
NARITA POV
Bagas yang melihat kedatanganku dan Davis, bergegas menyambut dan memeluk Davis.
“Thanks, Bro?” lalu pandangannya pun beralih padaku dan menyapaku “Kak Narita? Long time no see, gimana kabarmu?” dia mengulurkan tangannya dan kusambut tangannya “Alhamdullillah baik”.
Aldi dan Bagas mendampingi kami menuju ke meja yang masih kosong. Kulihat para tamu undangan telah banyak yang berdatangan. Tali pita yang telah terpotong, dan berserakan serpihan kertas warna warni di lantai menandakan sepertinya ceremonial pembukaan café telah dilakukan.
Setelah kami sampai di meja kami, Davis segera membukakan kursi dan mempersilahkan aku untuk duduk. Tatapan penuh keheranan dan senyum tipis sedikit merekah di wajah Aldi dan Bagas. Lalu kulihat Aldi yang duduk tepat di samping Davis mengarahkan mulutnya di dekat telinga Davis, entahlah apa yang dia bisikkan. Aku pun segera mengedarkan pandangan ke segala arah untuk menetralkan suasana canggung di antara kami.
Suara seseorang yang tiba-tiba datang, membuat kami berempat langsung menoleh ke sumber suara.
“Davis, kamu baru datang?” Alin duduk di kursi kosong antara aku dan Bagas. Alin seolah tak menganggapku ada, dia sama sekali tak mau melihatku. Dia hanya menatap Davis, Bagas dan, Aldi bergantian.
“Iya, nunggu Narita dulu” jawab Davis.
Aku yang penasaran dengan hubungan antara Davis dan Alin, memberanikan diri melihat ekspresi wajah Alin dan mencoba menerjemahkan apa yang ada di matanya.
__ADS_1
“Jadi kamu menolak ke sini bareng aku, karena dia!?” Alin menyebutku namun sama sekali tak menoleh ke arahku. Aku melihat seperti ada kecemburuan di mata Alin.
“Aku sudah telanjur janji sama Narita. Maaf lin” jawab Davis.
Bagas dan Aldi yang melihat perdebatan mereka berdua hanya mampu melihat secara bergantian dan mengartikan sendiri apa yang tengah terjadi di antara mereka.
“Sudah berapa bulan loe balik Indonesia, Vis, kenapa gak segera menemui kami? Sombong ya!” Aldi sepertinya berusaha mengalihkan perdebatan mereka dengan obrolan lain.
“Sorry Bro. Gue sibuk banget. Ternyata jadi Dirut itu cukup menguras waktu dan tenaga” jawab Davis sembari meminum juss yang tadi telah disajikan oleh pelayan berseragam biru muda.
“Jadi loe berdua sekantor?” Bagas dan Aldi melihat Davis dan Alin bergantian.
“Narita juga sekantor sama gue. Dia salah satu manajer andalan gue!” Davis memanjangkan tangannya dan meraih ujung kursiku seolah dia sedang merangkulku.
“What??” teriak Aldi dan Bagas karena kaget.
“Yang satu asisten pribadi, yang satu manajer andalan? Hwahh,,,kok bisa Vis?” tanya Bagas. Kulihat Aldi menampakkan ekspresi biasa setelah keterkejutannya tadi.
__ADS_1
“Kalau aku sudah bekerja di situ 3 tahunan, sebelum Davis masuk” aku pun mulai berbicara.
“Kak Na, apa kamu tau kalau kamu bekerja di perusahaan keluarga Davis?” tanya Aldi kemudian.
“Perusahaan keluarga Davis???? Maksudnya?” kini aku yang terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan Aldi.
“Lho?? Kamu manajer tapi kok bodo banget sie? Udah 3 tahun gak tau itu perusahaan milik siapa? Jelas-jelas nama company nya aja nama belakang seseorang!” Alin berbicara ketus dengan memandangku sinis.
Aku pun mulai menghubungkan antara nama panjang Davis dan nama company tempatku bekerja. Aku yang baru menyadarinya, sungguh benar-benar merasa bahwa aku bodoh. Selama ini aku pikir Davis hanya salah satu anak dari petinggi perusahaan pusat yang ada di luar negeri. Sama sekali tak pernah terpikirkan kalau Davis ternyata pemilik perusahaan tempatku bekerja.
“Ah, harta kan hanya titipan. Bukan sepenuhnya punyaku atau keluargaku!” pembelaan Davis dengan tersenyum ke arahku.
Kata-katanya barusan membuatku semakin kagum padanya. Oh Tuhan, kenapa semakin mengenalnya, aku semakin menyukai apa pun yang ada di dirinya??? Aku kembali dengan pikiranku sendiri.
“Hm kak Na, secara tak sengaja bekerja di perusahaan Davis. Sepertinya kalian berjodoh Bro!” Aldi melirik Alin dan nampak ketidaksukaan Alin.
“Kesimpulan loe gak berdasar Al! Perbedaan keyakinan antara mereka sudah membuktikan bahwa mereka takkan mungkin berjodoh!” lagi dan lagi perkataan Alin membuat kami semua telak.
__ADS_1