CINTAKU BERAKHIR PADAMU

CINTAKU BERAKHIR PADAMU
RAHASIA YANG TERKUAK


__ADS_3

AUTHOR POV


Dave mencengkeram dan menarik tangan Davis menuju ke sebuah taman di bagian luar gedung rumah sakit. Di taman itu terdapat gazebo yang biasanya digunakan orang untuk bersantai-santai. Setelah sampai di bawah gazebo itu, Dave segera melepas cengkeraman tangannya.


“Jangan mengarang cerita! Katakan yang sesungguhnya!” ancam Dave, posisinya kini membelakangi Davis.


Davis memilih duduk lalu menjawabnya “Aku tak pernah mengarang cerita, Kak. Narita itu istriku, istri sahku. Istri yang sudah kunikahi 5 tahun yang lalu”.


Dave segera balik badan dan menatap tajam ke kedua mata Davis, yang kini juga tengah menatapnya. 


“Lalu kenapa kalian seolah tidak saling mengenal selama beberapa tahun ini tinggal di rumahku?” Dave bersuara dengan nada tinggi.


“Tidak saling mengenal? Tinggal di rumahmu? Apa maksudmu kak?” Davis bingung menanggapinya.


“Sandiwara apa yang sedang kalian mainkan?” gertak Dave. 


“Kak, untuk apa kami bersandiwara. Narita memang istriku! Kalau kau tidak percaya, silahkan kau tanya langsung mertuaku, dia saksi pernikahan kami!”


“Lalu kenapa kalian seolah tidak saling mengenal selama ini?” Dave kembali mengulang pertanyaan yang belum dijawab Davis.


“Kalian mempermainkan kami!” lanjutnya.


“Kak, kami baru saja bertemu. Aku sama sekali tidak menyangka bahwa anak teman kakak itu adalah Rafina, anak dari istriku, anakku.”


“Kami bertemu baru tadi siang di ruang rawat inap Rafina, ketika aku mengunjunginya, usai proses donor darah”


“Kamu tau kak, Bapak, Ibu, Arjuna, dan tentunya Narita adalah orang-orang yang selama beberapa hari ini selalu hadir di mimpiku. Baru tadi siang aku konsultasi dengan psikiaterku. Aku menceritakan kepadanya kalau aku ingin bertemu istriku, tapi aku tidak memiliki petunjuk di mana keberadaannya, berapa nomor telponnya. Yang kuingat istriku tinggal di Indonesia” Davis menceritakan panjang lebar.


Dave mengernyitkan dahinya dan berpikir, mungkinkah Davis mengingat masa lalu sebelum kecelakaan itu, tapi justru tidak mengingat kejadian setelah kecelakaan itu?


Davis kini berusaha menenangkan diri dan hatinya. Dia mencoba untuk duduk di salah satu bagian gazebo. Dia masih terdiam meresapi keterangan Davis. Dalam kepalanya banyak sekali pertanyaan, lalu kalau memang Davis tidak mengenal Narita karena dia amnesia, kenapa Narita tidak jujur mengatakan bahwa Davis adalah suami yang telah dinikahinya secara sah?


Dave memilih untuk menyimpan pertanyaan itu, karena percuma kalau dilontarkan ke Davis, dia pasti tidak bisa menjawabnya. Bayang-bayang betapa mesranya posisi Davis dan Narita dibawah lampu remang-remang, membuat dada Dave kembali mendidih. Dia masih belum bisa menerima kenyataan atas keterangan yang diungkapkan Davis barusan.


“Itulah sebabnya darahku cocok untuknya, karena kami ayah dan anak, Kak”

__ADS_1


“Sungguh aku bahagia, bahagia sekali. Aku tidak hanya menemukan istriku kembali, tapi juga dapat mendekap anak-anakku”


Davis menggeser duduknya untuk mendekati Dave.


“Kak, terima kasih.” Tangannya menepuk bahu kakaknya. Dia tau kakaknya sedang marah, meski dia tidak tau kenapa kakaknya marah.


“Untuk apa?” Dave menoleh pada Davis yang sudah duduk percis di sampingnya.


“Untuk semua bantuan yang kakak berikan. Istriku cerita kalau kakak yang membawa Rafina ke rumah sakit, menempatkannya di ruang VVIP, mengusahakan pencarian donor darah ke mana-mana, menerbangkan keluargaku ke sini, dan tentunya mencemaskan anakku.” Dave hanya melirik Davis sekilas lalu membuang muka ke sembarang arah.


Huh, kau pikir aku melakukannya untuk membantumu??? –batin Dave.


