Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 169


__ADS_3

Kini Faris dan Rasti sedang berbaring di ranjang sambil melihat hasil foto mereka setelah puas mengambil foto, “Ini bagus!” ucap Rasti tertawa.


Faris pun melihatnya, “Bagus apanya sayang? Lihatlah aku sangat jelek di sana. Hapus saja sayang!” ucap Faris sambil mengambil ponsel sang istri.


Rasti justru menggeleng menolak, “Gak ini itu sangat lucu tahu.” Ucap Rasti kembali menatap layar ponselnya dan terus memandangi foto Faris dan dirinya yang kocak.


“Tau gak kakak di sini sangat lucu dan imut. Aku tidak akan mungkin menghapusnya. Aku akan menjadikannya wallpaper ponselku.” Ucap Rasti sambil mengatur foto itu untuk di jadikan wallpaper tapi belum dia selesai Faris sudah merebut ponselnya.


“Kak! Siniin.” Pinta Rasti.


“Gak akan jika kamu masih akan membuatnya jadi wallpaper, kan ada foto lain sayang. Kenapa coba yang itu. Jika kamu memang gak ingin menghapusnya yaa gak apa-apa tapi jangan jadikan wallpaper juga dong.” Ucap Faris.


“Iss tapi aku sukanya foto itu.” ucap Rasti.

__ADS_1


“Kalau begitu kakak akan menyita ponselmu.” Ucap Faris.


Rasti pun mencebikkan bibirnya kesalnya, “Ck, baiklah aku tidak akan menjadikannya wallpaper, yaa sudah siniin ponselku.” Ucap Rasti.


“Janji?” tanya Faris.


“Iya janji. Dasar bawel.” Balas Rasti meraih ponselnya yang masih di tangan sang suami.


“Apa imbalannya jika kamu mengingkari janji?” tanya Faris.


“Harus ada sayang!” ucap Faris lalu segera mengecup kening istrinya itu.


Rasti pun menatap Faris, “Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan yaa kak.” Ucap Rasti.

__ADS_1


Faris pun terkekeh dan itu di gunakan Rasti untuk mengambil ponselnya, “Kakak gak mengambil kesempatan dalam kesempitan loh kan saat ini kita juga sudah sah sebagai suami istri jadi jika pun ngelakuin yang lebih dari itu juga gak masalah.” Ucap Faris.


“Iss,, jangan mesum yaa kak.” Ucap Rasti.


“Mesum? Bagian mana perkataan kakak yang mesum? Lagian juga walau mesum gak apa dong kan sama istri sendiri.” Ucap Faris tersenyum.


“Tau ahh terserah deh. Malas debat sama kakak.” Ucap Rasti kembali melihat foto di albumnya.


Faris pun tersenyum lagi dan memeluk Rasti erat seraya mengecup kepala Rasti berulang kali. Rasti membiarkan apa yang dilakukan oleh suaminya itu dan tetap fokus memilah foto di albumnya, “Apa sebegitu menariknya foto itu daripada suamimu ini sayang?” tanya Faris dengan cemburu dalam perkataannya dan Rasti yang tidak memandang sang suami langsung saja mengangguk dan itu membuat Faris kesal.


“Sayang, jika kamu belum puas melihat foto itu lebih baik lihat aslinya yang ada di hadapanmu ini. Buat apa hanya melihat di gambar saja jika aslinya ada di dekatmu sayang.” ucap Faris mengambil ponsel Rasti lalu meletakkannya di atas kepala mereka dan dia sedikit menindih sang istri.


Rasti pun kaget dengan apa yang dilakukan oleh sang suami dan mulai memasang alarm bahaya, “Kak, ayo lepasin Rasti dong. Jangan kaya gini.” Ucap Rasti dengan wajah memerah karena memang wajah keduanya sangat dekat.

__ADS_1


Faris tetap dalam posisinya dan semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah sang istri seolah-olah perkataan Rasti tidak terdengar hingga membuat Rasti hanya bisa menelan ludahnya kasar karena sudah bisa menebak apa yang diinginkan oleh suaminya itu.


Yah, Rasti sebagai wanita dewasa tentunya mengerti apa yang di inginkan oleh suaminya itu dan mengerti kebutuhan apa yang di inginkan suaminya dan dia sebagai seorang istri tentu tahu apa kewajibannya.


__ADS_2