CINTAKU BERAKHIR PADAMU

CINTAKU BERAKHIR PADAMU
NANY BAGI KAREN


__ADS_3

AUTHOR POV


 


Pintu kamar Narita diketuk dari luar, lalu saat dia membuka pintu, Leni berujar “Tuan Drake memanggilmu!”


“Baik. Tunggu sebentar!” Narita kembali menutup pintu kamarnya.


Beberapa saat kemudian dia keluar dan mengikuti langkah Leni yang membawanya ke ruang tengah pavilliun 101.


“Duduklah!” perintah tuan Drake pada Narita, lalu Narita pun duduk di sofa seberang tuan Drake sementara itu Leni pergi meninggalkan mereka berdua.


“Hmm, sebenarnya ini jamnya saya mendampingi Karen makan sore” ujar Narita karena takut Karen sudah menunggunya.


“Karen sedang bersama tuan besar. Kamu gak usah khawatir. Ada hal yang ingin aku bahas denganmu” kata tuan Drake.


“Hmm, mengenai apa ya tuan?”


“Mengenai kamu dan Karen”


“Saya dan Karen, maksudnya?” tanya Narita keheranan.


“Apa kamu menyayangi Karen?”


Deg,,,Narita terdiam sesaat mencerna pertanyaan tuan Drake. Dia masih belum memahami arah pembicaraan mereka. Selama ini dia berselisih paham dengan tuan Drake dalam hal memperlakukan Karen.


“I i i iya saya sayang Karen tentunya. Kenapa tuan Drake mempertanyakannya?”


“Tolong pindahlah ke rumah ini. Tolong rawat dia seperti anakmu sendiri. Rawat dia dengan segenap cinta dan sayangmu. Tuan besar akan memberikan imbalan yang sesuai dengan pengorbananmu!” pinta tuan Drake seolah mengiba padanya.

__ADS_1


Ya, Narita sudah bekerja menjadi nany bagi Karen selama 3 bulan ini. Dia telah membuktikan bahwa Karen menerima keberadaan Narita sebagai pengasuhnya. Selama ini bocah kecil itu tak pernah mau diasuh orang lain, kalau pun terpaksa harus diasuh orang lain, pasti didahului dengan tangisan histeris dan penolakan. Namun tidak halnya dengan Narita. Hanya butuh waktu 1 minggu baginya untuk mendekati dan membuat Karen menerimanya sebagai pengasuhnya. Bahkan Karen seolah tak mau berpisah dengan Narita ketika Narita harus pulang dan menjalani aktifitasnya sebagai mahasiswa S3.


Penerimaan Karen terhadap Narita telah membuat tuan Drake memberikan usulan pada tuan besar yaitu untuk membujuk Narita agar mau bekerja penuh di rumah itu sebagai nany Karen. Drake merasa bahwa Narita adalah seseorang yang dibutuhkan Karen. Selain memperlakukan dengan penuh kasih sayang, Narita pun mengajari bocah kecil itu dengan segala hal baik yang belum tentu dilakukan oleh nany-nany yang lain.


Tuan besar pun menyetujuinya, bahkan dia bersedia membayar berapapun bayaran yang Narita inginkan.


“Berapa gaji yang kamu inginkan?” tuan Drake kembali bertanya pada Narita.


“Tuan, sebelumnya saya mohon maaf. Ada hal yang belum saya sampaikan kepada tuan di mana hal itulah yang mendasari mengapa saya menolak untuk menjadi nany Karen seutuhnya saat ini atau pun nantinya”


“Tuan, sebenarnya saya adalah mahasiswa S3 penerima beasiswa. Saya harus dapat menyelesaikan study saya tepat waktu.”


“Sebagai mahasiswa S3 memang tak sesibuk mahasiswa S1 atau S2, oleh karena itulah saya mengisi waktu di sela-sela kesibukan penelitian dengan bekerja di sini. Tapi saya juga membantu professor saya dalam penelitian beliau”


“Untuk itulah saya tidak bisa full time menjadi nany Karen. Saya harus tetap menyelesaikan study saya sampai lulus.” Narita menceritakan dengan jelas pada tuan Drake dan nampak tuan Drake mengangguk tanda mengerti.


“Hmmm,,,baiklah, ini akan aku sampaikan ke tuan besar.” Lanjut tuan Drake.


“Mohon maaf sebelumnya kalau jawaban saya tak sesuai harapan”


“Kalau saya sudah tidak ada kesibukan dengan penelitian dan professor, saya akan ke sini meskipun bukan jadwalnya saya untuk ke sini” lanjut Narita.


“Itulah beratnya Narita. Kami butuh kepastian jadwalmu karena selama tidak ada kamu, kami harus mendatangkan nany pengganti untuk Karen. Meskipun Karen dengan susah menerima mereka, namun apa boleh buat.”


“Kamu tau Na? Semalam Karen menangis kencang, dia mengigau sepanjang malam meskipun suhu tubuhnya normal. Tuan besar dibuat panic olehnya, bahkan beliau tidak bisa istirahat dengan tenang. Nona Karen hanya mau memegang tangan tuan besar dan sesekali menangis mendekat kain milikmu. Oleh karena itulah, aku meminta kepastianmu sekarang” tuan Drake menceritakan dengan penuh rasa iba.


