
Kita tinggalkan sepasang suami istri yang sedang berbahagia itu, “Gaby, ke ruanganku sekarang!” panggil Rasti.
Gaby pun segera masuk ke ruangan Rasti, “Ada apa nona?” tanya Gaby.
“Tolong kamu hubungi asisten nya tuan Faris katakan aku meminta bertemu dengan tuan Faris karena ada yang harus aku bicarakan.” Ucap Rasti.
“Baik nona.” Jawab Gaby.
Gaby pun segera keluar dari ruangan Rasti dan menuju ruangannya untuk melaksanakan tugas dari nona mudanya itu.
Sementara di sisi lain, “Tuan!” panggil Reno.
“Ren, jika kau ingin menyuruhku menemui klien hari ini batalkan saja, aku lagi gak mood.” Ucap Faris sebelum mendengar penjelasan dari asistennya itu.
“Tuan seperti wanita saja pake mood segala.” Gumam Reno tapi masih bisa di dengar oleh Faris.
“Apa kau mengatakan sesuatu Ren?” tanya Faris.
__ADS_1
“Ah gak ada tuan muda. Emm,, tapi apa tuan muda memang tidak ingin menemui klien hari ini?” ulang Reno.
“Ren, kau kan tahu aku tidak suka mengatakan perkataan sama dua kali.” Balas Faris yang entah kenapa dia gak memiliki mood ketemu orang lain hari ini.
“Lalu tuan ingin ketemu klien kapan agar saya bisa mengatur jadwalnya.” Ucap Reno.
“Hmm,, aku belum memikirkannya nanti jika moodku sudah kembali baik aku akan mengatakannya padamu.” Ucap Faris.
Reno pun mengangguk, “Baiklah jika begitu. Kasihan nona Rasti,,” gumam Reno berlalu tapi suaranya masih bisa di dengar Faris.
“Kau mengatakan apa tadi?” tanya Faris menatap asistennya.
“Kata terakhir?” tanya Faris.
“Nona Rasti?” jawab Reno tapi seolah bertanya juga pada tuannya.
“Ada apa dengannya?” tanya Faris.
__ADS_1
“Ah nona Rasti gak apa-apa tuan, nona Rasti pasti akan mengerti jika memang anda tidak ingin menemuinya hari ini karena mood anda masih buruk. Jadi lebih baik anda memperbaiki mood saja.” Jawab Reno.
“Jadi maksudmu nona Rasti ingin menemuiku?” tanya Faris.
Reno pun mengangguk, “Tadi nona Gaby menelpon menyampaikan pesan dari nona Rasti ingin mengajak anda bertemu membahas sesuatu yang penting terkait kerja sama tapi karena tuan muda masih gak mood menemui klien hari ini. Tuan muda jangan khawatir saya akan membantu anda menyampaikannya” ucap Reno.
Faris entah kenapa tersenyum mendengar penjelasan asistennya itu, “Hmm,, kata siapa aku tidak ingin menemui klien hari ini?” tanya Faris.
“I-itu tadi tuan,,” ucap Reno terpotong.
“Kapan aku mengatakannya? Aku akan menemuinya, sana katakan saja pada asistennya bahwa aku akan menemuinya.” Ucap Faris sambil tersenyum.
“Tapi tuan tadi anda mengatakan bahwa tidak ingin menemui siapapun kareno mood anda,,” ucap Reno lagi-lagi terpotong.
“Kapan aku mengatakan itu, aku melupakannya atau mungkin kau yang salah dengar. Aku hari ini sangat mood menemui klien. Sudah kau jangan bertanya cepat tanyakan akan bertemu di mana.” Ucap Faris.
“Jangan bertanya dan lakukan saja.” Lanjut Faris begitu melihat bahwa asistennya itu ingin protes.
__ADS_1
Reno pun hanya bisa menghela nafasnya dan segera berlalu untuk melaksanakan tugasnya, “Ahh,, dasar tuan muda. Apa dia sedang jatuh cinta? Kenapa moodnya bisa berubah begitu.” Ucap Reno bertanya-tanya.
Sementara Faris entah kenapa senyum terukir di wajahnya dan dia segera memakai jasnya, “Ada apa denganku?” tanya Faris begitu menyadari bahwa baru kali ini dia sangat senang menemui klien apalagi itu klien wanita biasanya dia paling malas berurusan dengan klien wanita karena menurutnya wanita itu ribet tapi entah kenapa dia mempunyai penilaian lain jika wanita itu Rasti. Menurutnya Rasti itu bukan wanita manja dan pekerja keras walau dia terlahir kaya tapi hal itu tidak membuatnya sombong. Dia mengagumi sosok Rasti.