CINTAKU BERAKHIR PADAMU

CINTAKU BERAKHIR PADAMU
PATAH HATI 1


__ADS_3

AUTHOR POV


 


“Lalu, apa yang dia lakukan dengan syal itu?” tanya Narita pada ART itu.


 


“Tn. Davis hanya bisa tidur hanya dengan memeluk, menghirup, dan menciumi syal itu. Kalau sampai syal itu tertinggal di suatu tempat, tidak peduli berapa jauhnya, Tn. Davis akan kembali ke tempat tersebut untuk mengambilnya. Sepertinya syal itu adalah kenangan terindahnya. Sesuatu yang sangat berharga. Atau mungkin pemberian dari seseorang yang sangat spesial” mendengar penuturan ART ini, air mata Narita mengalir dengan derasnya. Kini, ART itu menepuk-nepuk pundak Narita tanda menenangkannya.


 


“Maaf. Aku hanya terharu mendengar ceritamu” ujar Narita sembari menghapus air yang masih menempel di pipinya.


 


Tak jauh dari tempat mereka berada, tanpa mereka berdua ketahui, Dave mendengarkan semua pembicaraan mereka. Dahinya berkerut, mulutnya tertutup rapat dengan ekspresi marah melihat Narita menangisi cerita Davis. Dave tau bahwa cerita Davis adalah kisah hidup yang sangat mengharukan bagi keluarga mereka, namun dia tidak habis pikir mengapa Narita menangisinya? Dave tidak menyukai itu.


 


“Ehem,,,ehem,,” deheman Dave yang tiba-tiba melewati sisi jauh dari meja makan, sempat membuat Narita dan ART itu salah tingkah, gelagapan, dan tak menyangka ada orang lain selain mereka di sana.


 


Dave sama sekali tak menoleh ke arah ruang makan. Dia bersikap seolah tak mengetahui dan mendengar apapun.


 


“Mungkinkah dia mendengar kita? Haduh gimana ini?” ART itu nampak kebingungan.


 


“Sepertinya tidak. Bersikaplah biasa saja. Maaf sudah membuatmu panik. Terima kasih.” Narita lalu berlalu dari sana dan berjalan menuju kamarnya.


 

__ADS_1


Malam hari, usai Narita menemani Karen tidur, dia beranjak keluar dari kamar Karen dan menuruni anak tangga menuju lantai bawah. Dia berjalan gontai menuju Little of Al Aqsha. Setelah mengambil air wudlu, mengenakan mukena, kini Narita siap bermunajat dan mencurahkan isi hatinya di hadapan Tuhan. Hatinya galau, dia bingung bagaimana harus bersikap. Kini dia mengetahui latar belakang yang sesungguhnya kenapa Davis tidak mengajak orang tuanya ketika mereka menikah, kenapa Davis tidak memperkenalkan kedua orang tuanya setelah menikah, kenapa Davis tiba-tiba terbang ke Australia tanpa memberikan alasan kepada Narita untuk apa dia ke sana, kenapa ketika Davis kecelakaan tidak ada satu pun keluarganya di Indonesia yang mengetahuinya, kenapa Davis lama tak memberi kabar tentang keberadaannya, dan kenapa Davis tak mengenal Narita ketika mereka akhirnya bertemu kembali. Rupanya dengan alasan demi keselamatan keluarga besarnya lah yang membuat semua ini menjadi rahasia.


 


Awalnya Narita sangat terpukul, marah, dan kecewa ketika mereka bertemu namun Davis tak mengenalinya. Bahkan setelah mengetahui Davis menderita amnesia pun, Narita masih sangat kecewa padanya karena dia pikir seharusnya Rio mengingatkan Davis akan dirinya dan mengingatkan Davis untuk tidak menjalin hubungan dengan wanita lain. Namun ternyata satu-satunya orang kepercayaan keluarganya yang menjadi saksi pernikahan mereka, meninggal pada saat terjadinya kecelakaan itu.


 


Usai melaksanakan ibadah sunnah, Narita menengadahkan tangannya dan berdoa dalam hati, meminta petunjuk Nya. Dorongan untuk mengatakan yang sejujurnya pada Davis dirasakannya lebih kuat daripada dorongan untuk menjauhi Davis. Meskipun Davis dan keluarganya menolak, dia akan siap untuk menanggung risikonya. Apalagi dengan kehadiran Raffa dan Rafina, mereka adalah bukti nyata bahwa antara dirinya dan Davis memiliki hubungan lebih.


 


Narita mulai menimbang-nimbang risiko apa saja yang akan terjadi jika dia memberanikan diri untuk mengungkap kebenaran hubungannya dengan Davis. Yang pasti, keluarga besar mereka tak akan mudah menerimanya begitu saja, karena Narita menyadari dia bukanlah siapa-siapa.


