CINTAKU BERAKHIR PADAMU

CINTAKU BERAKHIR PADAMU
DIRUT BARUKU 3


__ADS_3

NARITA POV


Sesampainya aku di meja kerjaku, beberapa teman kerjaku sudah mulai mengerumuniku.


“Gimana Dirut baru kita?” aku hanya mengernyitkan dahiku dan menaikturunkan lenganku. Bagiku malas membahas hal yang itu-itu lagi. Di mana-mana yang mereka bahas hanya Dirut baru saja.


“4 jam bersama di ruang rapat sampai gak bisa komentar gitu sie Kak?” tanya yang lain lagi.


“Aku cuma nunggu di luar, gak liat Dirut baru!” jawabku


“4jam?” tanya mereka lagi.


“Iya” jawabku singkat membuat mereka semua berdecak kecewa dan kembali ke mejanya masing-masing.


Anabelle yang masih penasaran menarik kursi di sebelahku dan menatapku “kamu yakin sama sekali gak liat orangnya? Sama sekali gak denger gosip tentangnya?”.


“Aku gak liat. Gosip mah gak usah disebarin, nanti juga tau sendiri!”


“Udah ahh sana kerja, aku laper nie belum makan” aku mendorong lengannya agar dia menjauh dariku. Dia hanya berdecak kesal dengan sikapku.


Lalu aku segera menelpon office boy untuk membelikanku makan siang di kantin. Seusai makan siang, aku mendekati meja Anabelle “Bel, kalau ada yang nyari aku, bilang lagi sholat ya!” dia pun mengangguk.


 


AUTHOR POV


 


Mr. Dav, beberapa orang Direktur, dan beberapa orang Manajer tengah makan siang bersama seusai rapat perkenalan dan koordinasi. Mr. Dav sengaja memilih duduk di samping Mr. Al dan mereka tengah asyik berbincang-bincang.


“Mr. Al tadi sepertinya membawa laptop, kenapa sekarang sudah tidak ada?” tanya Mr. Dav.


“Owh itu laptop Manajer saya, sudah dibawa dia. Kenapa Mister?”tanyanya keheranan.


“Enggak. Takutnya Mr. Al kelupaan sama laptopnya nanti malah kehilangan data-data penting” Mr. Dav terdengar tertawa ringan tanda becanda, dan ditimpali dengan tertawa ringan oleh Mr. Al.

__ADS_1


“Saya tertarik untuk membahas mengenai projek di Uluwatu. Siapa pic yang bisa kita ajak diskusi?” kembali Mr. Dav membahas pekerjaan sembari menyuapkan makanannya.


“Nanti bisa diskusi dengan saya dan tim Project Planner, Mister!” jawab Mr. Al antusias karena Mr. Dav juga memancarkan antusiasme dengan pekerjaannya.


“Bisakah setelah kita makan?”


“Saya yang gantian ke ruangan Mr. Al dan bagian Project Planner!” pinta Mr. Dav yang membuat Mr. Al membelalakkan matanya kaget.


“Bi bisa, Mister” jawabnya sampai tergagap-gagap karena gugup.


Sesegera mungkin Mr. Al menyelesaikan makannya, dan dia permisi ke Mr. Dav untuk menelpon sebentar. Setelah itu mereka kembali duduk di kursi makan.


 


Satu rombongan para petinggi perusahaan yang terdiri dari Dirut, Sekretaris Dirut, Asisten Sekretaris, Direktur Keuangan, Sekretaris Direktur Keuangan, Direktur Marketing, Sekretaris Direktur Marketing, dan beberapa Manajer Marketing telah memasuki lantai 5 di mana ruangan Direktur Keuangan dan timnya berada.


 


“Mr. Al, antarkan saya menyapa para pegawai dulu! Saya juga mau berkenalan dengan mereka!” pinta Mr. Dav.


 


 


“Baik Mister, silahkan kita mulai ke sebelah sana!” tunjuk Mr. Al dari bagian ujung yang merupakan meja Narita.


 


Semua karyawan yang ada di ruangan besar itu berdiri dan memberi hormat padanya.


 


“Ini meja Manajer Finance and Project Planner, Mister!” tunjuk Mr. Al pada meja dan kursi kosong. Nampak bingung bagaimana menjelaskannya pada Mr. Dav.


“Kak Na, sedang sholat Mister” ucap Anabelle yang mejanya tepat di sebelah meja Narita.

__ADS_1


 


Mr. Dav mengernyikan dahinya mendengar nama itu disebut. Lalu dia mulai mengamati meja, pc, laptop yang tadi digunakan oleh Mr. Al untuk presentasi. Nampak sebuah pigura foto yang menjadi pajangan di meja itu. Mr. Dav mengambilnya dan mengamatinya. Sekian detik kemudian dia tersenyum dan manggut manggut.


“Lalu?” tanya Mr. Dav pada Mr. Al setelah dia menoleh pada Anabelle.


 


Secara bergiliran, Mr. Al memperkenalkan timnya kepada Mr. Dav. Namun sebelum semua diperkenalkan, Mr. Dav menerima sebuah telpon dan meminta ijin untuk pergi dan batal untuk melanjutkan perkenalan dan rapatnya.


 


Ketika rombongan Mr. Dav telah masuk ke dalam lift dan pintu lift mulai tertutup, saat yang hampir bersamaan, ada satu pintu lift yang pelan-pelan terbuka dan keluarlah Narita dari pintu lift yang terbuka tersebut.


 


Saat memasuki ruangan, nampak semua karyawan berkumpul dan suaranya cukup riuh.


 


“Ada apa ini?” tanya Narita pada salah satu karyawan.


“Barusan Dirut baru dan para petinggi perusahaan sidak ke ruangan kita!” terang dia.


“Untuk apa?” tanya Narita keheranan, karena menurut gosip yang dia dengar kalau Mr. Dav bukan tipe orang yang akan suka beramah tamah.


“Dia minta dikenalkan satu-satu dengan kita semua” terang karyawati itu dengan nada genitnya.


“Owh…!” Narita hanya ber ooh panjang dan kembali ke meja kerjanya. Narita sedikit heran mendapati pigura fotonya telah berubah posisi.


“Mr. Dav yang tadi memegang pigura fotomu!” Narita menoleh pada Anabelle ketika Anabelle menjelaskan pertanyaan yang ada di pikirannya. Lalu Narita mengangguk tanda mengerti.


 


Sementara itu di ruangan Dirut, nampak seseorang yang sedang menatap layar ipadnya.

__ADS_1


“Aku mencarimu seperti orang gila tapi ternyata kamu duduk manis di sampingku!” gumamnya sambil terus menatap layar ipadnya dengan senyum smirk nya.


__ADS_2