Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah
Part 97


__ADS_3

“Kekasih?”


Alice yang tidak mengerti menatap putranya, “I-itu nyonya semalam kekasih putra anda ini walau sudah tengah malam dia datang dan kami yakin dia terburu-buru kesini dan untunglah dia datang dan menjaga putra kalian.” Jelas dokter lalu segera meminta izin pergi setelah menyadari bahwa ada sesuatu yang salah.


“Kekasih? Apa maksudnya? Apa kau memiliki kekasih?” tanya Alice penasaran.


Faris tersadar dari lamunannya yang tidak menyangka Rasti datang dengan cepat seperti penjelasan dokter tadi.


“Apa kamu memiliki wanita lain? Bukankah kamu menyukai presdir CA Corp? Lalu kenapa kau punya kekasih lain?” tanya Alice lagi. Gifari hanya diam saja dan duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu menunggu penjelasan sang putra karena dia yakin yang menjaga putranya dan kekasih yang di maksud dokter tadi adalah wanita yang sama.


“Mih, aku gak punya wanita lain dan benar aku hanya menyukai Rasti. Aku juga tidak memiliki kekasih. Bagaimana punya kekasih jika dia saja gak mau denganku.” Ucap Faris.


“Lalu kenapa dokter berkata begitu?” tanya Alice yang masih belum mengerti.


“Mih, apa mami masih belum mengerti? Bukankah semalam putra kita pergi bersamanya? Itu bisa saja mereka gadis yang sama. Iya kan?” ucap Gifari menatap putranya.


“Iyakah? Apa dia yang menjagamu semalam? Lalu sekarang di mana dia?” tanya Alice menatap sekeliling untuk mencari Rasti.

__ADS_1


“Dia sudah pulang.” Ucap Faris dan papinya bersamaan.


Faris dan Alice pun menatap Gifari, “Kok papi bisa tahu?” tanya Alice heran.


“Ya iyalah tadi papi melihatnya di pintu masuk. Dia hendak keluar.” Jawab Gifari.


“Kok papi gak bilang sih sama mami.” ucap Alice.


“Huh, bagaimana mau bilang jika mami aja terburu-buru begitu bahkan sampai tidak menyadarinya padahal biasanya mata mami itu bagaikan elang.” Ucap Gifari.


“Kenapa kamu gak menahannya sampai kami datang nak. Mami ingin kenalan dengannya.” Ucap Alice kembali menatap sang putra.


“Yah kok gitu.” Ucap Alice lemah.


“Sudahlah lagian kita masih punya banyak waktu untuk kenalan dengannya.” Ucap Gifari.


“Bagaimana keadaanmu?” lanjut Gifari mendekati sang putra.

__ADS_1


Lama Alice dan Gifari menemani sang putra sampai mereka harus pulang karena mengurus sesuatu dan Faris juga sudah menelpon Reno untuk menghendel pekerjaan beberapa hari ke depan karena dia mengalami kecelakaan. Asistennya itu yang begitu mendengar Faris kecelakaan segera datang ke rumah sakit menjenguk.


***


“Gaby, apa aku masih memiliki jadwal lain?” tanya Rasti begitu mereka baru selesai rapat.


“Nona setelah ini harus meninjau proyek bersama tuan Pras. Setelah itu di lanjutkan dengan pertemuan dengan perwakilan perusahaan F sesudah ashar dan nanti kalian akan makan malam bersama.” Jelas Gaby.


“Apa meninjau proyek bersama kakak harus hari ini?” tanya Rasti memastikan.


Gaby pun mengangguk, “Ada apa nona? Apa ada masalah? Apa perlu saya mengubah jadwalnya?” tanya Gaby.


Rasti menggeleng, “Gak ada, lakukan saja seperti itu.” Ucap Rasti segera duduk di kursi kebesarannya karena mereka sudah tiba di ruangannya.


“Nona tapi anda makan dulu.” Ucap Gaby.


Rasti mengangguk, “Terima kasih, kamu sudah boleh keluar.” Ucap Rasti. Gaby pun hanya mengangguk lalu segera berlalu ke ruangannya.

__ADS_1


Rasti yang bingung bagaimana dia bisa pergi ke rumah sakit jika jadwal pekerjaannya sampai malam pun segera menelpon Zea untuk mengatakan kepada Lian bahwa Faris mengalami kecelakaan karena itu sudah hampir siang dan dia yakin kemungkinan besar Faris saat ini hanya sendiri tidak ada yang menjaga.


__ADS_2