CINTAKU BERAKHIR PADAMU

CINTAKU BERAKHIR PADAMU
TERJAWAB SUDAH


__ADS_3

DANIEL POV


Sementara itu di tempat yang berbeda, nampaklah seseorang sedang termenung di dalam ruang kerjanya.


Sudah beberapa jam ini aku memikirkan kata-kata yang diucapkan Narita di malam itu. Sampai saat ini, aku belum memahami apa maksudnya.


Tak berapa lama, pintu ruangannya yang terbuka diketuk oleh seseorang dari luar.


“Mr, Daniel. Malam ini sudah tidak ada agenda lagi, saya mohon ijin” aku tersenyum dan mengangguk memberinya ijin, sekretarisku itu pun membalikkan badannya.


“Owh ya, apa mungkin Mr mau lembur? Ada makanan yang mau dipesan?” tanyanya kembali membalikkan badannya.


“No. Thanks” jawabku dengan suara malas. Lalu dia mengangguk dan melangkah keluar.


Lalu aku merapikan mejaku, menata laptop dan barang-barangku dan kumasukkan ke dalam tas. Aku melangkah gontai keluar ruanganku. Kulihat anak buahku yang bernama Faisal baru saja duduk di kursi meja kerjanya. Dia adalah salah satu anak buahku yang kemaren membantuku menyiapkan acara lamaran.


“Belum pulang, Fai?” entah kenapa aku ingin mengajaknya mengobrol, aku sengaja datang ke mejanya.


“Owh, selamat malam, Mr” mendengar sapaanku, bergegas dia berdiri dan sedikit membungkuk.


“Malam. Kamu lembur” aku mendudukkan tubuhku pada kursi staf di sebelahnya.


“Ahh enggak, Mr. Saya terbiasa pulang setelah selesai sholat Maghrib di kantor. Hehe maklum rumah saya jauh, takut lewat waktunya kalau nunggu sampai rumah” mendengar jawabannya, aku mengangguk paham.


“Fai, bisa temani aku mengobrol? Itu pun kalau kamu gak ada acara lain sie”


“Owh gakpapa Mr. Hmm, di mana?” Faisal menengok ke kanan dan ke kiri yang sudah tidak ada orang.


“Di café bawah aja gimana?” ajakku dan diapun mengangguk setuju.


Lalu aku menunggunya memberesi barang-barangnya dan setelah itu kami berdua bergegas ke café. Aku sengaja memilih Faisal sebagai teman ceritaku karena sepertinya dia memahami apa yang akan aku tanyakan nanti. Dibandingkan dengan teman se genk ku, mereka sepertinya tidak akan paham.


Sesampainya di café, aku mencari tempat duduk yang sekiranya paling sepi agar kami lebih bisa ngobrol tanpa terganggu kebisingan atau takut didengar orang lain.


“Fai, kamu udah berkeluarga?” tanyaku basa basi memulai permbicaraan.

__ADS_1


“Sudah, Mr. Di Indonesia seusia saya biasanya sudah berkeluarga, bahkan tak sedikit yang sudah memiliki anak usia SD” jawabnya sedikit becanda walaupun nampak canggung.


“Kamu sudah punya anak?” tanyaku lagi.


“Sudah, Mr. Kami cukup lama berjuang untuk anak, jadi kami baru memilikinya setelah usia pernikahan kami 5 tahun. Alhamdullillah sekarang anak kami sudah usia 3 tahun” ujar pria yang berusia 35 tahun tersebut.


“Aku senang kalau staff ku memiliki keluarga Bahagia”


“Terima kasih, Mr. Semoga keluarga kami senantiasa dilimpahkan kebahagiaan, menjadi keluarga yang Sakinah, mawaddah, warahmah. Aamiin”


“Fai,,,,,kamu tau kalimat itu??” aku sedikit berteriak karena kaget Faisal mengucapkan kalimat yang sama percis dengan yang diucapkan Narita.


“Ka kalimat yang mana maksud Mr?” tanyanya dengan wajah keheranan. 


