Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 149


__ADS_3

Kini Faris sudah ada di kediaman orang tua calon istrinya karena dia tidak ingin di cap sebagai calon suami yang tidak bertanggung jawab terhadap calon istrinya. Jadi dia datang kesini untuk menjelaskan semuanya.


“Eehh tuan Faris, silahkan masuk. Tuan dan nyonya sudah menunggu di ruang tamu.” Ucap Pelayan yang membukakan pintu untuk Faris.


Faris pun hanya mengangguk lalu segera menuju ruang tamu, “Duduk nak!” ucap Andrew begitu melihat Faris. Faris pun segera duduk dia pasrah akan apa yang terjadi nanti.


“Apa kau baik-baik saja nak?” tanya Celine menatap calon menantunya itu yang terlihat menunduk tidak berani menatap mereka.


Faris yang mendengar hal itu pun segera mengangkat wajahnya dan menatap keduanya, “Apa papi dan mami gak marah padaku? Rasti pergi karena ketelodoranku.” Ucap Faris.


Andrew dan Celine pun hanya tersenyum, “Kami marah? Kenapa kami harus marah padamu?” tanya Andrew.

__ADS_1


Faris pun kini bingung dengan perkataan Andrew itu karena dia pikir dia akan mendapatkan bogem mentah dari calon ayah mertuanya itu karena sudah menyakiti hati putrinya, “Apa papi dan mami gak tahu apa yang sudah terjadi?” tanya Faris.


“Kami tahu nak tapi kami juga tahu kau gak salah apapun. Kami di sini justru ingin meminta maaf kepadamu karena pernikahan kalian harus di tunda dulu menunggu putri nakal kami itu selesai dari liburannya.” Ucap Celine.


“Mami sudah tahu?” tanya Faris kaget.


“Maksudnya?” tanya Celine balik.


“Sudahlah papi harap kau setia menunggunya kembali dan maafkan dia yang masih ingin menikmati liburannya, mungkin dia ingin menikmati liburannya kali ini sebagai liburan terakhir sebelum berubah status menjadi istrimu. Jadi kami mohon nak berikan dia waktu.” ucap Andrew.


“Papi dan mami gak perlu memohon. Aku akan selalu menunggunya walau berapa lama pun aku tetap akan menunggunya.” Ucap Faris.

__ADS_1


“Terima kasih nak!” ucap Celine.


“Aku yang harusnya berterima kasih mih karena kalian masih mau menerimaku sebagai calon menantu walau ada kejadian begini.” Ucap Faris.


“Kau itu pria yang di cintai oleh putry kami. Tentu saja kami akan menerimamu. Sudah semoga saja liburannya cepat selesai dan dia segera pulang. Kami pastikan saat nanti dia kembali maka pernikahan kalian akan segera di laksanakan.” Ucap Andrew.


Faris pun hanya mengangguk lalu dia segera berpamitan pulang karena dia masih harus menjelaskan keadaan ini kepada orang tuanya dan sama seperti yang terjadi di rumah Celine dan Andrew begitu dia tiba dan ingin menjelaskan semuanya kepada orang tuanya, kedua orang tuanya itu ternyata sudah tahu juga dan mereka menerima penundaan pernikahan ini dengan senang hati karena memang undangan pernikahan belum di sebar dan semua vendor sudah di reschedule kembali.


“Ra, cepatlah pulang. Aku menunggumu sayang!” ucap Faris menatap foto besar Rasti di kamarnya.


Sementara di sisi Rasti, kini dia sudah dalam pesawat yang akan membawanya ke Negara yang dia tuju untuk menjadi tempat tujuan liburannya, “Aku akan segera kembali calon suamiku. Tunggu aku dan kita akan segera menikah dan punya anak nanti.” Ucap Rasti tersenyum menatap walpaper ponselnya yang terpampang foto tampan Faris di sana.

__ADS_1


__ADS_2