CINTAKU BERAKHIR PADAMU

CINTAKU BERAKHIR PADAMU
PULANG KAMPUNG 2


__ADS_3

DAVIS POV


 


Penerbangan kami jam 14.00. Sepanjang perjalanan menuju bandara, aku sibuk mengecek beberapa pekerjaan kantor. Tiba-tiba Rio menelponku.


“Assalamu’alaikum Rio. Ada apa?”


“Wa’alaikum salam, Mr. Ada hal penting yang harus aku sampaikan.” Jawab Rio di seberang sana.


“Mengenai apa?”


“Mengenai Grandpa, Mr!”


“Beliau mengetahui pernikahan siri Mr. dan sekarang beliau sudah bertindak”


“Aku lupa meminta restu beliau, Rio”


"Beliau melakukan apa?”


“Beliau berusaha memperlambat proses itsbat nikahnya Mr”


“Ok. Nanti sesampainya di bandara, aku hubungi beliau”


“Ada lagi Rio?”


“Cukup itu aja, Mr. Nanti saya pantau dan laporkan secara rutin progresnya”


“Ok. Thanks, Rio. Assalamu’alaikum”


“Wa’alaikum salam” telepon kumasukkan ke pouch kembali.


Percakapan di telepon yang hanya aku dan Rio yang mengetahuinya, membuat Narita kepo.


“Rio, Mas?” tanya Narita.


“Iya” aku menjawabnya tanpa menatap wajahnya.


“Ada masalah apa?”


“Gak ada, Sayang. Biasalah dia melaporkan pekerjaannya.


Sesampainya di bandara, aku segera menyingkir untuk melakukan panggilan rahasia.


“Akhirnya kamu menelpon juga!”

__ADS_1


“Hallo, Grandpa. Apa kabar?”


“Gak usah basa basi, aku tau kamu menelponku pasti ada maunya”


“Grandpa, tolong! Ini masa depanku. Tolong restui kami!”


“Grandpa tak akan menghalangi bila kamu setuju dengan Jessica. Tapi untuk wanita lain, nanti dulu!”


“Dia wanita biasa, hanya dari kampung, Grandpa jangan khawatir.” Aku memelankan suaraku.


“Itu menurutmu, Grandpa bisa melacak keterkaitannya dengan seseorang yang mungkin tak kamu ketahui!”


“Please, Grandpa. Aku---” Grandpa memotong ucapanku.


“Kamu tenang aja. Setelah aku selesai menyelidikinya, aku akan kasih keputusan!”


“Ok. Davis tunggu secepatnya ya, Grandpa!”


“Bye” aku menutup sambungan telepon dengan hati yang gundah gulana. Percuma juga berdebat dengan Grandpa, karena beliau bukan tipe orang yang bisa didebat. Keputusannya ada peraturan yang harus ditaati.


“Mas” Narita menepuk pundakku, hingga aku terkaget.


“Astaghfirullah” 


“Maaf, mengagetkanmu. Kenapa?” dia mengamati perubahan ekspresiku yang kurang menyenangkan. 


“Kenapa sie kamu masih merahasiakan sesuatu dariku? Kamu gak menganggapku istrimu?” wajahnya nampak sendu.


“Maaf, Sayang. Nanti akan aku ceritakan pada waktunya. Aku hanya gak ingin membuatmu kepikiran. Everything is gonna be oke!” aku berusaha memasang senyum semanis mungkin.


Rio telah mengatur segala akomodasiku dengan baik, meskipun dia tidak turut dalam liburanku kali ini, namun aku tak perlu khawatir lagi. Mobil jemputan dan sopir telah siap setelah kami turun pesawat. Jam 16.00 kami sampai di tujuan. Kami bergegas mandi sore dan menunaikan kewajiban. Usai itu aku mengajaknya menaiki sepeda ke area persawahan yang membentang sawah nan hijau.


Aku yang tak terbiasa menaiki sepeda, hampir terjatuh ketika menaikinya ditambah ada penumpang di belakangku. Sepanjang perjalanan, Narita menyapa warga desa yang berpapasan dengan kami. Nampak hangat sekali nuansa kekerabatan di desa. Semua mau saling menyapa meskipun tak saling mengenal.


