
“Tenang by, aku kan saat ini baik-baik aja tanpa terluka sedikit pun selain itu juga kita belum tahu siapa sebenarnya dalang di balik semua ini.” ucap Zia menenangkan sang suami.
“Huh, aku takut jika ada yang terjadi padamu! Aku tidak bisa hidup tanpamu baby!” ucap Pras memeluk Zia erat.
“Aku tahu!” balas Zia.
“Mulai hari ini dan seterusnya jika kamu mau pergi gak usah bawa mobil sendiri biar supir yang mengantarmu dan juga aka nada bodyguard lagi yang mengikutimu dan kamu harus menerimanya. Tidak boleh menolaknya!” ucap Pras.
Zia pun hanya mengangguk karena dia tidak ingin sang suami juga khawatir akan keselamatannya.
Seminggu berlalu dan orang yang mengikuti Zia pun sudah tidak ada lagi tapi Pras tetap memerintahkan bodyguard untuk terus menjaga sang istri karena dia tidak ingin saat mereka lengah aka nada sesuatu yang terjadi pada istrinya. Zia pun tetap membiarkan semua keputusan suaminya itu karena dia tahu itu semua untuk kebaikannya.
Pras juga mengumpulkan anak buahnya untuk mencari tahu dalang dari semua itu tapi tetap belum menemukan siapapun bahkan mobil yang mengikuti Zia waktu itu ternyata sudah dimusnahkan dengan di jatuhkan ke jurang.
__ADS_1
***
Sementara di sisi lain, “Mih, Pih cepat! Aku tidak ingin terlambat.” Ucap Faris.
“Iya ih dasar tidak sabaran.” Ucap Alice.
“Sudahlah Mih. Kau kan tahu anak kita itu sudah bucin.” Timpal Gifari.
Singkat cerita, kini mereka sudah tiba di kediaman keluarga nomor satu di kota ini, “Assalamu’alaikum!” salam Faris.
“Wa’alaikumsalam. Silahkan masuk tuan, nyonya! Tuan dan nyonya besar sudah menunggu di dalam.” Ucap pelayan mempersilahkan mereka.
Faris dan orang tuanya pun segera masuk dan begitu mereka tiba di ruang tamu sudah di sambut dengan hangat oleh tuan rumah.
__ADS_1
“Selamat datang di rumah kami!” ucap Andrew menyapa tamunya itu.
“Silahkan duduk!” sambung Celine mempersilahkan tamunya.
Faris dan orang tuanya pun segera duduk di hadapan Andrew dan Celine. Setelah ketiga taunya duduk ada pelayan yang mengantarkan minuman dan camilan untuk kelima orang itu, “Hmm,, apa bisa kamu tahu maksud dan tujuan tuan dan nyonya datang kemari?” tanya Andrew basa basi padahal dia sudah bisa menduga apa maksud kedatangan ketiga orang di depannya itu.
“Tuan Andrew terlalu sungkan panggil saja Gifari dan sepertinya tanpa kami mengatakan apa maksud kami kalian pasti sudah bisa menduganya dan kami juga meminta permohonan maaf sebelumnya karena sepertinya kedatangan kami ini sudah mengganggu waktu tuan dan nyonya. Maksud kedatangan kami kesini karena ingin melamar putri anda yang bernama Prasti Permata Mahendra untuk dijadikan istri oleh putra kami Faris Hayyan Gifari. Sekiranya tuan dan nyonya mempertimbangkan lamaran kami ini.” ucap Gifari.
Andrew dan Celine yang mendengarnya pun tersenyum, “Hmm,, untuk hal ini kami sepertinya tidak bisa memutuskannya karena ini menyangkut kehidupan putri kami. Jadi kami ingin dia sendirilah yang memutuskannya karena kami tidak ingin salah lagi memutuskan untuknya. Jadi biar dia sendiri yang memilih menerima atau menolak lamaran ini tapi jika di serahkan kepada kami maka kami akan menyetujui apapun keputusan putri kami itu.” Jawab Andrew.
“Lalu di mana putri tuan dan nyonya? Apa dia bekerja?” tanya Alice.
“Nyonya tenang saja putri kami sedang dalam perjalanan pulang kesini dan saya harap anda gak usah memanggil saya dengan sebutan nyonya karena mungkin sebentar lagi kita akan menjadi besan.” Timpal Celine tersenyum.
__ADS_1