“Opa, Mommy, Daddy pasti seneng, ternyata mereka tidak hanya memiliki 1 cucu tapi juga 3 cucu sekaligus”


“Darimana kau yakin itu anak-anak kandungmu?” ejek Dave.


“Kak, Narita itu wanita mulia. Dia selalu menjaga kehormatannya sebagai seorang wanita hanya untuk seseorang yang telah halal untuknya.”


“Aku sangat mengenalnya. Sama sekali aku tak meragukan keterangannya.” ujar Davis sembari pandangannya menerawang.


Aku tau itu, Vis. Itu pula yang membuatku jatuh cinta padanya. Kepribadiannya sangat menawan. Beruntungnya kau mendapatkannya, Vis. –Dave menghela nafas memikirkannya.


“Aku meninggalkannya hanya sebentar kak”


“Sebentar katamu? 5 tahun bukan waktu sebentar, Vis!” Dave menaikkan sebelah bibirnya, seolah mengejek Davis yang tengah kebingungan.


Benar juga kata, Kak Dave. Kenapa aku tak terpikirkan untuk menanyakan hal ini kepadanya tadi ya? Tapi, apa mungkin kalau dia sudah memiliki pendamping lainnya, dia mau berpelukan denganku? –Davis menggeleng-gelengkan kepala menghalau pemikiran buruk itu.


“Aku yakin tidak. Dia tidak menolak sentuhanku. Itu artinya dia masih menganggap kami sebagai pasangan suami istri. Meskipun----” Davis tak berani melanjutkan ucapannya yang tentu saja dapat kembali diolok oleh kakaknya itu.


Mengetahui arah pembicaraan Davis, Dave melirik sekilas lalu berdiri. Percuma berdebat kalau pada kenyataannya, wanita yang dicintainya adalah istri sah dari adiknya. Dia tidak mungkin mengejarnya. Jalan satu-satunya hanyalah mengikhlaskan dia kembali kepada suaminya.


“Jaga dia! Kalau kau berani meninggalkannya, membuatnya menangis. Kau akan menyesal, Vis!” ancaman Dave yang terasa aneh di telinga Davis membuat Davis hanya terdiam. Sementara itu, Dave telah pergi meninggalkannya begitu saja, setelah mengucapkan salam.


***

__ADS_1


Tepat istirahat siang, Davis sengaja mengajak Mommy nya untuk berkunjung membesuk Rafina. Awalnya Davis ingin mengajak Daddy dan Opanya juga, tapi urung dilakukan karena mereka sedang ada pekerjaan mendesak. 


Davis, Mommy, Bapak, Ibu, Arjuna, Narita, dan Raffa sudah berada di sana. Rafina sudah nampak segar, wajahnya cerah dan tidak terlihat sayu pucat seperti hari-hari sebelumnya.


Mereka sudah duduk di sofa.


“Mom, Davis terlambat memperkenalkan mereka” Davis membuka suara yang menurut Mommy aneh. Setau Mommy, mereka lebih mengenal Dave, didatangkan dari Indonesia juga karena Dave, lalu mengapa sekarang Davis yang memperkenalkan mereka. Mommy hanya tersenyum tipis untuk menutupi keheranannya.


“Mom, Bapak dan Ibu Narita adalah mertuaku. Narita Istriku. Raffa dan Rafina adalah anak-anak kandungku!”


“Apa????” suara nada tinggi memekik tiba-tiba dari seorang wanita yang biasanya bersikap lembut.


“Kok bisa?”


“Kami menikah 5 tahun yang lalu. Saat itu Mommy dan Daddy dalam kondisi koma di rumah sakit. Terpaksa Davis menikah tanpa didampingi keluarga kita. Maaf Mom, aku mempercayakan Om Dandy dan Tante Melati untuk mewakili Mommy Daddy sebagai saksi pernikahan kami.”


 


 


------******-------


 


Beberapa episode lagi akan TAMAT, semoga para readers menikmati novel perdanaku. Maaf yaa, aku selalu telat update, karena kesibukan jadi kurang mendapat inspirasi. Next time mau buat Novel yang sederhana aja, yang tidak sampai 100 episode. Kalau kepanjangan kok kaya capek fokusnya yaaa,,,,


Mohon doanya yaa para readers tercinta, semoga aku makin banyak belajar lagi untuk menulis, biar novelnya makin seru dan asyik dibacanya.


 


Dan jangan lupa untuk mampir di Novel keduaku dengan judul “ENGKAULAH PELABUHAN TERAKHIRKU”


 


Jangan lupa dukungannya ya : SUKA, FAVORIT, HADIAH, DAN VOTE

__ADS_1


 


Terima kasih


__ADS_2