Bahkan sesekali aku harus menghentikan laju sepedaku yang sangat pelan, hanya untuk memenuhi keinginan warga desa yang memintaku berfoto bersama.


“Mbak Narita, bolehkah kami foto bareng Mr Bule yang ganteng?”


“Boleh bu” jawab Narita ramah.


Aku bahagia melihat rona bahagia di wajah Narita. Sejenak aku melupakan kegalauanku akan tindakan Grandpa. Setelah beberapa kali dihentikan warga untuk dimintai foto bersama, akhirnya sampailah kami di sebuah sawah yang viewnya sangat bagus. Aku meminta Narita untuk berjalan di pematang sawah. Sepeda kami tinggalkan di pinggir jalan namun telah kami rantai dengan pohon. Berjalan di sepanjang pematang sawah, sesekali kami berfoto selfi, aku sendiri, atau Narita sendiri. Sampai akhirnya kami menemukan sungai kecil yang banyak bebatuannya dan airnya jernih. Kami duduk di salah satu batu besarnya, dengan kaki memainkan air sungai.


“Ahhhh,,,,,segernya udara desa. Sungainya masih bersih, airnya jernih, sawahnya hijau memanjakan mata” kataku mengedarkan pandangan sejauh mungkin.


“Hmm, mas aku boleh tanya?”

__ADS_1


“Tanya apa sayang?”


“Tapi kamu janji jangan sakit hati, jangan marah, jawab dengan jujur ya!”


“Iya. Apaan sih?”


“Sewaktu dulu kita ke Bali dan ketemu cewek bule yang namanya Jessica, kalian ada hubungan apa?”


DEG


Pertanyaan Narita membuatku terdiam. Aku bingung bagaimana menjelaskannya. Aku belum siap untuk menceritakan semuanya sekarang. Aku hanya memandangnya lekat sembari memikirkan apa jawaban yang tepat untuk mewakilinya.


“Kok malah diem mas?”


“Kalau kamu keberatan menjawab, ya udah gakpapa juga gak usah dijawab!”


“Aku dan Jessica tidak ada hubungan apa-apa, meskipun Grandpa ku menjodohkanku dengannnya.” Sahutku.


“Jadi, Mommy mu menjodohkanmu dengan Alin, sementara itu Grandpa mu menjodohkanmu dengan Jessica?”


Aku mengangguk lalu menjawab “Dan aku lebih memilih mu dibanding Alin ataupun Jessica” jawabku mantap.


“Padahal Jessica cantik banget lho, Mas. Alin dan Jessica menurutku sama-sama cantik, kenapa kamu tidak memilih salah satu dari mereka?”


“Karena bagiku kamu lebih cantik. Apalagi hati, kepribadian, dan ketaatannya”


“Aduuuhhhh,,, jangan tinggi-tinggi mujinya mas, nanti aku terbang ketinggian, kalau jatuh sakit sekali” Narita ketawa-ketawa.


“Hmmm,,,apa kalian pernah tidur bareng?” Narita kembali serius dan mengutarakan pertanyaan yang membuatku melotot.


“Gaklah, Sayang! Kalau aku udah tidur dengannya, aku yakin Grandpa pasti lebih mudah memaksaku untuk menikahinya”


“Jujur nie?” Narita memicingkan matanya.


“Demi Alloh sayang, aku gak pernah tidur dengan Alin atau pun Jessica” aku mengangkat tangan dengan menaikkan jari telunjuk dan jari tengah sementara ketiga jari lainnya dilipat.


“Beneran?” Narita meledekku.


“Kenapa kamu curiga? Gak percaya? Aku bingung gimana membuktikannya”


“Lalu sewaktu di Bali, aku liat malam-malam Jess masuk kamarmu dan paginya keluar kamarmu dengan mengenakan baju yang sama. Itu apa artinya?” 


DEG


 

__ADS_1


----TO BE CONTINUED----


Readers yang cantik dan ganteng, jangan lupa klik Suka --- Favorit --- Hadiah --- Vote --- Komen yaa,,biar menambah imun buat saya nulis lebih banyak lagi. Makasih


__ADS_2