CINTAKU BERAKHIR PADAMU

CINTAKU BERAKHIR PADAMU
(NARITA POV) DIRUT BARUKU 2


__ADS_3

Hari ini aku gak enak badan, kepala berat, sedikit demam, batuk, dan pilek. Penampilanku kali ini serba tertutup. Atasan kemeja dipadukan dengan blazer dan celana panjang, tak lupa aku mengenakan syal untuk menutup leherku jikalau kedinginan di ruangan ber AC. Sejak beberapa tahun terakhir minus ku bertambah sehingga mau tak mau aku pun harus menggunakan kacamata atau softlens, terutama kalau di kantor aku lebih nyaman menggunakan kacamata, dan tak lupa menggunakan masker.


Sesaat setelah aku duduk di meja kerjaku, ada wa masuk. Segera kuraih ponselku dan kubaca pesannya.


Mr. Al : Na, bawa semua bahan presentasi. Dampingi saya rapat dengan Dirut yang baru!


Aku : Baik Pak. Sepuluh menit lagi saya sampai di ruang rapat. Mohon maaf ruang rapat yang mana ya pak?


Mr. Al : Lt. 10 ruang rapat dewan direksi. Ditunggu!


 


Segera aku buka pc dan mulai fokus mempersiapkan apa yang harus kupersiapkan. Tak lupa aku copy bahan rapat ke laptopku dan eksternal harddisk.


Di gedung kantorku terdapat 4 lift yang berhadapan, aku menunggu di salah satu pintu lift. Saat 1 pintu terbuka.


Deg


Mata itu? Ah sepertinya aku salah liat –batinku.


Saking lamanya aku terdiam, pintu lift yang terbuka kembali tertutup. Aku pencet tombolnya tapi sudah tak bisa terbuka lagi. Ah ya sudah aku tunggu lift yang berikutnya saja.


Sesampainya di lantai 10, kulihat di depan ruang rapat terdapat beberapa orang yang sedang berdiri dan ada pula yang duduk-duduk. Daniel yang merupakan Direktur Marketing, terlihat ada di antara mereka. Namun sayangnya aku tak melihat Mr. Al.


“Niel, liat Mr. Al?” tanyaku sambil celingak celinguk ke kanan dan ke kiri. Daniel hanya terdiam seperti mencari tau siapakah seseorang yang sedang bertanya padanya. Akupun paham dengan kebingungannya.


“Ck…aku Narita!” keluhku sebal padanya.


“Owh,,,kamu sakit?” bukannya menjawab pertanyaanku, malah dia nanya balik ke aku, bikin aku makin sebel.


“Iya, demam batuk pilek” jelasku singkat dan ketus.


“Liat Mr Al gak?” tanyaku kembali.


“Sudah di dalam!” tangannya menunjuk ke arah pintu ruang rapat yang terbuka.

__ADS_1


 


Lalu aku berjalan menuju pintu yang terbuka. Kulihat yang di dalam ada para Direktur dari Bidang Pertambangan dan Bidang Properti dan Perhotelan. Aku urungkan niatku untuk masuk ke dalam, dan aku mencoba menelpon Mr Al.


“Mister, saya sudah di depan ruang rapat!”


“OK saya keluar”


 


Tak lama kemudian Mr Al keluar. Aku melambaikan tanganku memberi isyarat kalau aku Narita. Beliau paham dan segera mendekatiku. Aku menyerahkan data dan print out bahan presentasi.


“File ada di sini, atau Mister mau pakai laptop saya?” Aku tunjukkan eksternal harddisk dan laptopku agar beliau memilih salah satunya.


“Aku pakai laptopmu aja. Kamu tunggu di luar sampai rapat selesai ya. Kalau nanti ada hal yang perlu penjelasan kamu, kamu aku panggil masuk ke dalam!” perintah Mr. Al dan aku mengangguk mantap tanda bersedia.


Terlihat asisten sekretaris Dirut sudah mulai mempersilahkan para Direktur yang masih berada di luar ruang rapat untuk segera memasuki ruangan, karena rapat akan segera dimulai. Pintu rapat pun tertutup.


 


 


“Udah liat Dirut baru?”


“Tadi udah sekilas, pas beliau memasuki ruangannya!”


“Aduhh gantengnya gak ketulungan”


“Ahh ganteng tapi terkesan sombong, angkuh, dan dingin!”


“Itu mah karakter orang kaya yang memiliki kedudukan. Wajarlah menurutku”


“Kata temenku yang dulu kerja di OX Company di Inggris, Mr Dirut itu orangnya tegas, gila kerja, dan galak”


“Owh ya?”

__ADS_1


“Beliau masih muda tapi sudah berpengalaman memimpin, menghadapi orang dengan berbagai karakternya, dan kita yang dijadikannya kuda yang harus siap dipacu kencang olehnya!”


“Sepertinya dia butuh kelembutan seorang wanita, biar lebih lembut memimpin perusahaan di Indonesia yang memiliki karakter berbeda dengan di luar negeri!!”


“Telat. Dia sudah punya tunangan!”


“Owh ya? Yahhh!!!” nada kecewa dari manajer wanita.


 


Aku pun tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalaku mendengar percakapan mereka. Aku mulai bosan menunggu. Sudah 2 jam namun belum ada tanda-tanda rapat usai. Mau menunggu sambil kerja juga gak mungkin karena laptop dipake Mr. Al. Akhirnya aku main ponsel dan membaca novel dari aplikasi.


 


Tepat 3 jam aku menunggu, akhirnya pintu ruang rapat terbuka dan para Direktur mulai berhamburan keluar. Aku dekati Mr. Al.


“Gimana Mr.? Lancar?” tanyaku sembari tanganku meminta laptop darinya.


“Mr. Dav meminta rapat khusus dengan kita dan Marketing. Nanti akan dijadwalkan”


“Owh begitu. Saya permisi duluan, Mister!” pamitku menundukkan sedikit kepalaku meminta ijin.


“Itu udah disiapkan makan siangnya, ayo ikut sekalian!” ajaknya sambil tangannya seolah merangkul pundakku namun tidak menyentuh.


“Terima kasih Mister, saya makan di luar saja” tolakku. Beliau pun mengangguk mengijinkanku pergi. Aku pun segera pergi karena sudah merasa sangat lapar.


 


Aku membalikkan badan dan melangkah pergi. Baru beberapa meter meninggalkan tempat itu, terdengar suara gemuruh orang-orang di belakangku. Aku pun karena penasaran mencoba menoleh kembali ke belakang.


Owh ternyata mereka heboh karena Dirut baru kami sepertinya keluar dan turut mengantri ambil makanan di luar ruang rapat. Aku masih penasaran seperti apakah Dirut baru kami, aku berusaha mencari keberadaan beliau dari kejauhan. Namun para Direktur dan Manajer yang mengerumuni beliau berpostur tinggi besar sehingga aku pun tak berhasil melihat seperti apakah Dirut baruku.


Hufh….


Aku menghela nafas panjang dan membuangnya kasar, kecewa tak mendapatkan jawaban atas rasa penasaranku, akhirnya aku kembali melangkah pergi.

__ADS_1


__ADS_2