Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 15


__ADS_3

Hari-hari pun berlalu dengan cepat tanpa terasa usia kandungan Zia tinggal menghitung hari. Pras pun sering datang ke vila, Pras sepertinya memang sudah mencintai Zia. Dia pun jadi merasa bersalah pada gadis yang ditidurinya jika dia memandang Zia. Tapi entah kenapa Pras pun sangat susah untuk menghilangkan bayang-bayang Zia.


Seperti saat ini Pras ada di vila menemani Zia. Rasti juga ada disana, dia sudah sebulan ini menginap di vila karena menjaga Zia padahal Zia sudah menolaknya tapi karena keras kepalanya, akhirnya Zia-lah yang mengalah.


“Kak, kenapa kau selalu datang kesini? Bukankah kami selalu mengirim keripik tepat waktu.” Ucap Rasti.


“Emang gak boleh kakak kesini?” tanya Pras.


“Boleh saja tapi kakak aneh saja selalu datang kesini. Jangan katakan jika kakak mencintai kak Zia.” Ucap Rasti.


“Emang iya.” Jawab Pras.


“Kakak! Kau gak boleh mencintai kak Zia karena kau harus mencari gadis itu.” Ucap Rasti.


“Kakak pun ingin melakukan itu hanya saja kakak berharap Zia adalah gadis itu. Bisa gak sih Ra?” tanya Pras sambil memandang Zia yang saat ini sedang bicara dengan Ammar dan Hanifa.


“Jika itu memang benar kak, aku bahagia akan memiliki kakak ipar seperti kak Zia. Dia adalah kakak ipar impianku. Tapi jika itu benar, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi. Selama ini aku hanya melihat sisi sabar kak Zia dan aku yakin marahnya orang sabar pasti menakutkan kak.” Ucap Rasti ikut memandang Zia.


“Kakak tidak memikirkan itu Ra. Kakak hanya berharap dia adalah gadis itu. Jika itu benar maka kakak pasti akan berusaha dengan cara apapun agar dia memaafkan kakak dan mau menerima kakak. ” ucap Pras.


***


Keesokan paginya.


“Kak, ada apa? Apa kau sudah merasakan sakit?” tanya Rasti yang melihat Zia seperti meringis.


“Gak kok dek, kakak baik-baik aja.” Ucap Zia.


“Ah, lebih baik kita segera ke rumah sakit. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi.” Ucap Rasti.


“Ayo kak kita ke rumah sakit.” Ajak Rasti.


Akhirnya Zia pun ikut ke rumah sakit karena kontraksi yang dia rasakan sudah sering dan berdekatan. Zia pun ke rumah sakit dengan ditemani oleh Rasti, Hanifa dan Ammar.


***


Sesampainya dirumah sakit Zia segera diperiksa oleh dokter dan ternyata sudah pembukaan empat sehingga dia segera dipindahkan ke ruang bersalin.


“Ra, bagaimana keadaan Zia?” tanya Pras khawatir seperti seorang suami yang menunggu istrinya.


“Kak Zia sudah pembukaan empat dan sekarang sudah ada diruang bersalin.” Jawab Rasti.


“Dimana ruang bersalinnya?” tanya Pras.


“Disana! Ee,, tapi kenapa kakak menanyakannya?” tanya Rasti.


“Tentu saja kakak ingin melihatnya.” Ucap Pras spontan.

__ADS_1


“Hey kakak! Kau itu bukan suaminya. Jadi tenanglah.” Ucap Rasti.


Pras pun seketika sadar tapi dia tetap menuju ruang bersalin berada dan menunggu disana. Tidak lama datanglah Celine dan Andrew dan segera bergabung dengan Pras di depan ruang bersalin. Sementara Hanifa berada didalam menemani Zia sedangkan Ammar dia juga ada diluar. Rasti pergi keluar rumah sakit karena ada yang harus dia beli.


Kurang lebih tiga jam akhirnya pembukaan Zia lengkap. Dokter dan beberapa bidan pun segera membantu proses kelahiran Zia. Setengah jam berlalu akhirnya terdengar tangisan bayi dari luar dan lima menit kemudia terdengar tangisan bayi kembali.


Semua orang yang ada diluar seketika mengucap syukur begitu mendengar kedua tangisan bayi itu yang saling bersahut-sahutan didalam ruang bersalin. Jangan kalian tanya bagaimana perasaan Pras, dia seperti menunggu istrinya melahirkan saat terdengar kedua tangisan bayi itu seketika airmatanya jatuh.


***


Kini Zia dan kedua bayinya sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Ruang perawatan yang dipakai Zia adalah VVIP, itu adalah kemauan Pras. Dia yang mengatur semua itu. Semua orang sudah ada didalam ruang rawat Zia.


“Kakak selamat untukmu!” peluk Rasti menangis. Zia pun hanya membalas memeluk Rasti.


