Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 58


__ADS_3

Semua para tamu undangan pun menyambut dengan tepuk tangan, “Kak, apa maksudnya ini?” bisik Zea.


“Tersenyum dam bersikaplah normal. Jika kau punya pertanyaan nanti saja. Sekarang fokus saja.” Balas Rasti berbisik.


Zea pun akhirnya bersikap normal walau hatinya saat ini bertanya-tanya dan bercampur deg-degan.


Lian yang sebenarnya kaget kenapa Rasti pindah dan membuat Zea di dekatnya pun sebenarnya kaget tapi dia mencoba normal.


Saat sampai di tempat yang telah di sediakan, Zea menatap sekeliling di mana di sana ada kedua orang tuanya serta Zia yang tersenyum menatap adiknya. Lalu dia pun menatap dekorasi di mana di sana sudah tertulis pertunangan Zeandra Putry Malik dan Alvan Aulian Putra. Lian pun melakukan hal yang sama lalu segera menatap sang kakek yang hanya tersenyum menatapnya.


Zea dan Lian pun yang kini sudah mengerti apa yang terjadi hanya saling menatap hingga suara MC menyadarkan mereka, “Wow, sepertinya pasangan kita kali ini saling terpesona sehingga mereka tidak bisa memalingkan wajah dari pasangannya.” Ucap MC


“Nak, duduklah.” Ucap Alya dan Gibran.

__ADS_1


“Lian, apa kau akan terus menatapnya tanpa duduk dulu.” Goda George. Lian pun segera sadar dan duduk di samping sang kakek.


Sementara para tamu undangan hanya tersenyum melihat pasangan itu yang terlihat malu-malu satu sama lain padahal mereka tidak tahu bahwa mereka sedang bingung.


MC pun segera memandu acara inti dan kini Zea dan Lian telah bertukar cincin dengan Zia yang memakaikan cincin kepada calon adik iparnya dan juga adik kesayangannya, “Selamat dek!!” ucap Zia memeluk adiknya itu. Semua anggota keluarga juga mengucapkan selamat kepada Lian dan Zea.


Kini semua acara pun berangsur-angsur berakhir dan para tamu undangan pun satu persatu pulang setelah mengucapkan selamat kepada pasangan itu.


Sementara di sudut lain ada sepasang mata yang menatap pasangan itu dengan sedih, “Tuan, bukankah gadis itu gadis yang sama di taman?” tanya Reno.


“Sudahlah, aku akan melepaskannya untuk sahabatku. Mungkin memang bukan takdirnya. Selamat tinggal gadis taman.” Lanjut Faris lalu melangkah ke pelaminan untuk memberikan selamat kepada sahabatnya. Reno pun hanya mengikuti tuan mudanya itu.


“Selamat bro!!” ucap Faris memeluk sahabatnya itu.

__ADS_1


Lalu dia melepas pelukannya dan beralih menatap gadis yang sudah mencuri hatinya dan patah hati itu dengan tersenyum, “Selamat untukmu gadis taman!!” ucap Faris tersenyum.


Zea pun menatap pria di hadapannya itu dengan tersenyum, “Gadis taman?” tanya Lian menatap Zea dan sahabatnya itu.


“Terima kasih kak Faris sudah datang dan terima kasih atas pertolonganmu waktu itu.” Jawab Zea lembut.


“Hahah,, kau sudah mengingatku bahkan namaku, aku pikir kau melupakanku lagi?” canda Faris tertawa.


“Maaf untuk itu.” Ucap Zea.


“Apa kalian saling kenal?” tanya Lian melihat sahabatnya yang akrab dengan Zea.


Faris pun mengangguk, “Begitulah tapi aku langsung patah hati di waktu yang bersamaan.” Ucap Faris lalu berlalu karena jika tidak di pastikan dia tidak akan bisa menerima hal ini.

__ADS_1


Sementara Lian bertanya-tanya lalu mengingat perkataan sahabatnya itu beberapa hari yang lalu, dia pun menatap Zea dalam, “Apa gadis unik yang di katakannya itu Zea?” batin Lian.


“Ada apa kakak menatapku seperti itu? Apa ada yang salah?” tanya Zea malu karena di tatap oleh Lian seperti itu.


__ADS_2