 


Setelah memantapkan hati, Narita akhirnya memutuskan untuk menceritakannya ke Davis secepatnya. Dia segera membuka mukena, membereskannya, dan keluar dari Little of Al Aqsha. Setelah berada di luar, dia segera membuka ponselnya dan hendak mengirimkan pesan untuk Davis. Dia tidak ingin menundanya lagi. Sembari menulis pesan, Narita berjalan pelan di tengah sepinya suasana halaman rumah itu, hingga Narita mendengar suara d35ahan dan kecapan seseorang. Pandangannya dia edarkan ke seluruh penjuru arah halaman, hingga akhirnya matanya menangkap sepasang laki-laki dan perempuan yang sedang berciuman mesra di balkon lantai 2.


 


Pencahayaan di balkon remang-remang sehingga Narita sampai menyipitkan matanya dengan maksud untuk mempertajam pandangannya. Sampai akhirnya dia dapat mengenali siapakah kedua insan manusia itu.


 


 


Cukup lama adegan itu terjadi di balkon, bahkan sampai dilihatnya si perempuan mulai menanggalkan kemeja si pria. Mereka yang sedang dimabuk asmara itu tak mengetahui ada sepasang mata yang sedang memperhatikan aktifitas m3sum mereka. Ciuman yang makin dalam, makin h0t, dan makin tak terkendali, menuntun mereka perlahan-lahan masuk ke dalam rumah, lalu mereka menutup pintu kaca itu dengan gorden yang tiba-tiba tertutup otomatis.


 


Betapa hancurnya hati Narita. Ketika dia hendak mengatakan yang sejujurnya ke Davis, ternyata Davis malah mengkhianatinya dengan bermesraan dengan wanita lain.


 


Untuk apa Davis menyimpan syal pemberiannya sebagai kenang-kenangan kalau dia bisa dengan mudahnya berc1nt4 dengan Jess. Kini Narita menimbang kembali keputusannya untuk menceritakan kisahnya. Untuk apa dia berkata jujur, kalau pada akhirnya Davis tetap akan meninggalkannya. Lebih baik dia yang meninggalkan Davis dan biarlah kisahnya menjadi rahasia untuknya saja.

__ADS_1


 


Narita berlari kecil memasuki rumah utama. Pada saat dia melewati ruang santai tepat di bagian tengah rumah utama, Dave memperhatikan Narita, namun Narita sama sekali tak menyadarinya.


 


“Na---” panggilan Dave menggantung ketika dia menyadari Narita berjalan cepat dengan sesekali tangannya mengusap matanya.


 


Dave sudah menduga kalau Narita sedang dalam kondisi menangis. Tapi dia tidak bisa menerka kejadian apa yang membuatnya menangis seperti itu. Dave memperhatikan Narita sampai tubuh Narita menaiki tangga dan tak terlihat lagi ketika telah sampai di lantai 2.


 


Seorang Narita yang dikenal sangat tegas, tegar, kuat dan anggun, bisa serapuh itu ketika bersedih. Lalu hal apa yang membuatnya serapuh itu?


 


Malam itu Dave masuk ke kamar Karen. Dia sengaja ingin menemani tidur Karen. Selama ini dia sama sekali tidak mengetahui, apakah Karen sering bangun tengah malam atau tidak. Dave hanya tidak ingin ketika Karen terbangun di tengah malam, malah akan mengganggu istirahatnya Narita. Dia berpikir, akan lebih baik untuk Narita malam ini bisa beristirahat dengan tenang. Biarlah Narita bisa menenangkan hatinya untuk sementara. Dave bahkan mencabut sambungan cctv nya.


 


Jam menunjukkan pukul 03.00 dinihari. Tadi Karen sempat 2 kali bangun karena ingin buang air kecil. Setelah menemani Karen ke toilet, Karen bisa dengan mudahnya kembali tertidur sementara itu Dave tidak bisa memejamkan matanya kembali. Betapa dia merasakan beratnya Narita menjaga Karen siang dan malam. Bahkan di saat malam pun, dia tidak akan bisa tidur dengan nyenyak karena suatu saat nanti Karen pasti akan membangunkannya untuk ditemani ke toilet.


 


Setelah Dave memperbaiki posisi selimut Karen, dia pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Sebelumnya dia telah mencolokkan kembali cctv di ruangan Karen.


 


Betapa kagetnya Dave ketika baru membuka pintu kamar Karen, tiba-tiba dia mendengar Davis yang menyelinap keluar dari kamar Jess dengan kondisi hanya mengenakan celana boxer saja. Dave mengintipnya dari dalam kamar, hingga Davis menghilang di balik tembok karena dia telah kembali masuk ke dalam kamarnya. Dave mulai berprasangka buruk, apa yang telah terjadi dengan mereka berdua?


 


Selama ini Davis selalu mengelak untuk mengakui bahwa mereka sudah tidur bersama. Apakah itu hanya alasan Davis saja untuk menutupi yang sebenarnya karena tidak ingin didesak dengan status pernikahan.

__ADS_1


 


Setelah dirasa cukup aman, akhirnya Dave pelan-pelan membuka pintu, keluar dari kamar Karen, dan kembali ke kamarnya di lantai 2 dengan menaiki tangga dan bukan menaiki lift. Hal ini dilakukannya agar tidak ada pergerakan lift.


__ADS_2