“Itu kalimat terakhirmu sebelum Aamiin” aku tak bisa mengucapkannya karena menurutku itu kalimat asing di telingaku.


“Owhh,,,Sakinah, mawaddah, warahmah?”


“Iya” aku menjawab dengan mantap.


“Sebenarnya, ungkapan sakinah mawaddah warahmah diambil dari ayat Al Quran. Kalimat tersebut biasa dijadikan sebagai tujuan atau fungsi pernikahan dalam Islam.”


“Hmm memangnya kenapa, Mr?” tanyanya kemudian.


“Ahh gakpapa, hanya ingin bertanya saja karena tadi kamu ucapkan.” Bohongku dengan tersenyum.


“Apakah semua orang biasa mengucapkan kalimat itu?” tanyaku lagi.


“Iya biasanya sie gitu, Mr. Kalimat itu sama artinya dengan doa. Kalau diucapkan untuk pasangan yang baru menikah, itu artinya kita mendoakannya” jawabnya.


Apa maksudnya Narita memilih kalimat itu? Apa hanya bermakna doa? Atau ada tujuan lain yang mungkin tak bisa diucapkannya langsung di hadapanku? – tanyaku dalam hati.


“Hmm,,,Mr, sebenarnya kemaren kami cukup penasaran. Bu Narita kemaren memberikan jawaban apa?” dia bertanya dengan sedikit hati-hati sepertinya takut membuatku tersinggung.


 

__ADS_1


“Aaaah,,,dia minta diberi waktu. Mungkin dia kaget dengan lamaranku. Status kami selama ini kan hanya sebatas sahabat, meskipun dia tau perasaanku”


“Kenapa Mr tidak melangkah pelan? Kenapa gak memintanya jadi kekasih ketimbang langsung meminangnya?” argument Faisal.


“Aku cukup mengenal dia, Fai. Dia tak menyukai status pacaran yang menurutnya hanya membuang waktu, pikiran, tenaga, materi, dan bahkan mampu menimbulkan dosa. Sedangkan dia selalu berpikir, kalau ada seseorang yang menyukainya maka seriuslah dengan perasaannya, ketimbang pacaran mending langsung melamar saja.”


“Owwhh gitu” Faisal manggut-manggut.


“Di jaman sekarang ini, sudah jarang wanita seperti itu Mr. Hmm dia itu ibaratnya ‘don't judge the book by its cover’ secara penampilan memang Bu Na belum menutupi auratnya tapi secara pemikiran dan tindakan jujur saya salut” katanya sembari mengacungkan kedua jempol tangan.


“A a aurat. Maksudmu?”


“Iya bu Na kan belum berjilbab Mr.”


“Owhhhh gitu” aku tersenyum dan manggut-manggut meskipun aku belum begitu paham tapi rasanya aku malu untuk banyak bertanya padanya.


Tiba-tiba aku pun terpikirkan sesuatu hal. 


“Fai, apakah semua wanita di agama mu harus mengenakan jilbab?”


“Kewajiban iya. Tapi kan itu kembali ke masing-masing orang, Mr” jawabnya.


“Hmm,,apakah,,,,apakah?” aku pun ragu untuk menanyakan pertanyaan selanjutnya.


“Gimana Mr?”


“Apakah diperkenankan menikah dengan pria asing?” kulihat Faisal mengerutkan dahinya sejenak, lalu dia pun mulai paham dengan arah pembicaraanku.


“Hmm gini saja Mr. Nanti akan saya share link atau youtube mengenai hal yang Mr. pertanyakan. Karena saya jujur takut salah menjawab” aku pun mengangguk pasrah.


Kami pun kembali dengan obrolan lainnya. Tak berapa lama, aku mempersilahkannya untuk pulang. Dia adalah pria beristri, pastilah sekarang istrinya sedang menunggunya pulang.


Aku bersyukur atas obrolan kami. Akhirnya aku pun sedikit mengetahui apa yang ingin ku ketahui. Meskipun aku harus sabar menunggu share link dan yutub sesuai yang dijanjikan Faisal.


 

__ADS_1


 


---- TO BE CONTINUED ----


__ADS_2