“Kakak, apa jenis kelamin kedua bayimu?” tanya Rasti setelah dia puas memeluk Zia.


“Satu cowo dan satu cewe.” Jawab Zia.


“Mana yang lahir lebih dulu?” tanya Celine.


“Yang cowo lahir lebih dulu mih!” jawab Zia.


Zia dan Celine pun segera menuju kedua box bayi itu dan segera melihatnya. Seketika Celine kaget melihat wajah kedua bayi mungil itu karena wajah kedua bayi mungil itu sangat mirip Pras sewaktu dia dilahirkan. Andrew yang melihat ekspresi istrinya pun ikut mendekati kedua box bayi itu dan melihatnya. Dia hanya diam melihatnya, dia sudah semakin yakin bahwa Zia adalah gadis yang ditiduri putranya.


“Pak Pras silahkan azani kedua bayi anda.” Ucap dokter yang selama ini memeriksa Zia saat USG.


“Pak Pras ayo azani bayi anda. Anda pasti terharu karena memiliki dua bayi mungil yang sangat tampan dan cantik.” Ucap dokter.


Pras pun melihat kearah Zia yang saat ini berbaring di ranjang pasiennya, “Apa boleh?” izin Pras.


Seketika semua orang menatap Zia menunggu jawaban yang akan Zia berikan, “Tentu saja kak! Silahkan!” izin Zia.


Pras pun segera mengazani kedua bayi itu bergantian. Dia mengazani yang cowo terlebih dahulu setelah itu yang cewe. Dia pun mengazani kedua bayi di dalam gendongannya. Dia menggendong bayi itu bergantian dengan dibantu oleh dokter. Saat Pras mengazani kedua bayi mungil itu membuka kedua mata mereka memandang Pras seolah-olah menghafal wajah itu.


Setelah Pras mengazani kedua bayi itu segera dikembalikan di box mereka kembali. Pras pun tidak bisa mengalihkan pandangannya dari kedua bayi itu.


“Kak, siapa nama mereka?” tanya Rasti.


“Na-nama mereka yang cowo Azzaky dan dan yang cewe Azzalea.” Jawab Zia tersenyum.


“Nama yang sangat cantik. Hai twins A.” ucap Rasti.


“Apa bisa aku memberikan mereka nama juga?” izin Pras memandang Zia.


“I-itu,,” ucap Zia.


“Please! Boleh ya?” mohon Pras.

__ADS_1


“Baiklah, kakak boleh memberikan mereka nama.” Ucap Zia.


“Baiklah yang cowo Ruzayyan dan yang cewe Ruzayyah.” Ucap Pras memandang kedua bayi mungil itu.


“Kalau begitu papi juga ingin memberi mereka nama yaitu Mahendra. Jadi yang cowo adalah Ruzayyan Azzaky Mahendra dan yang cewe Ruzayyah Azzalea Mahendra.” Ucap Andrew.


“Kamu gak boleh menolaknya nak.” Ucap Andrew segera memandang Zia.


Zia pun hanya diam saja, “Terimah kasih pih, ta-tapi itu adalah nama keluarga kalian. Me-mereka gak,,”


“No, kamu gak boleh menolaknya.” potong Andrew.


“Biarkan saja nak. Mami mohon izinkan kami memberikan nama itu pada mereka.” Ucap Celine.


Zia pun akhirnya pasrah menerimanya, “Nah, sekarang nama kalian sudah ada baby twins. Jadi kau adalah Ruzayyan Azzaky Mahendra dan kau adalah Ruzayyah Azzalea Mahendra.” Ucap Rasti, seketika kedua bayi mungil itu tersenyum sepertinya mereka menyukai nama itu.


“Kak, nanti mereka dipanggilnya dengan apa?” tanya Rasti memandang Zia.


“Zayyan dan Zayyah.” Jawab Pras.


“Kakak! Aku tidak menanyaimu, aku menanyai kak Zia.” Ucap Rasti memandang kakaknya tapi Pras tidak memperdulikannya dan tetap memandang kedua bayi itu.


“Iya, mereka akan dipanggil seperti.” Ucap Zia.


“Jadi sudah fix yaa nama panggilan kalian yaitu Zayyan dan Zayyah. Apa kalian senang?” tanya Rasti kepada twins Z itu.


“Aunty tebak kalian pasti suka kan?” tanya Rasti.


Semua yang ada disana pun hanya tersenyum melihatnya. Hans yang memang sudah tiba sejak tadi pun hanya tersenyum melihat tuan mudanya yang terus memandang kedua bayi mungil itu. Sementara Andrew dan Celine sudah keluar entah pergi kemana.


*


*


Yeay, selamat datang twins Z !!


*


*


*


Happy reading guys !!😊


Jangan lupa like, komen, vote, dan favoritin.🙏🏻


Mohon maaf jika ada typo guys,,🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2