CINTAKU BERAKHIR PADAMU

CINTAKU BERAKHIR PADAMU
(NARITA POV) DIRUT BARUKU 1


__ADS_3

Jalanan ibukota begitu macetnya. Apalagi di jalanan menuju kantorku yang notabene terletak di pusat perkantoran terelit di Jakarta Selatan. Apartemen dan kantorku sama-sama terletak di Jakarta Selatan tapi butuh waktu 2 jam untuk menjangkaunya. Melelahkan sie, tapi apa boleh buat.


Alhamdullillah, sejak pindah kantor, status sosialku meningkat drastis. Posisi awal aku melamar kerja sebagai Koordinator. Koordinator adalah jabatan satu level di atas staf. Setahun aku menjadi koordinator, aku sudah mampu membeli apartemen secara cash. Lalu 1 tahun berikutnya aku pun mampu membeli mobil secara cash. Yah, mobilku masuk kategori mobil murah sie, Toyota Agya warna putih, tapi sudah cukup bersyukur.


Mengenai ponsel, orang-orang sudah meninggalkan BB dan beralih ke apple atau pun android. Aku pun tak mau ketinggalan dengan membeli Samsung model terbaru.


Sosial media sudah mulai beragam. Orang-orang sudah meninggalkan Friendster, dan sebagian besar beralih ke Instagram. Blog juga sudah tidak menjadi tren, mereka beralih ke youtube. Banyak artis instagram dan artis youtube. Begitulah kejadian 4 tahun setelah aku di Jakarta, begitu banyak sekali perubahan yang terjadi. Entah perubahan pada teknologi, maupun dengan diriku sendiri.


Dulu awal mula aku menginjakkan kaki di Jakarta, selalu menggebu-gebu mencari pasangan hidup. Kini usiaku sudah 27 tahun, sudah pasrah mengenai jodoh. Baik di kantor lama maupun kantor baru, susah menemukan pria yang seiman.


Aku berlarian kecil memasuki pintu penjagaan utama. Segera aku letakkan nametag ku untuk bisa membuka palang pintu itu, lalu mulai mengantri untuk bisa masuk ke lift.


“Kebiasaan, datang mepet!” tepukan tangan Daniel dari belakang di pundakku, mengagetkanku.


“Astaghfirullah, ngagetin!” aku sedikit berteriak karena kaget.


Ah, ngapain juga Daniel protes? Dia sendiri aja datang mepet. Segera aku melengos kembali dan menyembikkan mulutku.


Sesampainya di ruanganku, seorang Asistenku memanggilku “Kak, tadi Mr. Al minta disiapkan data perencanaan proyek yang di Cikarang, Banten, Serpong, Cirebon!”. Lalu aku mengangguk tanda mengerti.

__ADS_1


“Kamu kirimkan dulu yang kemaren aku tugaskan ke kamu ya! Aku cek dulu!” sesaat setelah itu aku perintahkan ke dia.


“Baik Kak.” Jawabnya.


Setelah semua berkas selesai, aku review, aku print, lalu aku cek ulang kelengkapannya. Oke sip. Ready.


“Aku ke ruangan Mr Al dulu ya!” kataku kemudian pada Asistenku yang bernama Mirna.


Perusahaan tempatku bekerja merupakan salah satu cabang dari perusahaan asing, namun konon kabarnya khusus untuk cabang yang di Indonesia dimiliki oleh seorang wanita asli Indonesia. Wanita ini merupakan istri dari pemilik utama perusahaan asing yang terkenal dengan nama OX Company. Khusus untuk cabang di Indonesia hanya bergerak di bidang tambang, properti dan perhotelan. Kalau kata orang-orang, awalnya hanya tambang, namun lama-lama merambah ke properti dan perhotelan. Secara struktur organisasi, khusus cabang di Indonesia seperti ini:



“Kak, Mr. Al ada di dalam?” tanyaku pada sekretaris Mr. Al.


“Ada Na. Masuk aja!” perintahnya.


Aku mengetuk pintu ruangannya yang terbuat dari kaca, lalu terdengar suara mempersilahkan untuk masuk dari dalam. Sesegera mungkin aku membuka pintu dan masuk.


“Selamat pagi Mr. Al, ini data yang Mr minta!” aku menyerahkan datanya, diterimanya. Dia mempersilahkanku duduk. Cukup lama aku menunggunya membaca dan kulihat dia mulai mencoret-coret draft yang tadi aku serahkan.

__ADS_1


“Tolong perbaiki. Seminggu lagi Direktur Utama bidang properti dan perhotelan yang baru akan datang dan mengadakan rapat koordinasi, tolong sekalian siapkan bahan presentasinya!” perintahnya lalu aku mengangguk, dan berpamitan.


Aku kembali ke ruanganku dan duduk. Seperti kantorku yang lama, kantorku yang ini juga open space. Tak ada yang membedakan ruangan antar jabatan. Hanya jabatan Direktur ke atas yang memiliki ruangan khusus.


Kulihat beberapa orang berkerumun dan aku mendekatinya.


“Kamu tau gak Na, siapa Direktur Utama kita yang baru?” tanya mereka padaku. Aku hanya membalas dengan menggelengkan kepalaku.


“Ah gak seru. Bukannya kamu barusan dari ruangan Mr. Al??” tanya mereka yang lain.


“Iya. Emang kenapa?” tanyaku bingung.


“Lah kamu gak nanya siapa Dirut kita yang baru?”


“Enggak. Gak kepikiran juga hehehe” jawabku polos sambil cengengesan.


“Denger-denger dia masih muda, tampan, salah satu pewaris OX Company” mereka mengucapkannya dengan berbisik.


Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku sambil tersenyum dan meninggalkan mereka. Ahh sudahlah mending aku kembali bekerja. Siapapun yang jadi Dirutku, kuharap dia gak sekiller Dirutku yang lama. Harapku.

__ADS_1


__ADS_2