CINTAKU BERAKHIR PADAMU

CINTAKU BERAKHIR PADAMU
TAWARAN DITERIMA


__ADS_3

AUTHOR POV


 


--- Kamar Karen ---


Seorang pria dewasa kini tengah membacakan buku cerita pada Karen. Dia memangku Karen dengan sayangnya. Dengan sangat sabar dia menenangkan Karen yang sesekali masih belum mau fokus dengan buku yang dibacakan, namun dia membiarkannya. Sesekali dia mengajak ngobrol Karen, meskipun bocah lucu itu menanggapinya dengan bahasa planetnya. Interaksi antara mereka sungguh sangat membuat ruangan kamar Karen serasa menghangat dibanding hari-hari biasanya.


Drake yang kini tengah berdiri di depan kamar Karen, tersenyum mendengar sayup-sayup suara tuannya berbicara dengan Karen. Dia dengan hati-hati mengetuk pintu.


“Siapa?” suara teriakan dari dalam kamar.


“Saya, Tuan” sahut Drake.


“Masuk, Drake!” perintah tuannya dari dalam.


 


Perlahan Drake membuka pintu kamar yang tak dikunci itu.


“Mohon maaf tuan, Karen sudah saatnya makan sore, apa boleh saya membawanya ke nanny nya?” tanya Drake dengan sopan dan hati-hati, sepertinya dia sangat menghormati pria tegas itu. 


“Iya”


“Owh ya bagaimana Drake dengan penawaran kita ke nanny nya Karen? Apa dia menerimanya?” tanya tuan itu kembali.


“Kalau tuan berkenan, setelah saya mengantarkan Karen ke Nanny Narita, saya ingin membicarakan hal ini ke tuan, bagaimana?” tanya Drake setelah dia memegang tangan Karen untuk dia tuntun.


“Iya, datanglah ke ruang kerjaku setelah ini!” perintah tuannya.


“Baik tuan. Saya permisi”


“Hmm” setelah mendapat jawaban dari tuannya, Drake segera menuntun Karen keluar kamarnya.


Drake mengambil makanan Karen yang telah dihangati oleh Chef lalu membawanya ke Pavilliun 101.

__ADS_1


“Na, ini makanan Karen!” Drake menyerahkan makanan itu ke Narita lalu Narita menerimanya dan sembari mengambil alih menuntun tangan Karen.


Sementara Narita membawa Karen ke meja makan yang ada di pavilliun 101, Drake saat ini tengah berada di ruang kerja tuannya yang berada di lantai 3.


“Bagaimana Drake? Apa yang ingin kau bicarakan denganku?” tanya tuannya menatap tajam pada Drake, membuat Drake makin bergidik ngeri ditatap dengan begitu tajam dan serius oleh tuannya itu.


“Saya sudah menyampaikan keinginan tuan kepada nanny Na. Dia menolak untuk diberi tanggung jawab menjaga Karen 24 jam dalam sehari, tapi dia memberi penawaran.”


“Apa alasannya menolak? Kamu sudah katakan aku siap menggajinya berapapun dia mau?”


“Sebelumnya saya mohon maaf, ternyata saya salah informasi tuan. Saya mengira dia imigran yang datang ke sini hanya untuk mencari kerja. Ternyata, dia adalah mahasiswa penerima beasiswa S3 di salah satu universitas besar di negara kita, Tuan. Dia selama ini mau menjadi nanny bagi Karen, karena itu adalah salah satu cara untuk mengisi waktu luangnya, sedangkan dia sendiri mengungkapkan bahwa dia memiliki kewajiban yang harus dia jalankan dan selesaikan yaitu kuliah, penelitian, dan lulus tepat waktu. Oleh karena itulah, di waktu siang dia tidak bisa bekerja karena harus ke kampus dan fokus dengan penelitiannya.”


“Namun, dia memberikan penawaran tuan. Dia bersedia menginap di sini dan menjaga Karen pada malam hari”


“Soal gaji, dia menyerahkan sepenuhnya kebijakan gaji pada tuan.”


Mendengar penuturan Drake yang sangat panjang, tuan besar nampak berpikir sejenak.


