu ingin menghabiskan waktu berdua karena waktu mereka tersita karena kasus Kimy, “Kamu benar tapi jangan sedih karena kematiannya itu sudah menjadi keputusannya sendiri.” Ucap Pras.


Zia pun hanya mengangguk, “By, kenapa Rasti belum juga kembali? Kasihan tahu Faris.” Ucap Zia.


“Apa kita minta saja Faris menyusulnya? Kasihan Faris loh by dia seperti tidak terurus bahkan terlihat kurus dengan rambut panjangnya.” Ucap Zia.


“Faris sudah menyusulnya sayang tapi Faris tidak menemuinya karena dia menghormati permintaan Rasti yang tidak ingin di susul.” Ucap Pras yang memang mengetahui laporan itu dari bodyguard Rasti.

__ADS_1


“Kok gitu sih?” ucap Zia.


“Gak tahu sayang mereka sama-sama bodoh.” Ucap Pras.


“Kita harus mengakhiri ini by karena hal ini terjadi pada mereka karena kita.” Ucap Zia.


“Lalu kamu inginnya bagaimana sayang. Aku tidak mungkin memaksa Rasti kemari dia itu sangat keras kepala sayang.” Ucap Pras.


“Kita tidak akan memaksanya tapi kita bisa meminta Faris menjemputnya.” Ucap Zia.


“Aku yakin Faris akan menolak karena dia itu bodoh yang taat pada permintaan Rasti.” Ucap Pras.

__ADS_1


“Iss maka kita harus meyakinkannya.” Ucap Zia. Pras pun hanya mengangguk mengiayakan permintaan istrinya karena dia tahu hal ini terjadi karena dirinya. Setelah itu mereka menghabiskan waktu dengan ketiga buah hati mereka.


__ADS_2