Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 96


__ADS_3

Kini Faris sedang makan di suapi Rasti karena tangan kanannya yang cedera, “Saya hanya bisa membantu anda sarapan karena saya harus ke kantor. Ohiya ponsel anda itu sudah saya isi dayanya. Jadi anda bisa menelpon orang tua anda atau asisten anda untuk merawat anda di sini.” Ucap Rasti di sela-sela dia menyuapi Faris.


Perkataan Rasti itu seketika membuat Faris sadar bahwa dia memang belum menelpon orang tuanya karena terlalu senang melihat Rasti yang menjaganya, “Anda dengar kan yang saya katakan?” tanya Rasti karena menyadari Faris yang melamun.


Faris pun mengangguk, “Saya akan menelpon mereka.” Jawab Faris.


Rasti pun hanya mengangguk lalu menyuapkan suapan terakhir untuk Faris. Setelah itu dia segera mengambil barang-barang Faris dan memberikannya kepada pemiliknya, “Hmm,, bisakah kamu menelpon mereka.” Pinta Faris.


“Kenapa saya? Kan bisa sendiri.” Tolak Rasti.


Faris hanya mengisyaratkan bahwa kedua tangannya susah di pakai, “Ah baiklah! Apa nama kontaknya? Tapi ingat hanya membantu saja menelpon tapi anda sendiri yang bicara.” Ucap Rasti.


Faris pun mengangguk lalu Rasti segera menelpon orang tua Faris setelah Faris menyebutkan nama kontak maminya. Tidak lama kemudian tersambung dan Faris pun segera bicara dengan maminya itu.

__ADS_1


Alice yang mendengar putranya kecelakaan tentu saja kaget dan langsung heboh yang kemungkinan besar sudah membangunkan seisi rumah.


“Hmm,, karena orang tua anda akan kemari saya pamit.” Ucap Rasti segera mengatur barang-barangnya.


“Tidak bisakah kamu menunggu sampai mereka datang baru pulang?” pinta Faris memelas.


“Tuan anda bukan anak kecil yang harus di jaga selama 24 jam. Sudah jangan manja, saya harus pergi. Tenang saja saya akan meminta perawat untuk menjaga anda di sini sampai orang tua anda datang tapi saya gak bisa menjaga anda karena saya harus menghadiri rapat pagi ini.” jelas Rasti.


“Hmm,, terserah padamu apa tapi saya senang kau kembali lagi. Terima kasih!” ucap Faris.


Rasti pun hanya menggelengkan kepalanya lalu segera keluar karena rapat perusahaannya akan di adakan satu jam lagi. Sebelum dia pergi, dia meminta kepada dokter dan perawat untuk memeriksa keadaan Faris lalu dia pergi dan di saat yang sama orang tua Faris juga tiba dan mereka hanya saling melewati.


Rasti yang memang tidak mengenal orang tua Faris tidak sadar tapi papinya Faris yang sekilas melihat Rasti sadar tapi dia tetap mengikuti sang istri yang sudah bertanya di mana ruang perawatan Faris.

__ADS_1


“Nak, bagaimana kau bisa begini?” tanya Alice segera mendekati sang putra yang sementara di periksa dokter.


“Mih, aku gak apa-apa kok.” jawab Faris.


“Gak apa-apa gimana, tangan kamu aja sampai di gips begini.” Ucap Alice.


“Mih, jangan ribut biarkan dokter dan perawat bekerja dengan tenang memeriksa putra kita.” Ucap Gifari.


“Ah, baiklah!” ucap Alice menurut.


Tidak lama dokter dan perawat itu selesai memeriksa dan mengganti cairan infus Faris yang baru saja habis, “Emm tuan untung saja semalam kekasih anda datang.” Ucap dokter.


“Kekasih?”

__ADS_1


__ADS_2