Aku begitu terkaget mendengar bahwa semalam Karen rewel. Pantas saja tadi pagi aku membangunkannya, kamar nampak lebih berantakan dari biasanya. Mendengar itu pun, aku merasa sungguh iba pada gadis kecil itu.


Entah apa yang terjadi dengan keluarga ini. Selama 3 bulan aku bekerja, aku belum pernah bertemu dengan Daddy dan Mommy Karen. Tuan Drake selalu menyebut ‘tuan besar’ tapi aku pun tak yakin apakah ‘tuan besar’ yang dimaksud oleh tuan Drake adalah Daddy Karen. Di rumah ini tak ada yang berani membuka mulut untuk menceritakan apa yang terjadi dengan tuan-tuannya atau nyonya-nyonyanya.

__ADS_1


Aku sendiri heran, kenapa rumah semewah dan sebesar ini terasa sangat dingin seolah tak ada kehangatan sebuah keluarga. Kami memang tinggal terpisah dengan keluarga milyuner itu, sehingga bisa saja hal itu yang membuat kami jarang melihat atau bahkan berinteraksi dengan mereka. Namun sepanjang aku bersama Karen, tak pernah salah satu anggota keluarga ini yang turut bermain atau sekedar memperhatikan Karen yang sedang aku asuh.


Di rumah ini pun tak ada satupun foto keluarga yang terpajang. Sungguh aneh memang, biasanya foto itu pasti ada yang dipajang di rumah, meskipun foto jadul yang tak pernah diupdate.


Di rumah ini seolah semua menjadi seperti misteri. Kami yang berlalu lalang keluar masuk rumah utama, hanyalah asisten-asistennya, sementara tuan rumahnya sendiri entah kapan mereka ada di rumahnya, ngapain aja kalau di rumah, dan siapa-siapa saja tuan rumahnya.


Mengingat hal itu semua, aku pun harus sedikit mengikhlaskan waktuku untuk bersama gadis kecil yang tak berdosa itu. Kalau keluarganya tidak ada yang memberinya kehangatan, paling tidak aku bisa berusaha memberikannya, meskipun aku hanya pengasuhnya. ---- itulah yang Narita lamunkan dalam beberapa menit ini, lalu akhirnya dia pun berkata.


 


“Atau kalau diperkenankan, saya siap pindah ke sini tapi tidak untuk menjadi nany Karen selama 24 jam, tapi untuk menemani dia tidur malam, selain mengasuhnya di waktu pagi dan sore hari. Bagaimana?” usul Narita.


“Beneran Na?? Jadi kami hanya perlu menyiapkan nany pengganti di siang hari saja, gitu kan maksudmu?”


“Iya, itu pun kalau tuan Drake dan tuan besar setuju”


“Di sini bukan kapasitasku untuk memutuskan. Aku harus melaporkannya terlebih dahulu dengan tuan besar. Tapi aku sedikit lega, paling tidak kamu memberikan usul untuk menemani Karen di waktu malam” mendengar itu aku pun tersenyum meresponsnya.


“Tapi tuan, karena selain kesibukan saya mengerjakan peneletian untuk gelar PhD, saya juga tengah mengerjakan proyek penelitian dengan professor saya, di mana nantinya akan ada data primer yang harus saya dapatkan dari Indonesia. Jadi, ada kemungkinan suatu saat nanti, aku akan kembali ke Indonesia selama beberapa hari”


“Itu bisa dibahas nanti saja Na. Yang penting kamu harus memberi kabar jauh-jauh hari sebelumnya, agar kami memiliki waktu untuk memilihkan nany bagi Karen.”


“Baik kalau gitu, tuan”


“Oke. Hmm kalau gitu, kamu tunggu di sini saja, aku segera bawa Karen ke sini.” Tuan Drake berdiri lalu Narita pun berujar “Daripada merepotkan, biar saya saja yang ke rumah utama, toh makan sorenya juga ada di lemari saja dapur rumah utama”


“Tidak Na. Biar aku saja, kamu tunggu di sini. Oiya Na, ada hal penting yang perlu kamu tau yaaa mungkin waktu itu aku lupa menyampaikannya. Jadi gini Narita, jika tuan besar sedang ada di rumah, tolong kalian para asisten jangan terlihat mondar mandir memasuki rumah utama, karena tuan besar tidak menyukainya.”


“Selama ini kamu bisa leluasa keluar masuk rumah utama, itu karena atas seizinku, karena tuan posisinya sudah tidak ada di rumah utama. Kamu paham kan Na?” Narita mengernyitkan dahinya, meskipun dia tau tapi dia penasaran dengan alasan kenapa sang tuan besar tidak mengijinkan asisten rumah tangga berada di rumah utama pada saat dia masih di rumah? Sesombong itukah mereka hingga tak mau berbagi udara dengan kami para orang kecil ini? Atau ada alasan lain???. 

__ADS_1


__ADS_2