“Mahasiswa S3?” tanya tuannya memastikan dengan tangan kanan menopang dagunya sedangkan tangan kiri bersedekap menopang tangan kanannya.


Hebat juga dia, seorang mahasiswa S3 mau menjadi nanny – batin tuan besar.


“Lalu bagaimana dengan nanny penggantinya, apa kamu sudah mendapatkan nanny pengganti yang bisa menjaganya di siang hari? Tapi aku maunya orangnya jangan ganti-ganti terus Drake. Aku pusing mendengar keluhanmu terus mengenai nanny nya Karen” 


“Hmm belum tuan. Dari Yayasan belum memberikan kepastian”


“Kamu cari Yayasan lain, Drake. Kamu harusnya bisa menyelesaikan masalah sepele begini. Jangan buat aku ikutan pusing memikirkan hal kecil begini!”


“Bagaimana kalau asisten rumah tangga yang bernama Leni, yang sudah sangat dekat dengan Karen, yang dijadikan nanny siangnya Karen? Tapi mungkin tugasnya untuk membersihkan lantai 2, bisa dikurangi dan dialihkan ke orang lain?” usul Drake.


“Atur aja, Drake. Kamu bisa mengatur pola mutasi para bawahanmu. Kamu tinggal meminta anggaran gaji mereka jika kamu merekrut asisten tambahan. Yang penting aku tidak mau dengar Karen menangis gara-gara pergantian nanny lagi.”


“Baik, Tuan”


“Oiya mengenai tawaran nanny….siapa Drake namanya?” tanya tuannya.

__ADS_1


“Narita, Tuan”


“Iya, nanny Narita. Oke aku setuju. Terima saja tawarannya. Kamu tempatkan dia di kamar di sebelah kamar Karen. Kalau Karen membutuhkan bantuannya di malam hari, dia akan mengetahuinya dengan cepat!”.


“Apa tuan tidak keberatan kalau dia mungkin menjadi salah satu orang yang akan sering tuan temui di rumah utama?”


“Seseorang yang sangat diterima oleh Karen, membuatnya merasa nyaman, disayangi, dan Karen selalu ingin bersama, apakah ada alasan yang membuatku merasa terganggu?”


“Justru jika Karen rewel, merasa tidak tenang tidurnya, hal itulah yang justru akan menggangguku” jawab tuannya mantap.


“Kamu tau sendiri Drake, berapa banyak asisten rumah tangga di sini! Kalau aku tak membuat aturan itu, mereka akan dengan tidak sopannya dan leluasa mondar mandir di sini, bisa seperti pasar rumahku. Privacyku jelas terganggu.”


“Baik tuan, saya mengerti sekarang”


“Iya, katakan padanya untuk segera pindah ke sini!”


"Lalu untuk gaji, aku mau kamu atur untuk gaji dia di malam hari dihitung 2x gaji dari gaji siang hari. Walaupun pada prinsipnya Karen tidur, tapi kita tetap menganggapnya bekerja, karena dia harus siap terjaga kapanpun Karen membutuhkannya!” jelas tuan besar.


“Baik tuan. Kalau begitu, saya permisi!”


“Hmm” jawab tuan besar sembari membuka laptop di mejanya.


Drake kini tengah berdiri di dekat Narita.


“Hai, Karen. Makannya pinter yaa?” sapa Drake berbasa basi sembari mendudukkan dirinya di salah satu kursi.


“Narita, aku sudah menyampaikan penawaranmu pada tuan besar. Beliau menyetujuinya.”


“Beliau meminta secepatnya kamu pindah ke sini!” tutur Drake.


“Alhamdullillah. Saya turut tenang mendengarnya. Baiklah, saya akan usahakan pindah dalam 1 minggu ini, Tuan!”


“Apa tidak bisa lebih cepat, Na?” tanya Drake lagi.


“Saya harus mencicil barang-barang saya untuk dipindahkan ke sini, Tuan!” jawab Narita sembari menyuapi Karen.

__ADS_1


“Gini saja. Kamu segera packing barang-barangmu, nanti aku perintahkan orang untuk mengangkutnya dan membawanya ke sini! Jadi kamu tak usah mencicil, bagaimana?”


__ADS_2